Jay Idzes Sassuolo menjadi salah satu kombinasi penting yang menarik perhatian jelang musim baru. Bek Timnas Indonesia tersebut diperkirakan masih memegang peran besar dalam menjaga pertahanan klub Italia itu di bawah kepemimpinan pelatih baru Alberto Aquilani.
Pada musim sebelumnya, Jay Idzes tampil sebagai salah satu pemain utama pilihan Fabio Grosso. Ia hampir selalu menjadi pilihan utama di lini belakang bersama Tarik Muharemovic. Keduanya membangun kerja sama yang solid meskipun hanya bermain bersama dalam waktu yang relatif singkat.
Namun, Sassuolo harus kehilangan Muharemovic setelah bek asal Bosnia dan Herzegovina itu menerima tawaran untuk melanjutkan karier di Premier League bersama Leeds United. Meski kehilangan rekan duetnya, Idzes tetap memberikan respons positif terhadap keputusan tersebut.
Idzes mengaku ikut bahagia melihat perkembangan karier Muharemovic. Menurutnya, pemain Timnas Bosnia dan Herzegovina tersebut memiliki kemampuan besar sekaligus karakter yang baik di luar lapangan.
“Muharemovic? Saya senang untuknya. Dia adalah pemain yang sangat tangguh dan juga orang yang baik di luar lapangan,” ujar Jay Idzes seperti dikutip dari TMW.
Pernyataan tersebut menunjukkan hubungan profesional yang baik antara kedua pemain. Walaupun tidak lagi bermain dalam satu tim, Idzes tetap memberikan dukungan terhadap langkah baru mantan rekan setimnya tersebut.
Tantangan Sassuolo Mencari Partner Baru Jay Idzes
Kepergian Tarik Muharemovic membuat Sassuolo harus segera menemukan pemain yang tepat untuk mendampingi Jay Idzes di sektor pertahanan. Pasalnya, performa pemain berusia 25 tahun itu pada musim lalu membuatnya menjadi salah satu aset utama klub.
Dengan pengalaman dan konsistensi yang ia tunjukkan, Idzes memiliki peluang besar untuk kembali mengamankan satu tempat di jantung pertahanan Sassuolo. Akan tetapi, Alberto Aquilani menghadapi pekerjaan penting untuk menentukan pasangan ideal bagi sang kapten Timnas Indonesia.
Saat ini, pilihan pemain belakang Sassuolo masih cukup terbatas. Selain Jay Idzes, klub tersebut hanya memiliki beberapa nama seperti Giorgio Vezzosi dan Tommaso Macchioni yang berasal dari akademi serta baru mendapatkan kesempatan promosi ke skuad utama.
Selain itu, Alessandro Di Bitonto dan Cas Odenthal baru kembali setelah menjalani masa peminjaman. Sementara itu, Fali Cande masih harus menjalani proses pemulihan akibat cedera ACL yang membuatnya di perkirakan baru bisa kembali bermain pada pertengahan September 2026.
Situasi tersebut membuat keberadaan Idzes semakin penting bagi Sassuolo. Klub membutuhkan stabilitas dari pemain yang sudah memahami karakter permainan Serie A dan mampu memimpin lini belakang.

Bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, berduel dengan penyerang Inter Milan Marcus Thuram. Inter Milan tampil dominan saat menundukkan Sassuolo dengan skor 5-0 dalam lanjutan pekan ke-24 Serie A 2025-2026 di Stadion MAPEI, Reggio Emilia, Senin (9/2/2026) dini hari WIB.
Target Jay Idzes Setelah Musim Impresif Bersama Sassuolo
Jay Idzes memasuki musim baru dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat jumlah menit bermain yang sangat banyak pada musim sebelumnya. Ia berharap tetap mendapatkan kesempatan bermain secara reguler bersama Sassuolo.
“Saya sering bermain tahun lalu, dan saya berharap bisa terus sering bermain tahun depan,” kata Idzes.
Keinginan tersebut cukup beralasan karena performanya musim lalu menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi dari tim pelatih. Idzes tidak hanya tampil konsisten dalam menjaga pertahanan, tetapi juga menunjukkan kemampuan membaca permainan yang membuatnya menjadi pilihan utama.
Sassuolo juga mencatatkan statistik penting terkait kontribusi Idzes. Klub berjuluk Neroverdi itu menyebut sang bek sebagai pemain dengan jumlah menit bermain terbanyak pada musim 2026-2027.
Melalui unggahan di media sosial, Sassuolo menyampaikan bahwa Idzes menjadi pemain dengan menit tampil tertinggi dalam skuad mereka. Total waktu bermainnya mencapai 3.328 menit, angka yang mengungguli seluruh pemain Sassuolo lainnya.
Catatan tersebut memperlihatkan betapa besar peran Idzes bagi tim. Ia menjadi salah satu pemain yang paling di andalkan dalam menghadapi persaingan kompetitif di Serie A.
Perjalanan Jay Idzes Mengukuhkan Posisi di Sassuolo
Pada musim lalu, Jay Idzes tampil sebanyak 35 pertandingan dari total 38 laga Serie A yang di jalani Sassuolo. Ia memang harus melewatkan pertandingan pembuka melawan Napoli, tetapi langsung mendapat kesempatan tampil ketika menghadapi Cremonese.
Dalam pertandingan debutnya tersebut, Sassuolo harus menerima kekalahan 2-3 dari tim yang di perkuat Emil Audero. Meski hasil akhir belum sesuai harapan, penampilan Idzes tetap memberikan kesan positif.
Setelah pertandingan itu, Idzes terus mendapatkan kepercayaan untuk tampil penuh hingga pekan ke-34. Konsistensinya membuat posisi bek asal Indonesia tersebut semakin sulit tergantikan.
Rekor bermain selama 90 menit akhirnya terhenti pada pekan ke-35 ketika Sassuolo menghadapi AC Milan. Saat itu, Idzes mengalami cedera tumit pada awal Mei yang membuatnya harus menepi.
Meski mengalami hambatan tersebut, perjalanan Idzes bersama Sassuolo tetap menunjukkan perkembangan positif. Perannya sebagai pemimpin pertahanan semakin terlihat dan menjadi modal penting untuk menghadapi musim berikutnya.
Dengan kondisi skuad yang mengalami perubahan, Sassuolo akan sangat bergantung pada pengalaman Jay Idzes. Jika mampu menjaga performa seperti musim sebelumnya, pemain Timnas Indonesia itu berpeluang kembali menjadi figur utama dalam perjalanan Sassuolo di kompetisi Italia.