Arsenal Kalah Dari Real Betis dengan skor 1-3 dalam pertandingan pramusim di Aviva Stadium, Dublin. Kekalahan tersebut menjadi hasil negatif pertama The Gunners dalam rangkaian persiapan menuju musim 2026/2027.

Pasukan Mikel Arteta datang ke pertandingan itu setelah mencatat kemenangan telak 4-1 atas Girona. Namun, Arsenal gagal mempertahankan ritme permainan yang sama ketika menghadapi Real Betis.

Wakil Spanyol tampil agresif sejak awal dan mampu memanfaatkan beberapa kesalahan Arsenal. Rodrigo Riquelme, Nelson Deossa, serta Pablo Fornals mencetak gol untuk Real Betis. Sementara itu, Piero Hincapie mencetak satu-satunya gol Arsenal.

Walaupun hasil akhirnya mengecewakan, Arteta masih memiliki cukup waktu untuk memperbaiki kelemahan tim. Laga pramusim memang tidak menentukan nasib Arsenal dalam kompetisi resmi. Meski begitu, pertandingan seperti ini tetap memberikan gambaran mengenai bagian yang perlu segera mendapat perhatian.

Kepa Arrizabalaga Mendapat Sorotan

Kepa Arrizabalaga menjalani pertandingan yang tidak mudah ketika Arsenal menghadapi Real Betis. Beberapa keputusan sang penjaga gawang ikut memengaruhi jalannya pertandingan, terutama pada dua gol pertama lawan.

Pada gol pembuka, Kepa tidak mampu menguasai situasi dari sepak pojok dengan baik. Real Betis kemudian memanfaatkan peluang tersebut melalui Rodrigo Riquelme.

Masalah kembali muncul ketika Arsenal mencoba membangun serangan dari belakang. Kepa membuat kesalahan saat mengalirkan bola sehingga Real Betis kembali mendapatkan kesempatan menyerang.

Nelson Deossa kemudian melepaskan tembakan dari luar kotak penalti dan menambah keunggulan timnya. Dua momen itu membuat posisi Kepa kembali mendapat perhatian menjelang musim baru.

Persaingan di bawah mistar Arsenal juga tetap ketat. David Raya masih memegang status sebagai pilihan utama ketika skuad berada dalam kondisi lengkap. Karena itu, Kepa perlu menunjukkan konsistensi jika ingin mendapatkan menit bermain lebih banyak.

Komposisi Lini Tengah Belum Menemukan Keseimbangan

Arsenal juga menghadapi persoalan di sektor tengah. Arteta tidak bisa menggunakan beberapa pemain utama karena mereka masih menjalani masa pemulihan setelah Piala Dunia.

Declan Rice, Martin Zubimendi, dan Martin Odegaard belum bergabung dalam komposisi utama. Situasi tersebut membuat Arteta mencoba susunan alternatif.

Pelatih asal Spanyol itu menempatkan Myles Lewis-Skelly dan Ethan Nwaneri dalam peran yang lebih dalam. Sementara itu, Kai Havertz bergerak lebih maju untuk membantu serangan.

Kombinasi tersebut belum menghasilkan keseimbangan yang Arteta inginkan. Arsenal beberapa kali kehilangan kontrol permainan dan memberi ruang kepada Real Betis untuk membawa bola ke area berbahaya.

Real Betis memanfaatkan kondisi itu dengan baik, terutama pada babak pertama. Tim asal Spanyol tersebut bergerak cepat ketika merebut bola dan langsung mengarahkan serangan ke pertahanan Arsenal.

Arsenal juga belum memberikan tekanan yang konsisten kepada pemain lawan. Akibatnya, Real Betis mampu mengembangkan permainan dengan lebih leluasa.

Arsenal Kalah Dari Real Betis

Pemain Arsenal Piero Hincapie dalam laga uji coba melawan Real Betis.

Cedera Louie Copley Menambah Kekhawatiran

Selain hasil pertandingan, Arsenal juga menerima kabar kurang menyenangkan dari Louie Copley. Gelandang berusia 19 tahun itu mengalami cedera setelah masuk pada babak kedua.

Copley sebenarnya memiliki peluang besar untuk menunjukkan kemampuannya selama pramusim. Absennya beberapa pemain senior membuka kesempatan bagi pemain muda untuk mencuri perhatian Arteta.

Namun, Copley mengalami masalah pada lutut ketika kakinya tersangkut rumput. Kondisi tersebut membuatnya harus meninggalkan lapangan lebih cepat.

Cedera itu tentu mengganggu momentum Copley dalam persiapan menuju musim baru. Ia sebelumnya memiliki kesempatan untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak selama beberapa gelandang utama belum tersedia.

Arsenal kini perlu melihat perkembangan kondisi sang pemain sebelum menentukan langkah berikutnya.

Kekalahan Tidak Menggambarkan Kekuatan Penuh Arsenal

Kekalahan 1-3 dari Real Betis tidak sepenuhnya menggambarkan kekuatan utama Arsenal. Arteta belum memiliki seluruh pemain inti dalam pertandingan tersebut.

Selain David Raya, Declan Rice, Martin Zubimendi, dan Martin Odegaard, Arsenal juga belum memainkan Bukayo Saka serta Noni Madueke. Absennya beberapa nama penting membuat Arteta harus menggunakan kombinasi yang berbeda.

Situasi tersebut sekaligus memberi kesempatan kepada staf pelatih untuk menguji kedalaman skuad. Arteta bisa melihat kemampuan pemain muda maupun pemain pelapis ketika menghadapi lawan yang tampil agresif.

Arsenal masih memiliki tiga pertandingan pramusim untuk melakukan perbaikan. Arteta dapat memanfaatkan laga-laga tersebut untuk meningkatkan organisasi pertahanan, memperbaiki distribusi bola, dan membangun kembali kestabilan lini tengah.

Tim asal London itu juga memiliki waktu untuk mengembalikan kebugaran para pemain inti sebelum kompetisi resmi berlangsung.

Dengan demikian, Arsenal tidak perlu menjadikan kekalahan dari Real Betis sebagai alasan untuk panik. Sebaliknya, hasil tersebut bisa menjadi peringatan awal agar Arteta segera memperbaiki sejumlah kekurangan.

Target utama Arsenal tetap berada pada kompetisi resmi. Karena itu, Arteta perlu memastikan timnya mencapai kondisi terbaik saat memulai perjuangan mempertahankan gelar Premier League pada musim 2026/2027.