Mantan Bek Liverpool – Jamie Carragher, tengah menghadapi persoalan keuangan setelah muncul permohonan kepailitan yang berkaitan dengan tunggakan pajak di Inggris. Kendati demikian, mantan pemain tim nasional Inggris tersebut belum berstatus bangkrut karena kasusnya masih berada dalam proses penyelesaian.

Berdasarkan dokumen yang di laporkan media Inggris, permohonan kepailitan di ajukan terhadap Carragher pada Rabu. Langkah hukum tersebut dilakukan oleh pengacara yang bertindak mewakili HM Revenue and Customs (HMRC), lembaga pemerintah yang menangani urusan perpajakan di Inggris.

Persoalan ini menjadi perhatian karena nilai kewajiban pajak Carragher di sebut cukup besar. Tunggakannya di perkirakan berada di kisaran 700.000 hingga 800.000 poundsterling. Jika menggunakan asumsi kurs 1 poundsterling setara Rp22.900, nilainya mencapai sekitar Rp16,03 miliar hingga Rp18,32 miliar.

Meski permohonan kepailitan telah diajukan, proses tersebut tidak secara otomatis membuat Carragher di nyatakan bangkrut. Pihak mantan pesepak bola berusia 48 tahun itu menyatakan sedang mengambil langkah untuk menyelesaikan kewajiban pajaknya.

HMRC Ajukan Permohonan Kepailitan terhadap Carragher

Permohonan kepailitan tersebut di ajukan melalui pengacara yang mewakili HMRC. Namun, otoritas perpajakan Inggris tidak memberikan penjelasan terperinci mengenai kondisi finansial Carragher karena berkaitan dengan urusan wajib pajak secara individual.

Secara umum, HMRC menyatakan memiliki pendekatan yang bertujuan membantu wajib pajak menyelesaikan kewajibannya. Salah satu mekanisme yang dapat di gunakan adalah memberikan kesempatan pembayaran secara bertahap bagi pihak yang mempunyai utang pajak dan bersedia berkomunikasi untuk mencari solusi.

Dengan demikian, pengajuan permohonan kepailitan belum menjadi akhir dari persoalan Carragher. Masih terdapat kemungkinan masalah tersebut di selesaikan apabila kewajiban yang di persoalkan dapat di tangani sesuai mekanisme yang berlaku.

Di sisi lain, perwakilan Carragher mengonfirmasi bahwa kasus tersebut memang berkaitan dengan urusan pajak pribadi. Mereka menyebut persoalan itu semestinya sudah dapat di selesaikan lebih awal.

Pihak Carragher juga menyampaikan bahwa langkah yang di perlukan sedang di tempuh untuk menuntaskan masalah tersebut. Mereka berharap persoalan pajak itu segera berakhir dan tidak berkembang menjadi proses hukum yang lebih panjang.

Karier Jamie Carragher setelah Pensiun dari Liverpool

Nama Carragher tidak dapat di pisahkan dari Liverpool. Sepanjang karier profesionalnya sebagai pemain, ia di kenal sebagai salah satu bek yang lama memperkuat klub asal Merseyside tersebut.

Carragher kemudian memutuskan pensiun sebagai pesepak bola profesional pada 2013. Setelah meninggalkan lapangan hijau, ia beralih ke dunia media dan membangun karier sebagai komentator serta pandit sepak bola.

Kini, Carragher kerap memberikan analisis mengenai pertandingan maupun perkembangan sepak bola Inggris dan Eropa. Ia antara lain tampil dalam program sepak bola yang ditayangkan Sky Sports serta CBS Sports.

Oleh karena itu, kabar mengenai persoalan pajaknya mendapat perhatian luas. Carragher masih menjadi figur yang cukup dikenal di kalangan penggemar sepak bola meskipun sudah lebih dari satu dekade meninggalkan karier sebagai pemain.

Jamie Carragher terancam bangkrut akibat tunggakan pajak di Inggris

Gambar ilustrasi pemain sepak bola setelah pensiun

Sejumlah Mantan Pesepak Bola Pernah Mengalami Masalah Serupa

Persoalan finansial setelah pensiun ternyata tidak hanya pernah di alami Carragher. Sejumlah mantan pemain sepak bola Inggris sebelumnya juga menghadapi masalah utang, pajak, maupun kebangkrutan.

David James, Wes Brown, dan Lee Hendrie merupakan beberapa nama yang pernah di nyatakan bangkrut. Sementara itu, mantan penyerang Liverpool dan tim nasional Inggris, Emile Heskey, menghadapi sengketa pajak bernilai sekitar 1,637 juta poundsterling pada 2024.

Jika di hitung menggunakan kurs yang sama, jumlah tersebut setara dengan kurang lebih Rp37,49 miliar. Kasus-kasus semacam ini menunjukkan bahwa besarnya penghasilan ketika masih aktif bermain tidak selalu menjamin kondisi finansial tetap stabil setelah pensiun.

Pada 2025, mantan pemain tim nasional Inggris Trevor Sinclair juga di laporkan mengalami kebangkrutan setelah menghadapi tagihan pajak lebih dari 36.000 poundsterling. Nilainya setara dengan sekitar Rp824,4 juta berdasarkan asumsi kurs Rp22.900 per poundsterling.

Pada periode yang sama, nama Shaun Wright-Phillips turut di kaitkan dengan permohonan kepailitan yang di ajukan HMRC.

Masalah Keuangan Menjadi Tantangan bagi Mantan Pemain

Persoalan finansial di kalangan mantan pesepak bola menjadi perhatian tersendiri dalam beberapa tahun terakhir. Pada September 2025, muncul laporan bahwa hingga sekitar 200 pemain di duga kehilangan uang dengan nilai keseluruhan mencapai puluhan juta poundsterling akibat berbagai masalah pengelolaan keuangan.

Mantan gelandang Inggris, Danny Murphy, juga pernah mengungkap pengalaman pahit mengenai kondisi finansialnya. Ia menyebut kehilangan sekitar 5 juta poundsterling, atau setara Rp114,5 miliar dengan asumsi kurs yang sama, akibat penyalahgunaan dalam pengelolaan keuangan.

Berbagai kasus tersebut memperlihatkan pentingnya pengelolaan aset, kewajiban pajak, dan perencanaan keuangan jangka panjang bagi atlet profesional. Pendapatan besar selama masih aktif bertanding dapat berkurang secara signifikan apabila tidak di kelola dengan tepat.

Sementara itu, kasus yang di hadapi Carragher masih belum mencapai keputusan akhir. Pihaknya meyakini kewajiban pajak tersebut dapat segera di tuntaskan sehingga permohonan kepailitan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.

Dengan proses penyelesaian yang masih berlangsung, status Carragher saat ini tetap perlu di bedakan antara menghadapi permohonan kepailitan dan telah di nyatakan bangkrut. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada penyelesaian kewajiban pajak serta proses yang berjalan dengan HMRC.