Cedera Jay Idzes menambah persoalan yang harus Timnas Indonesia hadapi menjelang FIFA ASEAN Cup 2026. Bek sekaligus kapten skuad Garuda tersebut membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi paha kirinya setelah mengalami masalah fisik bersama Sassuolo.
Situasi itu muncul ketika jadwal turnamen sudah semakin dekat. FIFA ASEAN Cup 2026 akan berlangsung pada 24 September sampai 5 Oktober 2026. Dengan waktu persiapan yang tersisa kurang dari dua pekan sejak Idzes mengalami cedera, peluangnya untuk segera kembali bermain menjadi tanda tanya.
Sassuolo sendiri telah memberikan informasi mengenai kondisi pemain berusia 26 tahun tersebut. Klub asal Italia itu menyebut tim medis menemukan masalah dengan tingkat sedang pada quadriceps kiri Idzes.
Setelah mengetahui kondisi sang pemain, Sassuolo langsung menjalankan program pemulihan. Idzes kini harus fokus mengembalikan kondisi ototnya sebelum kembali mengikuti aktivitas pertandingan.
Masalah Muncul Saat Sassuolo Hadapi Juventus
Gangguan fisik tersebut bermula ketika Idzes memperkuat Sassuolo dalam duel menghadapi Juventus di Mapei Stadium pada pertengahan September 2026.
Pada pertandingan itu, Idzes mendapat kesempatan bermain hingga memasuki menit-menit akhir. Namun, ia tidak menyelesaikan laga di lapangan. Tim pelatih Sassuolo menggantinya dengan Duje Caleta-Car pada menit ke-81.
Idzes kemudian meninggalkan lapangan sambil menunjukkan ketidaknyamanan pada bagian depan paha kirinya. Kondisi tersebut membuat klub melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab masalah yang ia rasakan.
Tim medis selanjutnya memastikan bahwa otot paha depan kaki kirinya mengalami cedera kategori menengah. Sassuolo kemudian memulai tahapan rehabilitasi agar kondisi bek Timnas Indonesia tersebut dapat pulih secara optimal.
Masa Pemulihan Jadi Kendala Utama
Persoalan terbesar bagi Idzes sekarang berkaitan dengan waktu. FIFA ASEAN Cup 2026 sudah berada di depan mata, sedangkan pemulihan cedera otot tidak dapat berlangsung secara instan.
Untuk cedera dengan tingkat seperti yang Idzes alami, masa pemulihan dalam bahan laporan ini diperkirakan dapat mencapai empat hingga delapan pekan. Sementara itu, Sport Mediaset memperkirakan pemain tersebut membutuhkan sekitar satu bulan sebelum dapat kembali beraktivitas secara normal di lapangan.
Perkiraan tersebut membuat peluang Idzes tampil sejak awal FIFA ASEAN Cup 2026 semakin mengecil. Apalagi, turnamen dimulai hanya sekitar satu setengah pekan setelah pertandingan Sassuolo kontra Juventus.
Timnas Indonesia tentu perlu memperhitungkan kondisi tersebut ketika menyusun kekuatan di lini belakang. Memaksakan pemain kembali sebelum pulih sepenuhnya juga dapat mengganggu proses rehabilitasi.
Karena itu, perkembangan kondisi fisik Idzes dalam beberapa pekan ke depan menjadi faktor penting untuk menentukan kapan ia dapat kembali bermain.

Pesepak bola Timnas Indonesia Jay Idzes (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Bulgaria Christian Stoyanov (kedua kanan) saat final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.
Timnas Indonesia Berpotensi Kehilangan Sang Kapten
Jika proses pemulihan berlangsung sesuai estimasi, Idzes berpeluang melewatkan FIFA ASEAN Cup 2026. Kondisi tersebut membuat John Herdman perlu menyiapkan alternatif untuk mengisi sektor pertahanan.
Kehilangan Idzes bukan hanya menyangkut posisi bek tengah. Pemain yang pernah memperkuat Venezia itu juga mengemban tanggung jawab sebagai kapten Timnas Indonesia.
Situasi tersebut sekaligus dapat membuat Idzes melewatkan dua agenda internasional Indonesia secara beruntun. Sebelumnya, ia tidak memperkuat Garuda ketika menghadapi Oman dan Mozambik dalam FIFA Matchday Juni 2026.
Namun, keputusan mengenai keterlibatannya pada agenda berikutnya tetap perlu mempertimbangkan perkembangan rehabilitasi. Tim pelatih dan tenaga medis tentunya harus memastikan kondisi pemain sebelum ia kembali menjalani pertandingan dengan intensitas tinggi.
Indonesia Bersiap Menjadi Tuan Rumah
Di tengah kabar cedera Jay Idzes, Timnas Indonesia terus mempersiapkan diri menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026 Divisi I. Jakarta dan Bandung menjadi dua kota yang menggelar pertandingan sepanjang 24 September hingga 5 Oktober.
Indonesia masuk Grup A bersama tiga negara lainnya, yakni Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta menjadi arena untuk pertandingan grup tersebut.
Sementara itu, persaingan Grup B berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan mengisi grup tersebut.
Sebagai tuan rumah, Indonesia memiliki kesempatan menjalani fase grup di depan pendukung sendiri. Namun, masalah kebugaran pemain membuat tim pelatih perlu menyiapkan komposisi skuad secara matang.
John Herdman Perlu Menyiapkan Alternatif
Waktu menuju pertandingan pertama terus berkurang. Karena itu, John Herdman perlu mempunyai beberapa pilihan apabila Idzes belum memperoleh izin untuk kembali bertanding.
Tim pelatih dapat memanfaatkan masa persiapan untuk menentukan kombinasi pemain belakang yang paling sesuai. Langkah tersebut penting agar perubahan komposisi tidak mengganggu organisasi pertahanan Indonesia ketika turnamen dimulai.
Sementara bagi Idzes, fokus utama saat ini berada pada proses pemulihan bersama Sassuolo. Ia perlu melewati setiap tahapan rehabilitasi sebelum kembali berlatih penuh dan mengikuti pertandingan.
Dengan jarak antara cedera dan FIFA ASEAN Cup 2026 yang sangat pendek, kehadiran sang kapten bersama Garuda akan sangat bergantung pada perkembangan kondisi fisiknya. Timnas Indonesia pun harus mempersiapkan skenario pertandingan tanpa Idzes apabila ia belum siap kembali ke lapangan.