Manchester City – kembali gagal meraih kemenangan penting dalam perebutan gelar Liga Premier Inggris. Saat bertandang ke London Stadium, tim asuhan Pep Guardiola harus puas dengan skor imbang 1-1 melawan West Ham United. Hasil ini menjadi titik penting yang bisa memengaruhi jalannya perebutan gelar musim ini.

Situasi semakin menantang karena sebelum laga dimulai, Arsenal berhasil mengalahkan Everton dengan cara dramatis. Kemenangan itu membuat jarak poin di puncak klasemen semakin melebar. Dengan tambahan satu poin dari pertandingan melawan West Ham, peluang City untuk mengejar Arsenal tampak semakin berat.

Hasil Imbang Menguntungkan Arsenal

City menghadapi tekanan besar sejak menit awal karena tertinggal sepuluh poin dari rivalnya. Meski demikian, tim tamu sempat unggul lebih dulu melalui gol Bernardo Silva. Namun keunggulan tersebut hanya bertahan beberapa menit. Konstantinos Mavropanos berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan yang akurat, mengembalikan West Ham ke dalam permainan.

Pada babak kedua, Guardiola mencoba berbagai strategi untuk menembus pertahanan rapat West Ham. Beberapa pergantian pemain dan perubahan taktik diterapkan untuk menciptakan peluang lebih banyak. Meski memiliki sejumlah kesempatan emas, City gagal menambah gol. Bahkan satu tembakan sempat membentur mistar sebelum skor tetap imbang hingga akhir laga.

Menjelang menit akhir, West Ham hampir kebobolan lagi. Nico O’Reilly hampir mencetak gol, tetapi sundulannya berhasil diblok tepat di garis gawang oleh Mavropanos. Bola kemudian jatuh ke Marc Guehi, namun tembakannya dari jarak dekat melayang di atas gawang. Hasil ini membuat selisih poin antara Arsenal dan City menjadi sembilan, meski City masih memiliki satu pertandingan tersisa. Secara matematis peluang mengejar tetap ada, tetapi konsistensi performa menjadi tantangan besar bagi pasukan Guardiola.

Haaland Kembali Tidak Mampu Mencetak Gol

Pertandingan ini juga menjadi malam yang sulit bagi Erling Haaland. Penyerang asal Norwegia itu gagal mencetak gol untuk keempat kalinya berturut-turut di semua kompetisi. Padahal West Ham sebelumnya menjadi salah satu lawan favoritnya, dengan catatan 11 gol dari tujuh pertemuan sebelumnya.

City memulai laga dengan formasi 4-2-2-2, di mana Haaland berbagi posisi penyerang dengan Omar Marmoush. Namun pendekatan ini kurang efektif menghadapi pertahanan West Ham yang disusun rapat dengan sistem 5-4-1. Pada babak kedua, Guardiola mengubah formasi menjadi 4-4-2 lebih datar, memindahkan Haaland ke sisi kiri, sementara Antoine Semenyo bergeser ke sayap kiri. Masuknya Rayan Cherki sempat membuka ruang baru bagi Haaland, tetapi peluang itu digagalkan oleh kiper Mads Hermansen.

Menjelang akhir pertandingan, Haaland terlihat frustrasi setelah gagal mengontrol beberapa bola. Kekalahan peluang ini menambah tekanan bagi penyerang Norwegia, terutama di fase krusial perebutan gelar.

Manchester City

Jean-Clair Todibo dan Erling Haaland berebut bola dalam laga Liga Inggris antara West Ham United vs Manchester City di London Stadium, 15 Maret 2026

Guardiola Tegaskan Persaingan Gelar Masih Terbuka

Meski peluang timnya semakin menipis, Pep Guardiola menegaskan persaingan gelar belum berakhir. Pelatih asal Spanyol itu menyoroti kualitas tim dan semangat para pemain yang tetap tinggi.

“Tidak, semuanya belum selesai. Kami tidak kalah. Tim ini terus maju,” ujar Guardiola. “Kami memiliki kontrol permainan yang baik, kualitas para pemain luar biasa, dan energi tambahan di babak kedua. Meski dua pertandingan terakhir tidak berjalan sesuai harapan, performa secara keseluruhan tetap positif. Kami akan terus berjuang hingga akhir musim.”

Kesimpulan

Hasil imbang melawan West Ham memperlihatkan tantangan besar bagi Manchester City untuk mengejar Arsenal. Dengan selisih poin yang semakin melebar, stabilitas performa menjadi kunci agar City tetap berada dalam perburuan gelar Liga Premier. Meskipun peluang matematis masih ada, tekanan terhadap Guardiola dan tim semakin tinggi, sementara Arsenal tampak lebih nyaman di puncak klasemen.

Setiap pertandingan di fase akhir musim ini menjadi sangat menentukan. Jika City ingin menantang dominasi Arsenal, konsistensi performa dan pemanfaatan peluang emas harus segera ditingkatkan.