Como 1907 Di Liga Champions 2026-2027 akan menghadapi ujian besar setelah hasil undian League Phase mempertemukan klub asal Italia tersebut dengan sejumlah kekuatan utama Eropa. Barcelona, Paris Saint-Germain (PSG), hingga Manchester United masuk dalam daftar lawan yang harus dihadapi pasukan Cesc Fabregas.

Undian League Phase Liga Champions 2026-2027 berlangsung di Grimaldi Forum, Monako, Kamis (27/8/2026). Hasil tersebut menghadirkan perjalanan menarik bagi Como yang baru pertama kali merasakan atmosfer kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa itu.

Pertemuan dengan Barcelona juga memberikan cerita tersendiri. Fabregas mempunyai hubungan panjang dengan klub asal Catalunya tersebut. Kini, ia akan kembali menghadapi Barcelona bukan sebagai pemain, melainkan sebagai pelatih yang memimpin Como.

Direktur Olahraga Como, Carlalberto Ludi, menyambut hasil undian tersebut dengan antusias. Menurut Ludi, keberhasilan mencapai Liga Champions menciptakan momen bersejarah yang bukan hanya penting bagi klub, tetapi juga masyarakat Como.

Kesempatan bersaing di level tertinggi Eropa sekaligus memperlihatkan perkembangan pesat klub dalam beberapa tahun terakhir.

Perjalanan Como 1907 Menuju Liga Champions

Keberadaan Como 1907 di Liga Champions 2026-2027 terasa semakin istimewa apabila melihat perjalanan klub sejak beberapa tahun sebelumnya. Pada 2019, Como masih berkompetisi di Serie D yang merupakan kasta keempat dalam piramida sepak bola Italia.

Setelah melalui proses pembangunan tim, klub berjuluk Il Lariani terus meningkatkan level kompetisinya. Como akhirnya kembali mencicipi Serie A pada musim 2024-2025.

Meski berstatus sebagai tim yang baru promosi, Como mampu memberikan perlawanan dan menyelesaikan musim tersebut di posisi ke-10. Hasil itu menjadi fondasi penting untuk membangun tim yang lebih kompetitif.

Perkembangan mereka berlanjut pada Serie A 2025-2026. Fabregas membawa timnya tampil lebih konsisten dan bersaing di papan atas. Como kemudian mengakhiri kompetisi pada peringkat keempat.

Posisi tersebut membuka pintu menuju Liga Champions 2026-2027. Artinya, Como hanya membutuhkan sekitar tujuh tahun untuk melaju dari Serie D menuju panggung elite sepak bola Eropa.

Pencapaian itu tentu menjadi tonggak penting dalam sejarah klub. Terlebih, Como sekarang mendapatkan kesempatan untuk menguji kekuatannya melawan klub-klub yang memiliki pengalaman panjang di Liga Champions.

Como 1907 di Liga Champions

Ekspresi Cesc Fabregas dalam laga pekan ke-35 Liga Italia 2025-2026 Como vs Napoli di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Sabtu (2/5/2026).

Fabregas Akan Kembali Bertemu Barcelona

Salah satu pertandingan yang paling menarik perhatian adalah duel Barcelona melawan Como. Laga tersebut membawa Cesc Fabregas kembali ke lingkungan yang mempunyai tempat penting dalam perjalanan karier sepak bolanya.

Fabregas pernah mengembangkan kemampuannya di akademi Barcelona, La Masia. Pada periode tersebut, ia berada dalam generasi yang sama dengan Lionel Messi sebelum kemudian melanjutkan perjalanan karier profesionalnya.

Hubungan Fabregas dengan Barcelona tidak berhenti di level akademi. Ia kembali ke klub tersebut sebagai pemain pada 2011 dan bertahan sampai 2014.

Karena itu, pertandingan Barcelona vs Como akan menawarkan cerita lebih dari sekadar persaingan memperebutkan poin. Fabregas sekarang datang dengan tanggung jawab berbeda karena ia harus menyusun strategi untuk membawa Como bersaing menghadapi mantan klubnya.

Namun, Como tidak hanya akan menghadapi Barcelona. Hasil undian juga memberikan tantangan berat lainnya, termasuk duel melawan juara bertahan PSG serta Manchester United.

Mentalitas Cesc Fabregas Jadi Modal Como

Carlalberto Ludi menilai jadwal yang berat tidak akan mengurangi kepercayaan diri Como. Ia melihat mentalitas Fabregas dan pemilik klub sebagai salah satu modal penting untuk menghadapi lawan-lawan berkelas.

Menurutnya, Como selalu membawa semangat untuk bersaing sekaligus berkembang. Karena itu, pertemuan melawan klub-klub besar justru dapat menjadi kesempatan untuk mengukur perkembangan tim.

Ludi juga menekankan pentingnya kerja keras selama menjalani musim yang sangat menantang. Como ingin mempertahankan ambisi tanpa kehilangan keseimbangan dalam menghadapi tekanan kompetisi domestik maupun Eropa.

Pendekatan tersebut sesuai dengan perkembangan klub dalam beberapa musim terakhir. Como tidak langsung berada di level tertinggi, tetapi membangun kekuatan secara bertahap hingga akhirnya mampu menembus empat besar Serie A.

Kini, tantangan berikutnya jauh lebih besar. Fabregas perlu menyiapkan timnya untuk menghadapi karakter permainan yang berbeda dari berbagai negara.

Delapan Lawan Como di League Phase Liga Champions

Como akan menjalani delapan pertandingan selama League Phase Liga Champions 2026-2027. Empat pertandingan berlangsung di kandang, sementara empat lainnya membawa mereka bertandang ke markas lawan.

Berikut jadwal pertandingan Como berdasarkan hasil undian:

  • Como vs Paris Saint-Germain
  • Barcelona vs Como
  • Como vs Manchester United
  • Real Betis vs Como
  • Como vs RB Leipzig
  • Feyenoord vs Como
  • Como vs AEK
  • Lens vs Como

Daftar tersebut menunjukkan besarnya tantangan yang menanti Il Lariani. PSG, Barcelona, dan Manchester United mempunyai nama besar di sepak bola Eropa. Sementara itu, Real Betis, RB Leipzig, Feyenoord, AEK, dan Lens juga menawarkan tantangan dengan karakter permainan masing-masing.

Bagi Como, debut di Liga Champions bukan sekadar kesempatan menikmati pencapaian setelah perjalanan panjang dari divisi bawah. Kompetisi tersebut juga menjadi panggung untuk membuktikan sejauh mana proyek yang mereka bangun mampu bersaing pada level internasional.

Mentalitas kompetitif yang Fabregas tanamkan akan mendapatkan ujian nyata ketika Como mulai menghadapi para raksasa Eropa. Terlepas dari hasil yang nantinya mereka raih, keberhasilan membawa klub dari Serie D menuju Liga Champions dalam rentang sekitar tujuh tahun sudah menciptakan babak penting dalam perjalanan Como 1907.