Nama Como 1907 – Mulai menarik perhatian publik sepak bola Eropa setelah tampil mengejutkan di Serie A musim ini. Klub yang dulu hanya di kenal sebagai tim kecil kini berhasil menembus papan atas Liga Italia dan membuka peluang tampil di kompetisi elite Eropa musim depan.
Keberhasilan Como membuat banyak pengamat sepak bola Italia terkejut. Klub yang beberapa tahun lalu nyaris tenggelam dari kompetisi profesional kini justru mampu bersaing dengan tim besar seperti Juventus, AC Milan, dan AS Roma.
Jika hasil pertandingan terakhir Serie A berjalan sesuai skenario, Como bahkan berpeluang tampil di Liga Champions musim depan. Situasi tersebut membuat nama Indonesia berpotensi semakin sering terdengar dalam siaran sepak bola Eropa karena Djarum Group menjadi sosok utama di balik kebangkitan klub ini.
Djarum Group Bangun Como dengan Strategi Jangka Panjang
Djarum Group mengambil alih Como pada 2019 ketika klub tersebut masih berjuang di kasta bawah sepak bola Italia. Saat banyak investor memilih membeli klub besar dan langsung menghamburkan uang untuk pemain mahal, Djarum justru memilih membangun Como secara perlahan dari bawah.
Strategi itu menunjukkan karakter khas Djarum dalam dunia olahraga. Grup bisnis asal Indonesia tersebut memang terkenal memiliki komitmen kuat terhadap pembinaan olahraga, terutama bulu tangkis. Mereka tidak sekadar mengejar popularitas, tetapi fokus membentuk sistem yang kuat dan berkelanjutan.
Como menjadi proyek jangka panjang yang di bangun dengan kesabaran. Setelah akuisisi berlangsung, klub ini langsung menunjukkan perkembangan positif. Como berhasil menjuarai Serie D, lalu naik ke Serie C, kemudian melanjutkan langkah menuju Serie B sebelum akhirnya promosi ke Serie A pada musim 2024/2025.
Perjalanan tersebut membuktikan bahwa Djarum tidak mencari kesuksesan instan. Mereka menyusun fondasi klub dengan rapi, memperkuat manajemen, memperbaiki kualitas tim, dan menjaga kondisi finansial tetap sehat.

Bek Como asal Spanyol, Alex Valle (ketiga dari kanan), merayakan golnya bersama rekan-rekan satu tim saat pertandingan Serie A Italia antara Como dan Inter Milan di Stadion Giuseppe Sinigaglia di Como, Italia, pada 12 April 2026.
Performa Como Mengejutkan Serie A
Musim ini, Como tampil luar biasa di Serie A. Klub tersebut berhasil mengoleksi poin penting dan menempati papan atas klasemen hingga pekan terakhir kompetisi. Mereka bahkan unggul atas beberapa klub besar yang memiliki sejarah panjang di sepak bola Italia.
Tidak hanya kuat dalam meraih kemenangan, Como juga tampil konsisten sepanjang musim. Tim ini mencatat jumlah kekalahan yang sangat sedikit dan memiliki lini pertahanan yang solid. Di sisi lain, produktivitas gol mereka juga termasuk salah satu yang terbaik di Serie A.
Statistik tersebut menunjukkan kualitas permainan Como yang seimbang. Mereka mampu menyerang dengan efektif sekaligus menjaga pertahanan tetap disiplin. Kombinasi itu membuat Como menjadi lawan yang sulit di kalahkan.
Keberhasilan tersebut terasa semakin istimewa karena Como tidak melakukan belanja pemain secara berlebihan. Manajemen klub tetap bergerak realistis dalam bursa transfer dan memilih pemain yang benar-benar sesuai kebutuhan tim.
Pada bursa transfer musim panas, Como memang mendatangkan beberapa pemain baru. Namun sebagian besar pemain tersebut sebelumnya sudah menjalani masa peminjaman bersama klub. Langkah itu membuat proses adaptasi berjalan lebih mudah.
Transfer termahal Como juga masih berada dalam kategori wajar untuk ukuran sepak bola Eropa. Klub ini lebih mengutamakan keseimbangan keuangan daripada mengejar sensasi transfer besar.
Cesc Fabregas Jadi Kunci Kesuksesan Como
Keberhasilan Como musim ini tidak lepas dari peran Cesc Fabregas. Mantan gelandang tim nasional Spanyol tersebut berhasil membawa filosofi permainan modern ke dalam tim.
Fabregas tidak hanya bekerja sebagai pelatih, tetapi juga ikut terlibat sebagai pemegang saham minoritas klub. Kedekatan tersebut membuatnya memiliki visi jangka panjang bersama Como.
Sebagai pelatih muda, Fabregas menunjukkan kemampuan luar biasa dalam membangun mental dan karakter tim. Ia berhasil menciptakan gaya bermain agresif, di siplin, dan penuh percaya diri.
Pengalaman Fabregas saat bermain bersama Arsenal, Barcelona, dan Chelsea ikut membantu perkembangan Como. Ia memahami bagaimana membentuk tim yang mampu bersaing di level tertinggi.
Selain Fabregas, nama Thierry Henry juga ikut terlibat dalam proyek Como sebagai pemegang saham minoritas. Kehadiran sosok-sosok besar tersebut semakin memperkuat citra klub di mata sepak bola Eropa.
Como Berpeluang Jadi Kekuatan Baru Italia
Jika berhasil tampil di kompetisi Eropa musim depan, Como akan menghadapi tantangan yang jauh lebih berat. Klub ini perlu memperdalam kualitas skuad agar mampu bersaing di banyak kompetisi sekaligus.
Meski begitu, banyak pihak percaya Como memiliki masa depan cerah. Djarum Group menunjukkan keseriusan penuh dalam membangun klub, sementara Fabregas terus memperlihatkan kapasitasnya sebagai pelatih muda berbakat.
Kombinasi manajemen profesional, kestabilan finansial, dan strategi pembangunan jangka panjang membuat Como berkembang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir.
Kini, Como bukan lagi sekadar klub kejutan. Mereka mulai menjelma menjadi simbol kebangkitan baru di sepak bola Italia. Jika tren positif ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Como akan berubah menjadi salah satu penantang serius gelar Serie A dalam beberapa musim mendatang.