Konfederasi – Sepak Bola Asia (AFC) resmi menggelar drawing Kualifikasi Piala Asia U20 2027 pada Kamis, 28 Mei 2026. Proses undian berlangsung di AFC House, Kuala Lumpur, Malaysia, dan menghadirkan sejumlah grup menarik yang akan bersaing menuju putaran final.
Dalam hasil drawing tersebut, Timnas Indonesia U-20 masuk ke Grup H bersama Australia, Malaysia, dan Laos. Grup ini langsung mencuri perhatian karena seluruh pesertanya berasal dari kawasan Asia Tenggara serta tergabung dalam federasi AFF.
Persaingan di Grup H di prediksi berlangsung sengit sejak laga pertama. Australia hadir dengan status juara bertahan sehingga menjadi lawan terkuat bagi skuad muda Garuda. Sementara Malaysia dan Laos juga memiliki ambisi besar untuk mencuri tiket menuju putaran final Piala Asia U20 2027.
Turnamen kualifikasi kali ini terasa berbeda karena AFC mulai menerapkan format baru yang mengubah sistem kompetisi secara signifikan. Perubahan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas persaingan antarnegara di level usia muda Asia.
AFC Terapkan Format Baru di Kualifikasi Piala Asia U20 2027
Mulai edisi 2027, AFC membagi sistem kompetisi ke dalam dua fase utama, yaitu Fase Kualifikasi dan Fase Pengembangan. Organisasi sepak bola Asia itu juga menerapkan sistem promosi dan degradasi untuk menciptakan kompetisi yang lebih kompetitif.
Sebanyak 32 negara tampil di Fase Kualifikasi. AFC membagi seluruh peserta ke dalam delapan grup dan masing-masing grup berisi empat tim. Setiap negara akan berjuang memperebutkan posisi terbaik demi lolos ke putaran final.
Sementara itu, Fase Pengembangan menghadirkan 12 negara yang terbagi ke dalam tiga grup. Tim-tim di fase tersebut akan bersaing demi mendapatkan promosi ke Fase Kualifikasi pada edisi berikutnya.
AFC berharap sistem baru ini mampu mendorong perkembangan sepak bola usia muda di Asia. Dengan adanya promosi dan degradasi, setiap tim memiliki motivasi lebih besar untuk menjaga performa dan meningkatkan kualitas permainan.
Selain itu, format baru ini memberi peluang bagi negara-negara berkembang untuk memperbaiki level kompetitif mereka secara bertahap.
Timnas Indonesia U-20 Hadapi Tantangan Berat di Grup H
Timnas Indonesia U-20 di pastikan menghadapi tantangan besar di Grup H. Australia menjadi lawan paling berat karena memiliki tradisi kuat di sepak bola usia muda Asia.
Status sebagai juara bertahan membuat Australia datang dengan kepercayaan diri tinggi. Tim muda Socceroos di kenal memiliki fisik kuat, permainan cepat, dan kualitas individu yang merata di setiap lini.
Namun, Timnas Indonesia U-20 juga memiliki peluang untuk bersaing. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan sepak bola usia muda Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan. Dukungan kompetisi kelompok umur dan pengalaman internasional mulai memberikan dampak positif terhadap kualitas pemain muda nasional.
Pelatih Nova Arianto di perkirakan akan mempersiapkan tim secara maksimal menghadapi persaingan ketat di grup ini. Selain Australia, Malaysia juga menjadi lawan yang tidak boleh diremehkan.
Pertemuan Indonesia dan Malaysia di level usia muda selalu menghadirkan tensi tinggi. Rivalitas panjang kedua negara membuat pertandingan di pastikan berlangsung menarik dan penuh gengsi.
Sementara itu, Laos yang berstatus tuan rumah juga memiliki keuntungan tersendiri. Dukungan suporter dan kondisi lapangan yang familiar bisa menjadi modal penting bagi Laos untuk memberikan kejutan.

Pesepak bola Timnas Indonesia U20 Muhammad Ragil (kiri) dan Jens Raven (kanan) menjalani sesi latihan resmi di Lapangan THOR, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (23/1/2025). Latihan tersebut merupakan persiapan Timnas Indonesia U-20 yang akan bertanding melawan Yordania pada Mandiri U-20 Challenge Series 2025 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada (24/1).
Negara Tuan Rumah dan Pembagian Grup Kualifikasi
Sebelum drawing berlangsung, AFC lebih dulu menunjuk delapan negara sebagai tuan rumah grup. Negara-negara tersebut terdiri dari Bahrain, Kamboja, Kirgistan, Laos, Qatar, Thailand, Uzbekistan, dan Vietnam.
Penunjukan tuan rumah bertujuan mempermudah pelaksanaan pertandingan kualifikasi yang berlangsung dalam sistem terpusat. Setiap negara tuan rumah akan menggelar seluruh pertandingan grup di wilayah masing-masing.
Selain Grup H yang dihuni Indonesia, beberapa grup lain juga menghadirkan persaingan menarik. Timnas Vietnam U-20 tergabung di Grup C bersama Iran, Korea Utara, dan Palestina.
Sementara itu, Timnas Thailand U-20 masuk ke Grup F bersama Irak, Uni Emirat Arab, dan Turkmenistan. Grup tersebut diprediksi menjadi salah satu grup paling berat dalam babak kualifikasi.
Pembagian grup kali ini memperlihatkan persaingan ketat antarnegara Asia dalam memperebutkan tiket menuju putaran final.
Perebutan Tiket Menuju Putaran Final Piala Asia U20 2027
AFC menetapkan delapan juara grup serta tujuh runner-up terbaik untuk lolos ke putaran final Piala Asia U20 2027. Seluruh tim yang berhasil lolos nantinya akan bergabung dengan China sebagai tuan rumah turnamen utama.
Sistem ini membuat setiap pertandingan memiliki arti penting karena selisih poin maupun produktivitas gol dapat menentukan peluang lolos sebagai runner-up terbaik.
Selain persaingan menuju putaran final, AFC juga menerapkan sistem degradasi pada format baru ini. Enam tim dengan hasil terburuk di Fase Kualifikasi akan turun ke Fase Pengembangan pada edisi berikutnya.
Aturan tersebut membuat setiap negara harus tampil maksimal demi menjaga posisi mereka di level kompetisi tertinggi Asia.
Kualifikasi Piala Asia U20 2027 dijadwalkan berlangsung mulai 31 Agustus hingga 6 September 2026. Seluruh tim kini mulai mempersiapkan skuad terbaik demi meraih hasil maksimal dan mengamankan tiket menuju putaran final.
Bagi Timnas Indonesia U-20, turnamen ini menjadi kesempatan penting untuk membuktikan perkembangan sepak bola muda nasional sekaligus mengukur kekuatan menghadapi negara-negara terbaik Asia.