John Herdman – Mulai menunjukkan arah baru dalam membangun kekuatan skuad Garuda. Setelah beberapa bulan menangani tim nasional, Herdman menilai masih ada sejumlah aspek penting yang harus segera di perbaiki, terutama terkait mentalitas pemain saat berada di lapangan.

Menurut pelatih asal Inggris tersebut, Timnas Indonesia masih terlalu bergantung pada sosok penyerang tengah untuk mencetak gol. Ia ingin mengubah pola pikir tersebut dengan membangun budaya menyerang yang melibatkan seluruh pemain, tanpa memandang posisi bermain.

Sejak resmi di perkenalkan oleh PSSI pada 13 Januari 2026, Herdman langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap permainan Timnas Indonesia. Dalam waktu sekitar empat bulan, ia sudah memimpin skuad Garuda menjalani dua pertandingan internasional pada ajang FIFA Series 2026.

Turnamen tersebut menjadi kesempatan penting bagi Herdman untuk memahami karakter tim yang kini ia tangani. Dari laga melawan Saint Kitts and Nevis dan Bulgaria, ia mulai menemukan sejumlah kelemahan mendasar yang perlu segera di benahi agar Indonesia bisa tampil lebih kompetitif di level internasional.

Timnas Indonesia Di nilai Masih Terlalu Pasif

Salah satu sorotan utama Herdman adalah gaya bermain Timnas Indonesia yang di anggap masih terlalu berhati-hati. Ia menilai skuad Garuda lebih sering bertahan dan mengandalkan serangan balik di banding mencoba mengontrol permainan.

Strategi seperti itu menurutnya membuat kreativitas serangan Indonesia menjadi terbatas. Ketika tim hanya fokus menunggu kesempatan transisi, peluang untuk menciptakan tekanan berkelanjutan di area lawan menjadi sangat minim.

Herdman menginginkan perubahan pendekatan yang lebih progresif. Ia berharap para pemain mulai berani mengambil risiko, melakukan tekanan tinggi, serta aktif mencari ruang di area pertahanan lawan.

Dalam evaluasinya, permainan Indonesia sebenarnya sudah cukup baik ketika membangun serangan dari lini belakang hingga lini tengah. Namun, masalah mulai terlihat saat memasuki sepertiga akhir lapangan. Pergerakan tanpa bola masih kurang agresif dan jumlah pemain yang masuk ke kotak penalti juga belum maksimal.

Situasi itulah yang membuat peluang mencetak gol Timnas Indonesia masih belum konsisten.

John Herdman

Striker Timnas Indonesia dan Persija Jakarta Mauro Zijlstra

Semua Pemain Harus Punya Naluri Mencetak Gol

John Herdman percaya bahwa sepak bola modern membutuhkan kontribusi menyerang dari seluruh pemain. Karena itu, ia tidak ingin tanggung jawab mencetak gol hanya di bebankan kepada seorang striker.

Menurutnya, pemain sayap, gelandang, hingga bek sekalipun harus memiliki keberanian untuk ikut membantu serangan. Ia ingin setiap pemain memiliki keyakinan bahwa mereka mampu menciptakan peluang dan mencetak gol ketika mendapatkan kesempatan.

Konsep tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam program latihan Timnas Indonesia saat ini. Herdman mulai menanamkan kebiasaan agar pemain lebih aktif mencari ruang kosong, melakukan overlap, serta berani masuk ke area berbahaya lawan.

Ia juga menilai perubahan mentalitas akan memberikan dampak besar terhadap rasa percaya diri pemain di atas lapangan. Ketika semua pemain memiliki ambisi menyerang, permainan tim akan menjadi lebih hidup dan sulit di prediksi lawan.

Selain itu, Herdman menilai ketergantungan terhadap satu penyerang murni justru dapat menghambat perkembangan tim. Dalam sepak bola modern, banyak tim sukses yang mampu mencetak gol dari berbagai lini karena memiliki pola permainan kolektif.

Bek dan Gelandang Diminta Lebih Aktif Menyerang

Dalam sistem permainan yang sedang di bangun Herdman, pemain bertahan juga memiliki peran penting dalam membantu serangan. Bek tengah di harapkan lebih berani memanfaatkan situasi bola mati, sementara bek sayap di minta aktif membantu penyerangan dari sisi lapangan.

Ia ingin seluruh pemain memahami bahwa menyerang adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas lini depan. Dengan cara tersebut, Timnas Indonesia di harapkan mampu menciptakan variasi serangan yang lebih berbahaya.

Herdman juga mulai menekankan pentingnya pergerakan tanpa bola dan timing masuk ke kotak penalti. Menurutnya, banyak peluang bisa tercipta apabila pemain mampu membaca situasi dengan tepat dan berani mengambil inisiatif.

Pendekatan ini menjadi bagian dari transformasi besar yang sedang di siapkan untuk meningkatkan kualitas permainan Timnas Indonesia secara keseluruhan.

Komunikasi Intens dengan Pemain Senior

Untuk mempercepat proses adaptasi, Herdman mengaku aktif berdiskusi dengan sejumlah pemain senior di dalam tim. Ia menyebut komunikasi yang terjalin berjalan sangat positif dan para pemain menyambut baik perubahan yang sedang di bangun.

Kelompok pemain senior di nilai memiliki peran penting dalam membantu menyampaikan filosofi permainan kepada anggota tim lainnya. Dengan dukungan tersebut, Herdman optimistis proses perubahan mentalitas dapat berjalan lebih cepat.

Ia melihat adanya antusiasme besar dari para pemain untuk mencoba gaya bermain yang lebih menyerang dan agresif. Hal itu menjadi sinyal positif bagi perkembangan Timnas Indonesia ke depan.

Harapan Baru untuk Masa Depan Skuad Garuda

Kehadiran John Herdman membawa harapan baru bagi perjalanan Timnas Indonesia. Dengan pendekatan modern yang menekankan permainan kolektif dan keberanian menyerang, skuad Garuda di harapkan mampu berkembang menjadi tim yang lebih kompetitif di Asia.

Meski perubahan tidak bisa terjadi secara instan, langkah awal yang di lakukan Herdman menunjukkan visi yang jelas dalam membangun identitas permainan Indonesia. Jika proses ini berjalan sesuai rencana, Timnas Indonesia berpeluang tampil lebih tajam, agresif, dan percaya diri dalam menghadapi berbagai turnamen internasional mendatang.