Veda Ega Pratama Dan Mario Suryo Aji tengah menjalani tantangan besar sebagai wakil Indonesia di ajang balap motor dunia musim 2026. Keduanya menetap di Barcelona, Spanyol, demi fokus menghadapi kompetisi yang semakin kompetitif. Veda berjuang di kelas Moto3, sedangkan Mario tampil di kelas Moto2. Di balik kesibukan mereka mempersiapkan diri menghadapi setiap seri balapan, tersimpan sejumlah pengalaman menarik yang memperlihatkan kehidupan sehari-hari para pembalap Indonesia di Eropa.

Tidak hanya berkutat dengan latihan fisik dan teknik berkendara, kedua pebalap muda tersebut juga harus menyesuaikan diri dengan budaya, aturan, serta kehidupan baru di Spanyol. Salah satu pengalaman yang paling membekas justru terjadi ketika mereka sedang menuju sirkuit untuk menjalani aktivitas balap. Saat itu, kendaraan yang mereka gunakan di hentikan oleh polisi setempat karena melanggar aturan lalu lintas.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi cerita yang sering mereka kenang. Meski harus menerima sanksi berupa denda, pengalaman itu justru memperlihatkan eratnya hubungan antara Veda dan Mario selama menjalani kehidupan di Eropa.

Pengalaman Kena Tilang Jadi Cerita Tak Terlupakan

Veda Ega Pratama mengaku masih mengingat jelas momen ketika dirinya bersama Mario Suryo Aji di berhentikan aparat kepolisian dalam perjalanan menuju sirkuit. Insiden itu menjadi salah satu pengalaman unik selama menetap di Spanyol.

Menurut Veda, Mario langsung mengambil tanggung jawab dengan membayar denda yang di kenakan kepada mereka. Sikap tersebut menunjukkan kedekatan sekaligus solidaritas yang terjalin di antara dua pebalap Indonesia tersebut.

Mario pun membenarkan cerita tersebut. Ia mengaku memang menjadi orang yang menyelesaikan urusan pembayaran denda saat itu. Meski sempat mengalami kejadian yang tidak menyenangkan, keduanya menganggap insiden tersebut sebagai pelajaran untuk lebih memahami aturan lalu lintas di negara tempat mereka tinggal.

Pengalaman itu sekaligus menjadi bukti bahwa kehidupan seorang atlet profesional tidak selalu berisi latihan dan balapan. Mereka juga harus beradaptasi dengan berbagai situasi baru, termasuk menaati regulasi yang berlaku di negara lain.

Tinggal Bersama dan Menjalani Latihan Secara Disiplin

Selama mengikuti kompetisi di Eropa, Veda dan Mario memilih tinggal bersama di Barcelona. Keputusan tersebut memudahkan keduanya dalam menjalani rutinitas sehari-hari sekaligus menjaga semangat selama menjalani musim balap yang panjang.

Hampir setiap hari mereka berangkat bersama menuju tempat latihan maupun pusat kebugaran. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga performa agar tetap kompetitif sepanjang musim.

Veda menjelaskan bahwa dirinya dan Mario rutin menjalani berbagai program latihan, baik latihan fisik maupun persiapan teknik. Mereka juga saling mendukung agar tetap fokus menghadapi jadwal balapan yang padat.

Sementara itu, Mario menegaskan bahwa disiplin merupakan faktor utama yang membantu mereka berkembang di level dunia. Menurutnya, setiap pekan sudah memiliki jadwal yang tersusun dengan rapi sehingga tidak ada waktu yang terbuang sia-sia.

Dalam satu minggu, mereka menjalani aktivitas sekitar lima hari dengan variasi latihan yang berbeda. Program tersebut meliputi latihan menggunakan motor, latihan kekuatan fisik, kebugaran, hingga pemulihan kondisi tubuh. Dengan pola latihan yang konsisten, keduanya berusaha menjaga kondisi terbaik menjelang setiap seri MotoGP.

Veda Ega Pratama Dan Mario Suryo Aji

Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji berbagi pengalaman selama menetap di Spanyol, yang menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka sebagai pebalap muda Indonesia.

Dukungan Orang Tua Menjadi Awal Perjalanan Karier

Kesuksesan Veda dan Mario tidak terlepas dari peran besar keluarga, terutama ayah mereka yang sama-sama memiliki latar belakang sebagai pembalap.

Veda Ega Pratama mengungkapkan bahwa kecintaannya terhadap dunia balap tumbuh sejak kecil ketika sering menemani sang ayah, Sudarmono, berlatih dan mengikuti perlombaan. Dari pengalaman tersebut muncul keinginan untuk mengikuti jejak sang ayah menjadi pembalap profesional.

Dukungan keluarga membuat Veda semakin percaya diri menekuni dunia balap. Ia mengawali karier melalui motocross ketika masih kecil sebelum akhirnya beralih ke road race pada usia sembilan tahun.

Setelah mengumpulkan pengalaman di berbagai kejuaraan nasional, Veda terus meningkatkan kemampuannya hingga berhasil menembus level internasional pada 2022. Perjalanan tersebut menjadi fondasi penting yang mengantarkannya bersaing di Moto3 musim 2026.

Mario Suryo Aji Juga Mengikuti Jejak Sang Ayah

Mario Suryo Aji memiliki cerita yang hampir serupa. Minatnya terhadap balap motor lahir dari sosok almarhum ayahnya, Hartoto, yang juga pernah berkarier sebagai pembalap.

Sejak usia dini, Mario sudah di kenalkan dengan dunia otomotif. Ia mulai mencoba motocross ketika berusia sekitar lima hingga enam tahun. Ketertarikannya terhadap motor bahkan sangat besar hingga sulit di pisahkan dari kendaraan roda dua tersebut.

Mario mengenang masa kecilnya dengan senyum. Ia mengaku selalu ingin mengendarai motor setiap hari. Jika tidak sempat berlatih atau mengendarai motor, dirinya merasa sangat kecewa. Kebiasaan itu akhirnya membentuk karakter sekaligus kemampuan yang terus berkembang hingga membawanya tampil di ajang balap dunia.

Kini, Mario menjadi salah satu pembalap Indonesia yang tampil di kelas Moto2, sedangkan Veda berkompetisi di Moto3. Keduanya terus membawa harapan besar bagi Indonesia di pentas balap internasional.

Kisah mereka membuktikan bahwa perjalanan menuju kejuaraan dunia tidak hanya di tentukan oleh bakat, tetapi juga kerja keras, disiplin, dukungan keluarga, serta kemampuan beradaptasi dengan kehidupan di luar negeri. Pengalaman tinggal bersama di Spanyol, menjalani latihan setiap hari, hingga menghadapi kejadian tak terduga seperti terkena tilang menjadi bagian dari proses panjang yang menempa mental mereka sebagai atlet profesional. Dengan semangat tersebut, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji terus berupaya mengharumkan nama Indonesia di arena balap motor dunia.