PSG Kalah Dari Lens dengan skor tipis 0-1 dalam pertandingan Piala Super Prancis 2026. Hasil tersebut membuat Paris Saint-Germain gagal melanjutkan dominasinya di ajang yang memiliki nama resmi Trophee des Champions itu.

Duel berlangsung di Stade Bollaert-Delelis pada Senin (17/8/2026) dini hari WIB. PSG memasuki pertandingan sebagai tim favorit karena memiliki materi pemain berkualitas. Namun, Lens mampu mematahkan prediksi tersebut melalui permainan efektif sepanjang laga.

Paris Saint-Germain langsung mengambil inisiatif serangan sejak wasit memulai pertandingan. Mereka berusaha menguasai bola sekaligus menekan pertahanan tuan rumah. Pelatih PSG juga memberikan kesempatan kepada dua pemain baru untuk tampil sejak menit pertama.

Maghnes Akliouche dan Lucas Digne langsung masuk dalam susunan starter. Kehadiran keduanya menambah pilihan PSG dalam membangun serangan dan mengendalikan permainan.

PSG kemudian meningkatkan intensitas permainan untuk mencari gol pembuka. Mereka mencoba mengembangkan serangan dari berbagai sisi. Lens memilih menjaga organisasi pertahanan sambil menunggu kesempatan melancarkan serangan balik.

Strategi tersebut akhirnya memberikan hasil untuk Lens.

Florian Thauvin Bawa Lens Memimpin

Lens membuka keunggulan ketika pertandingan memasuki menit ke-30. Florian Thauvin menjadi pemain yang mengubah jalannya pertandingan melalui penyelesaian cepat di depan gawang PSG.

Proses gol bermula ketika Matthieu Udol melepaskan sepakan keras menuju tiang jauh. Thauvin membaca arah bola dengan baik dan langsung menyambarnya. Aksi tersebut membuat Lens memimpin 1-0.

Gol itu sekaligus memberikan tekanan besar kepada PSG. Sebelumnya, Les Parisiens lebih banyak mengambil kendali permainan. Namun, Lens mampu memaksimalkan salah satu kesempatan penting yang mereka dapatkan.

PSG segera meningkatkan tekanan setelah tertinggal. Akliouche dan rekan-rekannya terus mencari celah untuk membongkar pertahanan Lens.

Peluang PSG untuk mengejar skor semakin besar ketika Lens kehilangan Kyllian Antonio. Wasit memberikan kartu merah kepada Antonio setelah ia melakukan pelanggaran keras terhadap Akliouche.

Keunggulan jumlah pemain membuat PSG memiliki kesempatan lebih besar untuk menguasai pertandingan. Mereka pun berusaha memanfaatkan situasi tersebut untuk mencetak gol sebelum laga berakhir.

Namun, Lens tetap mampu mempertahankan keunggulan.

PSG kalah dari Lens

PSG takluk 0-1 dari Lens di final Piala Super Prancis 2026.

PSG Gagal Memanfaatkan Keunggulan Pemain

Memasuki babak kedua, PSG kembali mengambil kendali permainan. Mereka meningkatkan tempo serangan dan terus berusaha menciptakan peluang.

Lens menghadapi tekanan dengan menjaga pertahanan secara disiplin. Para pemain tuan rumah berusaha menutup ruang dan menghambat aliran serangan PSG menuju area berbahaya.

Meski memiliki keunggulan jumlah pemain, PSG tidak mampu mengubah peluang menjadi gol. Serangan mereka berkali-kali menemui jalan buntu.

Situasi kemudian berubah ketika Nuno Mendes menerima kartu merah. Bek PSG tersebut harus meninggalkan lapangan setelah menyikut Michal Sikoras.

Kartu merah Mendes membuat kedua tim sama-sama bermain dengan sepuluh pemain. Kondisi tersebut sekaligus menyulitkan PSG yang sedang berusaha mengejar ketertinggalan.

Les Parisiens tetap berusaha mencari gol penyama kedudukan hingga menit-menit terakhir. Akan tetapi, Lens berhasil menjaga keunggulan 1-0 sampai wasit meniup peluit panjang.

Lens Akhiri Dominasi PSG di Trophee des Champions

Kemenangan 1-0 membawa Lens meraih pencapaian penting dalam sejarah klub. Mereka akhirnya mengangkat trofi Piala Super Prancis setelah dua kali tampil dalam pertandingan tersebut.

Hasil ini juga mengakhiri dominasi PSG selama empat tahun terakhir. Sebelum menghadapi Lens, klub ibu kota Prancis tersebut selalu mampu menguasai trofi dalam empat edisi secara beruntun.

Meski gagal mempertahankan gelar, PSG tetap memegang status sebagai klub paling sukses sepanjang sejarah Trophee des Champions. Les Parisiens telah mengumpulkan 14 gelar di kompetisi tersebut.

Namun, kegagalan kali ini menjadi catatan penting bagi PSG. Mereka sebenarnya memasuki pertandingan dengan status favorit dan memiliki materi pemain yang lebih mentereng. Selain itu, PSG sempat mendapatkan keuntungan ketika Lens kehilangan satu pemain akibat kartu merah.

Lens justru menunjukkan efektivitas yang lebih baik. Gol Florian Thauvin pada menit ke-30 menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat tersebut.

Tim tuan rumah juga mampu mempertahankan konsentrasi ketika PSG meningkatkan tekanan. Kerja keras tersebut akhirnya menghasilkan trofi bersejarah.

Bagi PSG, kekalahan dari Lens membuat mereka harus melepas gelar yang sudah mereka pertahankan selama empat tahun. Sementara itu, Lens berhasil memanfaatkan kesempatan untuk mencatatkan trofi pertama mereka di Trophee des Champions.

Pertandingan ini sekaligus membuktikan bahwa dominasi penguasaan bola dan kualitas individu tidak selalu menjamin kemenangan. Lens mampu menjaga keunggulan, menghadapi tekanan PSG, dan menutup pertandingan dengan kemenangan 1-0.