LJK Padel 2026 membuka babak baru dalam perjalanan Liga Jasa Keuangan dengan menghadirkan padel sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan untuk pertama kalinya. Kompetisi ini mempertemukan ratusan peserta dari berbagai institusi di sektor keuangan sekaligus memperluas ruang interaksi antarpelaku industri melalui olahraga.
Liga Jasa Keuangan sebelumnya lebih identik dengan kompetisi basket. Namun, pada penyelenggaraan 2026, panitia mulai mengembangkan turnamen dengan memasukkan padel ke dalam rangkaian kegiatan.
Sebanyak 20 institusi keuangan mengirimkan tim untuk mengikuti edisi perdana tersebut. Panitia memulai rangkaian pertandingan di Milo’s Padel Kemang, Jakarta, Minggu (6/9/2026).
Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hernawan Bekti Sasongko membuka kegiatan tersebut. Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M. Juhro bersama sejumlah pimpinan institusi peserta juga menghadiri pembukaan.
LJK Padel 2026 Libatkan 200 Pemain
Panitia mencatat total 200 pemain mengikuti kompetisi. Mereka berasal dari tiga kelompok utama yang mencakup perbankan, sektor asuransi dan keuangan nonbank, serta regulator dan lembaga terkait.
Sektor perbankan menyumbangkan 13 institusi peserta. Sementara itu, masing-masing institusi membentuk satu tim dengan komposisi lima pemain putra dan lima pemain putri. Setiap tim juga dapat membawa maksimal tiga orang ofisial.
Sebelum pertandingan utama berjalan, penyelenggara mengawali acara dengan parade seluruh tim. Agenda pembukaan kemudian berlanjut melalui laga eksibisi tingkat eksekutif serta pertandingan pertama pada fase grup.
Ketua Pengurus LJK Insan Hasani melihat kehadiran padel sebagai bagian dari perkembangan Liga Jasa Keuangan. Menurutnya, cabang baru tersebut menunjukkan kemampuan kompetisi dalam mengikuti ketertarikan komunitas di lingkungan industri keuangan.
Namun, LJK tidak hanya mengejar perkembangan jenis olahraga. Kompetisi juga membawa nilai keberanian untuk bersaing, sportivitas, serta kekompakan antarpeserta.
Format Beregu Menguji Kekuatan Setiap Tim
LJK Padel 2026 menggunakan konsep pertandingan beregu. Dalam satu pertemuan, setiap tim harus menjalani tiga nomor berbeda, yakni Men’s Doubles, Women’s Doubles, dan Mixed Doubles.
Format tersebut membuat seluruh anggota tim memiliki peran penting dalam perjalanan menuju babak berikutnya. Selain kemampuan individu, peserta perlu menjaga keseimbangan skuad, menyusun strategi, serta mempertahankan performa sepanjang kompetisi.
Panitia mengawali turnamen melalui tahap kualifikasi dan fase grup. Tim yang mampu memperoleh hasil terbaik kemudian melanjutkan persaingan menuju perempat final dan semifinal. Setelah itu, peserta terbaik akan memperebutkan posisi ketiga serta gelar juara pada pertandingan final.
Dengan sistem tersebut, setiap hasil pada fase awal dapat memengaruhi peluang sebuah tim untuk melangkah ke tahap gugur.
Ketua Pelaksana LJK Padel Greatman Rajab menjelaskan bahwa penyelenggara sengaja memilih format beregu agar peserta mengandalkan kekuatan kolektif. Strategi, kualitas komposisi pemain, dan kemampuan menjaga konsistensi menjadi unsur penting untuk memperoleh hasil maksimal.
Panitia juga menyiapkan perangkat pertandingan profesional, pembagian level pemain, sistem penilaian, serta dukungan publikasi selama kompetisi berlangsung.

Liga Jasa Keuangan menggelar kompetisi padel.
Padel Perluas Perjalanan Liga Jasa Keuangan
Liga Jasa Keuangan telah menjadi wadah olahraga bagi lingkungan industri keuangan sejak 2017. Kompetisi tersebut mempertemukan regulator, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan melalui kegiatan olahraga.
Pada 2026, LJK memasuki penyelenggaraan kedelapan. Kehadiran padel memberikan warna baru sekaligus memperluas jenis pertandingan yang tersedia bagi komunitas jasa keuangan.
Langkah tersebut juga mengikuti meningkatnya ketertarikan peserta terhadap padel. Penyelenggara pun membawa semangat baru melalui tema “Play Bold, Build Bonds”.
Tema itu menggambarkan dua unsur yang ingin LJK hadirkan secara bersamaan. Para peserta dapat menunjukkan kemampuan mereka dalam persaingan olahraga, tetapi tetap membangun hubungan yang lebih erat dengan insan dari institusi lain.
Karena itu, turnamen tidak hanya berorientasi pada penentuan pemenang. LJK juga memanfaatkan olahraga sebagai ruang untuk memperkuat interaksi dan kerja sama di antara para peserta.
Kompetisi Berakhir pada 27 September
Rangkaian LJK Padel 2026 akan mencapai puncaknya pada 27 September 2026. Pada penutupan tersebut, penyelenggara akan memberikan penghargaan sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang berpartisipasi dalam edisi perdana.
Kehadiran padel memberi kesempatan baru bagi insan jasa keuangan untuk membangun hubungan di luar aktivitas profesional sehari-hari. Pertandingan juga menuntut peserta menunjukkan disiplin, integritas, kerja sama, dan rasa hormat terhadap lawan.
Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi dengan hubungan profesional di sektor jasa keuangan. Kolaborasi yang kuat membutuhkan kepercayaan, konsistensi, dan kemampuan bekerja bersama untuk mencapai tujuan.
Melalui LJK Padel 2026, penyelenggara ingin membawa semangat tersebut ke dalam arena olahraga. Kompetisi akhirnya tidak hanya menghadirkan perebutan gelar, tetapi juga menyediakan ruang pertemuan bagi berbagai institusi untuk memperkuat koneksi.
Masuknya padel sekaligus menandai perkembangan baru Liga Jasa Keuangan setelah perjalanan yang bermula pada 2017. Dengan melibatkan 20 institusi dan 200 pemain, edisi perdana ini menjadi langkah LJK dalam memperluas aktivitas olahraga sekaligus menjaga semangat kebersamaan di lingkungan industri jasa keuangan.