TIMNAS ITALIA – Pep Guardiola ternyata pernah berada sangat dekat dengan kursi pelatih Timnas Italia. Paolo Maldini mengungkap bahwa pelatih asal Spanyol tersebut sempat mempertimbangkan tawaran serius untuk memimpin Gli Azzurri. Bahkan, Guardiola mulai membahas komposisi skuad sebelum akhirnya memilih tidak melanjutkan proses tersebut.
Italia saat itu sedang mencari figur baru untuk memimpin tim nasional setelah kembali gagal tampil di Piala Dunia. Situasi tersebut mendorong federasi melakukan evaluasi besar. Mereka kemudian mempertimbangkan sejumlah pelatih papan atas sebagai kandidat pengganti Gennaro Gattuso.
Guardiola muncul sebagai salah satu nama yang mendapat perhatian utama. Selain dirinya, Carlo Ancelotti dan Andrea Pirlo juga masuk dalam pertimbangan. Pirlo bahkan sempat berada sangat dekat dengan posisi tersebut sebelum rencana federasi berubah.
Paolo Maldini memiliki peran penting dalam proses pencarian pelatih baru. Sebagai direktur teknis Italia ketika itu, ia melakukan pendekatan langsung kepada beberapa kandidat. Maldini kemudian menceritakan bagaimana pembicaraan dengan Guardiola dan Ancelotti berlangsung cukup serius.
Pep Guardiola Jadi Kandidat Utama Timnas Italia
Maldini melihat Guardiola sebagai pelatih yang memiliki filosofi permainan sesuai dengan arah baru Italia. Guardiola terkenal mengandalkan penguasaan bola, teknik tinggi, serta permainan menyerang yang terstruktur.
Karena alasan tersebut, Maldini mencoba menjajaki kemungkinan membawa mantan pelatih Barcelona itu ke Timnas Italia. Pendekatan tersebut tidak hanya berlangsung melalui komunikasi jarak jauh.
Maldini bersama pihak terkait mendatangi Guardiola di Barcelona. Mereka menghabiskan waktu seharian untuk mendiskusikan proyek Gli Azzurri dan rencana jangka panjang sepak bola Italia.
Menurut Maldini, Guardiola menunjukkan ketertarikan besar selama pembicaraan. Apalagi, sang pelatih sebelumnya pernah menyampaikan keinginan untuk menangani sebuah tim nasional.
Pertemuan itu kemudian berkembang menjadi pembahasan yang lebih teknis. Guardiola bahkan mulai melihat pemain yang berpotensi masuk dalam rencananya.
Maldini menjelaskan bahwa Guardiola sempat menuliskan rancangan susunan pemain di atas kertas. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembicaraan kedua pihak sudah melewati tahap perkenalan awal.
Pembicaraan Sampai Membahas Pemain Muda Italia
Keseriusan Guardiola tidak hanya terlihat dari pembahasan mengenai pemain senior. Maldini mengatakan mereka turut mempelajari potensi pemain dari berbagai kelompok usia.
Pembicaraan bahkan menyentuh pemain Italia mulai dari level U-17. Hal tersebut menunjukkan adanya perhatian terhadap regenerasi jika Guardiola benar-benar mengambil pekerjaan tersebut.
Pendekatan seperti itu sejalan dengan karakter Guardiola yang dikenal memperhatikan detail permainan. Ia juga memiliki rekam jejak dalam mengembangkan pemain muda selama menjalani karier kepelatihan.
Namun, pembicaraan yang berjalan positif akhirnya tidak menghasilkan kesepakatan. Guardiola memutuskan belum siap menerima tantangan baru bersama Timnas Italia.

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola.
Kelelahan Jadi Alasan Guardiola Menolak
Menurut Maldini, faktor fisik dan kebutuhan beristirahat menjadi pertimbangan besar di balik keputusan Guardiola. Pelatih asal Spanyol itu baru melewati periode panjang dan menguras energi di Premier League.
Guardiola telah menjalani sekitar satu dekade yang sangat intens di kompetisi Inggris. Tekanan tinggi, jadwal padat, dan tuntutan untuk terus bersaing membuatnya membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi.
Selain itu, Guardiola sempat menjalani operasi punggung. Kondisi tersebut semakin memperkuat keinginannya untuk mengambil jeda sebelum mempertimbangkan pekerjaan berikutnya.
Karena itu, keputusan menolak Italia bukan muncul akibat kurangnya ketertarikan terhadap proyek Gli Azzurri. Maldini menegaskan bahwa Guardiola benar-benar mempertimbangkan kesempatan tersebut.
Pada akhirnya, kebutuhan untuk beristirahat membuat pembicaraan berhenti sebelum mencapai kesepakatan resmi.
Carlo Ancelotti Juga Masuk Radar Italia
Guardiola bukan satu-satunya pelatih elite yang mendapatkan pendekatan dari Maldini. Italia juga mempertimbangkan Carlo Ancelotti sebagai kandidat untuk memimpin tim nasional.
Maldini memiliki hubungan dekat dengan Ancelotti. Keduanya pernah bekerja bersama dan memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Italia.
Karena itu, Maldini menghubungi Ancelotti untuk mengetahui kemungkinan sang pelatih mengambil pekerjaan tersebut. Ia bahkan menggambarkan Ancelotti sebagai salah satu pelatih Italia terbaik sepanjang sejarah.
Namun, pendekatan itu juga tidak menghasilkan kesepakatan. Ancelotti memilih melanjutkan pekerjaannya bersama Brasil.
Menurut Maldini, federasi sepak bola Brasil saat itu kembali memberikan kepercayaan penuh kepada Ancelotti. Keputusan tersebut membuat sang pelatih tidak dapat menerima kemungkinan untuk menangani Gli Azzurri.
Meski demikian, Ancelotti memberikan respons positif ketika menerima komunikasi dari Maldini. Ia menghargai pendekatan tersebut dan menyampaikan harapan terbaik untuk proyek baru Italia.
Italia Sempat Punya Beberapa Pilihan Besar
Cerita Maldini memperlihatkan bahwa Italia sempat mengejar sejumlah nama besar untuk membangun kembali kekuatan tim nasional. Guardiola, Ancelotti, hingga Pirlo berada dalam daftar kandidat pada periode tersebut.
Guardiola menjadi salah satu pilihan paling menarik karena filosofi sepak bolanya. Bahkan, keseriusan pembicaraan membuatnya sempat menyusun gambaran skuad yang mungkin ia gunakan.
Namun, kondisi fisik dan kebutuhan beristirahat membuat Guardiola akhirnya mengambil keputusan berbeda. Sementara itu, Ancelotti memilih mempertahankan komitmennya bersama Brasil.
Kisah tersebut memperlihatkan betapa seriusnya Italia mencari figur yang mampu membawa perubahan. Gli Azzurri membutuhkan proyek baru setelah kegagalan di panggung internasional.
Meski Guardiola akhirnya tidak mengambil pekerjaan tersebut, pengakuan Maldini menunjukkan bahwa peluang itu pernah terbuka sangat lebar. Italia bahkan nyaris memulai era baru bersama salah satu pelatih paling berpengaruh dalam sepak bola modern.