Persija Jakarta – Menutup perjalanan di Super League 2025/26 dengan finis di posisi ketiga klasemen akhir. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu mengoleksi 71 poin sepanjang musim, hasil dari performa cukup konsisten terutama saat menjalani pertandingan tandang.
Skuad asuhan Mauricio Souza mencatatkan 11 kemenangan, lima hasil imbang, dan tujuh kekalahan selama kompetisi berlangsung. Meski mampu tampil kompetitif hingga akhir musim, Persija tetap gagal mengejar Persib Bandung yang keluar sebagai juara serta Borneo FC Samarinda yang finis di posisi runner-up.
Persija tertinggal delapan poin dari kedua rival tersebut yang sama-sama mengoleksi 79 poin. Selisih angka itu muncul akibat inkonsistensi Persija ketika menjalani pertandingan kandang sepanjang musim.
Menariknya, Persija justru tampil sangat kuat saat bermain di markas lawan. Dari total 71 poin yang mereka kumpulkan, sebanyak 34 poin datang dari laga tandang. Catatan tersebut menjadikan Persija sebagai tim dengan perolehan poin tandang terbaik di Super League 2025/26.
Macan Kemayoran bahkan mampu melampaui Persib Bandung yang mengoleksi 32 poin tandang dan Borneo FC Samarinda dengan 33 poin tandang. Statistik itu memperlihatkan bahwa Persija memiliki mental bertanding yang cukup kuat ketika tampil di luar kandang.
Laga Kandang Jadi Titik Lemah Persija
Meski tampil impresif di laga tandang, Persija gagal menunjukkan dominasi yang sama ketika bermain sebagai tuan rumah. Tim ibu kota hanya mengumpulkan 37 poin dari pertandingan kandang sepanjang musim.
Jumlah tersebut masih kalah di bandingkan Persib Bandung yang berhasil meraih 47 poin kandang dan Borneo FC Samarinda dengan 46 poin kandang. Perbedaan inilah yang akhirnya menjadi faktor utama kegagalan Persija dalam perebutan gelar juara musim ini.
Persija beberapa kali kehilangan poin penting saat bermain di hadapan pendukung sendiri. Tim mengalami dua kekalahan dan empat hasil imbang yang seharusnya bisa di hindari apabila performa tim lebih stabil.
Situasi kandang Persija musim ini memang tidak berjalan ideal. Tim beberapa kali harus menjalani pertandingan di luar Jakarta akibat kendala stadion dan penyesuaian jadwal kompetisi. Kondisi tersebut membuat atmosfer kandang tidak sepenuhnya menguntungkan bagi skuad Macan Kemayoran.
Dukungan suporter yang biasanya menjadi kekuatan utama juga tidak selalu hadir secara maksimal karena perpindahan lokasi pertandingan. Faktor ini memberi pengaruh terhadap performa tim ketika bermain sebagai tuan rumah.

Foto: Rifkianto Nugroho
Mauricio Souza Soroti Kehilangan Poin Penting
Pelatih Persija, Mauricio Souza, mengakui bahwa performa kandang menjadi aspek yang paling menentukan posisi akhir tim musim ini. Menurutnya, Persija memiliki kualitas untuk bersaing dalam perebutan gelar, tetapi kegagalan menjaga konsistensi di kandang membuat peluang itu hilang.
Mauricio menilai timnya sebenarnya sudah menunjukkan karakter kuat ketika menjalani laga tandang. Ia menyebut Persija sebagai tim terbaik dalam pertandingan away sepanjang musim.
Namun, Mauricio juga menyoroti banyaknya poin yang terbuang di kandang sendiri. Kehilangan poin tersebut akhirnya membuat Persija gagal menjaga persaingan dengan Persib dan Borneo FC hingga pekan terakhir.
Selain itu, Mauricio juga menyinggung beberapa momen penting yang merugikan tim, termasuk kartu merah yang di terima pemain dalam sejumlah pertandingan krusial. Situasi tersebut membuat Persija kesulitan mempertahankan hasil dan kehilangan momentum di beberapa laga penting.
Persib dan Borneo FC Lebih Stabil
Keberhasilan Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda dalam memaksimalkan laga kandang menjadi pembeda utama musim ini. Kedua tim mampu menjadikan stadion mereka sebagai tempat yang sulit ditaklukkan lawan.
Atmosfer kandang yang kuat serta dukungan suporter memberi energi tambahan bagi para pemain. Faktor tersebut membantu Persib dan Borneo meraih poin secara konsisten sepanjang musim.
Persib Bandung akhirnya berhasil mengamankan gelar juara berkat kestabilan performa baik di kandang maupun tandang. Sementara Borneo FC menunjukkan konsistensi yang hampir sama sehingga mampu mengakhiri musim di posisi kedua.
Persija sebenarnya memiliki kualitas skuad yang tidak jauh berbeda. Namun, kehilangan banyak poin di kandang membuat mereka harus puas finis di posisi ketiga klasemen akhir.
Persija Siapkan Evaluasi untuk Musim Depan
Hasil musim ini membuat manajemen Persija diperkirakan segera melakukan evaluasi menyeluruh. Fokus utama tim kemungkinan akan tertuju pada peningkatan performa kandang agar mampu bersaing lebih kuat pada musim berikutnya.
Persija tetap memiliki modal positif berkat catatan tandang terbaik di liga. Mental bertanding dan kemampuan tampil konsisten di markas lawan menunjukkan bahwa tim memiliki fondasi yang cukup kuat.
Jika Persija mampu memperbaiki performa kandang dan mengurangi kesalahan dalam pertandingan penting, peluang untuk kembali bersaing memperebutkan gelar juara musim depan akan semakin terbuka.
Dengan dukungan suporter yang besar serta kualitas pemain yang dimiliki, Macan Kemayoran masih menjadi salah satu kekuatan utama dalam persaingan sepak bola Indonesia.