Timnas Indonesia – terus melakukan pembenahan dalam struktur kepelatihan menjelang agenda penting internasional. Pelatih kepala John Herdman kini mendapatkan tambahan tenaga baru dalam jajaran stafnya, termasuk sosok berpengalaman asal Inggris, Simon Grayson.
Kehadiran Grayson menjadi langkah strategis untuk memperkuat tim pelatih yang sebelumnya terbilang lebih ringkas di banding era kepelatihan sebelumnya. Langkah ini juga menunjukkan keseriusan Herdman dalam mempersiapkan skuad Garuda menghadapi FIFA Series 2026 yang di jadwalkan berlangsung pada akhir Maret.
Simon Grayson Tambah Pengalaman Internasional di Tim Pelatih
Masuknya Simon Grayson menjadi sorotan utama dalam pembaruan staf pelatih Timnas Indonesia. Pelatih berusia 56 tahun tersebut di kenal luas berkat rekam jejak panjangnya di sepak bola Inggris, khususnya di kompetisi kasta kedua dan ketiga.
Sepanjang kariernya, Grayson pernah menangani sejumlah klub seperti Blackpool, Leeds United, Huddersfield Town, Preston North End, Sunderland, Bradford City, hingga Fleetwood Town. Ia dikenal sebagai pelatih yang piawai membawa tim promosi ke level yang lebih tinggi.
Beberapa pencapaiannya antara lain mengantar Blackpool promosi melalui playoff, serta membawa Leeds United, Huddersfield Town, dan Preston North End naik kasta. Selain pengalaman di Inggris, Grayson juga pernah melatih di Asia, termasuk di India bersama Bengaluru FC dan di Nepal bersama Lalitpur City FC. Pengalaman ini menjadi nilai tambah dalam memahami karakter sepak bola Asia, termasuk Indonesia.
Kombinasi Pelatih Fisik Berpengalaman dan Akademis
Di sektor kebugaran pemain, Herdman tetap mempercayakan peran penting kepada Cesar Meylan. Sosok ini bukan nama baru bagi Herdman karena keduanya telah bekerja sama sejak 2011.
Kolaborasi mereka berlanjut di Timnas Kanada hingga Toronto FC, menunjukkan hubungan profesional yang kuat. Meylan sendiri memiliki latar belakang akademis yang solid dengan gelar doktor di bidang Strength and Conditioning dari Auckland University of Technology.
Selain itu, ia juga memiliki pengalaman sebagai pengajar di University of British Columbia serta memegang sertifikasi resmi dari National Strength and Conditioning Association (NSCA). Dengan kombinasi pengalaman praktis dan akademis, Meylan diharapkan mampu meningkatkan performa fisik pemain Timnas Indonesia secara signifikan.
Nova Arianto Jadi Penghubung Penting di Internal Tim
Di jajaran asisten pelatih, Nova Arianto tetap menjadi sosok kunci. Pengalamannya mendampingi dua pelatih sebelumnya membuatnya memiliki pemahaman mendalam terhadap karakter dan kualitas pemain Timnas Indonesia.
Nova pernah menjadi bagian dari staf pelatih di era Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert. Pengalaman tersebut membuatnya menjadi jembatan penting antara pemain lokal dan pendekatan baru yang di bawa Herdman.
Selain itu, Nova juga masih aktif sebagai pelatih Timnas Indonesia U-20. Hal ini memberi keuntungan tambahan karena ia memiliki akses langsung terhadap talenta muda yang berpotensi masuk ke tim senior.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman (tengah) berdiskusi dengan Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza (kiri)
Peran Pelatih Fisik Lokal Perkuat Adaptasi Tim
Selain Meylan, Herdman juga mempertahankan pelatih fisik lokal, Sofie Imam Faizal. Sosok ini sudah cukup lama berkecimpung di lingkungan Timnas Indonesia di berbagai kelompok usia.
Sofie sebelumnya bekerja bersama Nova Arianto di tim U-16, U-17, hingga U-20. Ia juga sempat menjadi bagian dari staf pelatih di era Shin Tae-yong. Pengalaman ini membuatnya sangat memahami karakter pemain Indonesia.
Dengan usia yang masih relatif muda, yakni 37 tahun, Sofie di harapkan mampu membawa pendekatan modern dalam pengembangan fisik pemain, sekaligus menjaga kesinambungan program latihan yang sudah berjalan.
Dzikry Lazuardi, Analis Muda dengan Rekam Jejak Klub
Nama lain yang menarik perhatian adalah Dzikry Lazuardi. Di usia 28 tahun, ia di percaya menjadi video analis Timnas Indonesia, sebuah posisi penting dalam era sepak bola modern.
Sebelumnya, Dzikry menjabat sebagai Kepala Analis di Persija Jakarta sejak 2024. Ia juga memiliki pengalaman di sejumlah klub lain seperti Persis Solo, Persipura Jayapura, dan Sulut United.
Dengan lisensi AFC C yang di milikinya, Dzikry diharapkan mampu memberikan analisis taktik yang mendalam untuk membantu tim pelatih dalam menyusun strategi pertandingan.
Masih Ada Posisi yang Perlu Dilengkapi
Meski struktur staf pelatih semakin lengkap, masih terdapat beberapa posisi yang belum terisi, terutama untuk pelatih penjaga gawang. Hal ini menjadi perhatian mengingat pentingnya peran kiper dalam strategi tim.
Dengan waktu yang semakin dekat menuju FIFA Series 2026, di harapkan posisi tersebut segera terisi agar persiapan tim dapat berjalan optimal.
Daftar Staf Pelatih Timnas Indonesia Era John Herdman
Berikut susunan staf pelatih terbaru Timnas Indonesia:
-
Pelatih Kepala: John Herdman
-
Asisten Pelatih: Nova Arianto, Simon Grayson
-
Pelatih Fisik: Cesar Meylan, Sofie Imam Faizal
-
Video Analis: Dzikry Lazuardi
Dengan kombinasi pelatih internasional dan lokal, Timnas Indonesia kini memiliki fondasi yang lebih solid. Sinergi ini di harapkan mampu membawa skuad Garuda tampil lebih kompetitif di ajang internasional mendatang.