Tijjani Reijnders Tuai Kritik Netizen – Kepindahan Tijjani Reijnders ke Al Qadsiah pada musim 2026/2027 masih menjadi perbincangan di kalangan penggemar sepak bola. Keputusan gelandang asal Belanda tersebut meninggalkan sepak bola Eropa dan melanjutkan karier di Liga Pro Saudi mengundang beragam respons, termasuk kritik dari pengguna media sosial.
Sorotan terhadap Reijnders kembali meningkat setelah pemain berusia 28 tahun itu mencetak gol pertamanya bersama Al Qadsiah. Torehan tersebut menjadi momentum penting bagi Reijnders dalam perjalanan barunya di Arab Saudi. Namun, keberhasilan membuka rekening gol ternyata belum mampu meredam komentar negatif yang muncul sejak kepindahannya.
Kakak dari pemain Timnas Indonesia, Eliano Reijnders, itu mendapat kesempatan tampil sebagai starter ketika Al Qadsiah menghadapi Neom SC pada pekan ketiga Liga Pro Saudi 2026/2027. Reijnders kemudian membayar kepercayaan tersebut dengan kontribusi penting bagi timnya.
Tijjani Reijnders Buka Keunggulan Al Qadsiah
Reijnders menunjukkan perannya di lini tengah sejak awal pertandingan melawan Neom SC. Ia aktif mencari ruang sekaligus membantu Al Qadsiah membangun serangan.
Kesempatan untuk mencetak gol akhirnya datang pada menit ke-29. Berawal dari aliran bola di area tengah, Reijnders menemukan ruang untuk melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.
Gelandang Belanda tersebut kemudian mengarahkan sepakan keras dan terukur ke gawang Neom SC. Kiper lawan tidak mampu menghentikan bola sehingga Al Qadsiah berhasil membuka keunggulan.
Gol tersebut memiliki arti khusus bagi Reijnders karena menjadi torehan pertamanya sejak memulai petualangan di sepak bola Arab Saudi. Kontribusinya juga membantu Al Qadsiah mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 2-0 atas Neom SC.
Performa itu sekaligus memberikan jawaban di lapangan setelah Reijnders menerima banyak sorotan terkait keputusan kariernya. Terlebih, ia memilih meninggalkan kompetisi Eropa ketika masih berada pada usia yang dianggap produktif bagi seorang pesepak bola profesional.
Unggahan Reijnders Menarik Perhatian
Setelah pertandingan berakhir, Reijnders membagikan momen selebrasi melalui akun Instagram pribadinya. Ia menyertakan keterangan yang kemudian menarik perhatian penggemar serta media olahraga internasional.
TNT Sports turut menyoroti unggahan tersebut. Media olahraga asal Amerika Serikat itu melihat adanya kemiripan antara pesan yang ditulis Reijnders dengan unggahan yang pernah ia buat ketika mencetak gol pertama bersama Manchester City pada musim sebelumnya.
Kemiripan tersebut memunculkan anggapan bahwa Reijnders kembali menggunakan pesan serupa untuk merespons orang-orang yang meragukan kemampuannya. Gol ke gawang Neom SC pun menjadi kesempatan bagi sang gelandang untuk menunjukkan bahwa dirinya masih mampu memberikan kontribusi di klub barunya.
Meski demikian, respons yang muncul di media sosial tidak seluruhnya positif. Sebagian pengguna justru kembali mempertanyakan keputusan Reijnders melanjutkan karier di Liga Pro Saudi.

Selebrasi Tijjani Reijnders bersama Manchester City dan Al Qadsiah
Kritik Netizen Belum Mereda
Kolom komentar unggahan TNT Sports menjadi tempat munculnya berbagai kritik terhadap Reijnders. Sejumlah pengguna media sosial menilai level kompetisi Liga Pro Saudi masih belum mampu menarik perhatian mereka meskipun banyak pemain terkenal telah berkarier di sana.
Beberapa komentar juga mempertanyakan arti gol perdana Reijnders karena tercipta setelah sang pemain meninggalkan kompetisi Eropa. Bahkan, sebagian warganet menganggap kepindahan ke Arab Saudi sebagai penurunan dalam perjalanan kariernya.
Ada pula komentar bernada sindiran yang menyebut mereka tidak tertarik menyaksikan pertandingan Reijnders bersama Al Qadsiah. Sebagian pengguna lainnya menilai karier sang gelandang di level tertinggi telah berakhir setelah memilih Liga Pro Saudi sebagai tujuan berikutnya.
Komentar-komentar tersebut menunjukkan bahwa satu gol belum cukup mengubah persepsi sebagian penggemar. Reijnders masih harus menghadapi penilaian publik terhadap keputusan kariernya, terlepas dari performa yang ia tunjukkan di lapangan.
Keputusan Pindah ke Arab Saudi Jadi Sorotan
Kepindahan pemain yang masih berada pada usia produktif ke Liga Pro Saudi memang kerap menimbulkan perdebatan. Sebagian penggemar melihat kompetisi Eropa sebagai tolok ukur utama untuk menilai level seorang pemain.
Karena itu, keputusan Reijnders bergabung dengan Al Qadsiah langsung memunculkan pertanyaan mengenai arah kariernya. Kritik tersebut semakin besar karena sang pemain sebelumnya memiliki pengalaman bermain di level tinggi sepak bola Eropa.
Namun, pilihan melanjutkan karier di Arab Saudi tetap menjadi keputusan profesional Reijnders. Kini, performanya bersama Al Qadsiah menjadi salah satu cara untuk menjawab berbagai keraguan tersebut.
Gol ke gawang Neom SC setidaknya memberikan awal positif. Selain membantu tim meraih tiga poin, Reijnders mulai menunjukkan kemampuannya memberikan kontribusi langsung dalam pertandingan.
Reijnders Punya Kesempatan Membuktikan Diri
Perjalanan musim 2026/2027 masih panjang sehingga satu pertandingan tentu belum cukup untuk menggambarkan keseluruhan performa Tijjani Reijnders bersama Al Qadsiah. Konsistensi akan menjadi faktor penting bagi sang gelandang untuk mempertahankan tempat di tim utama.
Jika mampu rutin mencetak gol, memberikan assist, serta membantu Al Qadsiah bersaing di papan atas, Reijnders memiliki kesempatan mengubah pandangan publik terhadap kepindahannya.
Di sisi lain, kritik dari media sosial kemungkinan tetap menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Keputusan meninggalkan sepak bola Eropa membuat setiap penampilannya berpotensi mendapat perhatian lebih besar.
Gol perdana ke gawang Neom SC menjadi langkah awal bagi Reijnders untuk membangun cerita baru bersama Al Qadsiah. Kini, tantangan berikutnya adalah mempertahankan performa dan membuktikan kualitasnya sepanjang Liga Pro Saudi 2026/2027, bukan hanya melalui satu momen, tetapi lewat kontribusi yang konsisten bagi tim.