Zinedine Zidane pelatih Timnas Prancis menjadi kabar besar di dunia sepak bola setelah Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) resmi menunjuknya sebagai pelatih kepala Les Bleus. Keputusan tersebut menutup spekulasi panjang yang selama beberapa tahun terus mengaitkan nama Zidane dengan kursi pelatih tim nasional. Penunjukan itu juga mengakhiri era Didier Deschamps yang memimpin Prancis selama hampir satu setengah dekade.
Publik sepak bola tentu sudah mengenal Zidane. Ia sukses sebagai pemain dan mencatat banyak prestasi ketika melatih Real Madrid. Kini, mantan gelandang legendaris itu memulai tantangan baru. Ia akan memimpin Prancis di UEFA Nations League sebelum mengarungi babak kualifikasi Euro 2028.
Rekam Jejak Zidane Membuktikan Kualitasnya
Karier kepelatihan Zidane memang tidak terlalu panjang. Namun, hasil kerjanya langsung menarik perhatian dunia. Pada Januari 2016, Real Madrid menunjuknya sebagai pelatih utama di tengah kondisi tim yang belum stabil.
Zidane segera membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions musim 2015/2016. Setelah itu, ia terus mencetak sejarah. Ia mengantarkan Los Blancos meraih tiga gelar Liga Champions secara beruntun pada musim 2015/2016, 2016/2017, dan 2017/2018. Belum pernah ada klub yang mencatat pencapaian tersebut pada era modern kompetisi.
Selain Liga Champions, Zidane juga mempersembahkan dua gelar LaLiga Spanyol. Ia menambah koleksi trofi dengan dua Piala Super Spanyol, dua Piala Super Eropa, dan dua Piala Dunia Antarklub FIFA.
Selama dua periode melatih Real Madrid, Zidane mengumpulkan 11 trofi bergengsi. Ia juga membukukan rasio kemenangan sekitar 65 persen. Catatan tersebut menunjukkan konsistensi sekaligus kualitasnya sebagai pelatih papan atas.

Fakta Rekam Jejak Zinedine Zidane: Raja Liga Champions dan Kini Pimpin Timnas Prancis.
Zidane Mengutamakan Hubungan dengan Pemain
Keberhasilan Zidane tidak hanya lahir dari strategi di lapangan. Ia juga membangun hubungan yang kuat dengan seluruh pemain. Pendekatan itu menjadi salah satu ciri khasnya selama melatih Real Madrid.
Zidane memberi ruang bagi pemain untuk menampilkan kreativitas. Namun, ia tetap menjaga disiplin tim. Cara tersebut membuat para pemain merasa nyaman dan percaya diri saat bertanding.
Banyak pemain mengaku berkembang di bawah arahannya. Zidane juga mampu menjaga keharmonisan ruang ganti. Ia memperlakukan pemain senior dan pemain muda secara seimbang sehingga seluruh anggota skuad merasa memiliki peran penting.
Tantangan Baru Bersama Timnas Prancis
Kini Zidane menghadapi tantangan yang berbeda. Melatih tim nasional membutuhkan pendekatan yang tidak sama dengan melatih klub. Ia memiliki waktu persiapan yang lebih singkat karena jadwal FIFA berlangsung secara berkala.
Meski begitu, banyak pihak yakin Zidane mampu beradaptasi. Ia memahami karakter sepak bola Prancis karena pernah menjadi pemain sekaligus kapten tim nasional. Pengalaman itu menjadi modal penting untuk membangun skuad yang solid.
Target utamanya tentu mengembalikan Prancis ke jalur prestasi. Federasi berharap Zidane mampu memaksimalkan potensi para pemain muda dan mempertahankan daya saing Les Bleus di level internasional.
Harapan Besar untuk Era Baru Les Bleus
Penunjukan Zidane membawa optimisme baru bagi Timnas Prancis. Rekam jejaknya menunjukkan kemampuan membangun tim yang kompetitif dalam waktu singkat. Ia juga terbukti mampu mengelola pemain bintang tanpa mengganggu keseimbangan skuad.
Kini perhatian publik tertuju pada langkah pertamanya bersama Les Bleus. Jika mampu menerapkan filosofi kepelatihannya dengan baik, Zidane berpeluang membawa Prancis meraih prestasi di UEFA Nations League, lolos ke Euro 2028, dan kembali bersaing memperebutkan gelar internasional.