Piala Dunia 2026 – Persaingan di fase grup Piala Dunia 2026 semakin memanas seiring mendekatnya penentuan tim-tim yang berhak melangkah ke babak 32 besar. Format baru yang melibatkan 48 peserta memang memberikan peluang lebih besar bagi setiap negara untuk lolos ke fase gugur. Namun, tidak semua kontestan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut.
Hingga rangkaian pertandingan Jumat (26/6/2026) WIB berakhir, delapan negara di pastikan gagal melanjutkan perjalanan mereka di turnamen paling bergengsi dunia. Curacao menjadi tim terbaru yang harus mengakhiri kiprahnya setelah menempati posisi terbawah klasemen Grup E.
Sebelum Curacao, tujuh negara lainnya lebih dahulu kehilangan peluang untuk lolos, yakni Haiti, Turkiye, Tunisia, Yordania, Panama, Qatar, dan Republik Ceko.
Delapan Negara Gagal Memanfaatkan Format Baru Piala Dunia
Piala Dunia 2026 menggunakan sistem kompetisi yang berbeda di banding edisi sebelumnya. Selain dua tim terbaik dari setiap grup, delapan tim peringkat ketiga terbaik juga berhak mengamankan tiket ke babak 32 besar.
Meski peluang lolos semakin terbuka, sejumlah tim tetap gagal bersaing karena hasil buruk yang mereka raih sepanjang fase grup. Kekalahan beruntun dan minimnya perolehan poin membuat peluang mereka tertutup secara matematis sebelum seluruh pertandingan grup selesai dimainkan.
Haiti Jadi Tim Pertama yang Tersingkir
Haiti menjadi negara pertama yang di pastikan gagal melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026. Wakil Karibia tersebut mengalami dua kekalahan beruntun saat menghadapi Brasil dan Skotlandia pada Grup C.
Meskipun secara perolehan angka sempat memiliki peluang mengejar pesaingnya, aturan head-to-head membuat Haiti tidak lagi mampu melampaui Skotlandia. Kekalahan 2-4 dari Maroko pada laga terakhir semakin memastikan mereka mengakhiri turnamen tanpa kemenangan.
Hasil tersebut sekaligus memperpanjang catatan kurang memuaskan Haiti di putaran final Piala Dunia sejak penampilan perdana mereka pada tahun 1974.
Turkiye Gagal Meski Mendominasi Permainan
Turkiye juga harus mengubur impian tampil di babak gugur setelah kalah dari Australia dan Paraguay pada dua pertandingan awal Grup D.
Menariknya, tim besutan Vincenzo Montella sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan permainan. Mereka mampu mencatat puluhan tembakan ke arah gawang lawan, tetapi buruknya efektivitas penyelesaian akhir membuat Turkiye gagal mencetak gol pada dua laga tersebut.
Kemenangan 3-2 atas Amerika Serikat pada pertandingan terakhir tidak mampu mengubah keadaan karena mereka kalah dalam rekor pertemuan langsung dari Australia maupun Paraguay.
Tunisia Tak Mampu Bangkit Meski Ganti Pelatih
Tunisia mengalami perjalanan yang berat sepanjang fase grup. Dua kekalahan telak dari Swedia dan Jepang membuat posisi mereka semakin sulit.
Federasi kemudian melakukan pergantian pelatih dengan menunjuk Herve Renard menggantikan Sabri Lamouchi. Namun perubahan tersebut tidak memberikan dampak signifikan.
Pada pertandingan terakhir, Tunisia kembali harus mengakui keunggulan Belanda dengan skor 1-3 sehingga mereka finis sebagai juru kunci Grup F tanpa peluang melaju ke babak berikutnya.

Para pemain Turki berpose untuk foto grup sebelum pertandingan Grup D antara Amerika Serikat dan Turki di Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Los Angeles di Los Angeles, Amerika Serikat, pada Kamis (26/6/2026).
Debut Bersejarah Yordania Berakhir di Fase Grup
Keikutsertaan Yordania di Piala Dunia 2026 menjadi momen bersejarah bagi negara tersebut. Sayangnya, perjalanan mereka tidak berlangsung lama.
Setelah kalah dari Austria dan Aljazair, Yordania di pastikan tidak mampu mengejar perolehan poin dua tim teratas di Grup J. Meski masih menyisakan satu pertandingan menghadapi Argentina, hasil laga tersebut tidak lagi berpengaruh terhadap peluang mereka lolos.
Panama Kehilangan Kesempatan Lolos
Panama juga masuk dalam daftar tim yang di pastikan tersingkir. Kekalahan tipis 0-1 dari Kroasia menjadi hasil yang mengakhiri peluang mereka bersaing memperebutkan tiket babak 32 besar.
Meski sempat menciptakan beberapa peluang berbahaya, Panama gagal memaksimalkan kesempatan yang di miliki. Kini mereka hanya menyisakan laga melawan Inggris sebagai kesempatan terakhir untuk meraih kemenangan perdana di Piala Dunia 2026.
Qatar Tutup Turnamen dengan Satu Poin
Qatar kembali gagal berbicara banyak di putaran final Piala Dunia. Kekalahan 1-3 dari Bosnia dan Herzegovina membuat mereka menempati posisi terakhir Grup B.
Meski demikian, Qatar tetap mencatat sejarah tersendiri. Mereka berhasil mengoleksi satu poin berkat hasil imbang melawan Swiss, yang menjadi poin pertama sepanjang keikutsertaan mereka di putaran final Piala Dunia.
Sayangnya, pencapaian tersebut belum cukup untuk mengantarkan mereka menuju fase gugur.
Republik Ceko Gagal Kembali Bersinar
Republik Ceko juga harus menerima kenyataan pahit setelah kalah telak 0-3 dari Meksiko pada pertandingan terakhir Grup A.
Penampilan yang kurang meyakinkan sepanjang fase grup membuat mereka hanya mampu mengoleksi satu poin dari tiga pertandingan. Hasil pertandingan lain yang mempertemukan Afrika Selatan dan Korea Selatan turut memastikan Ceko tidak memiliki peluang untuk lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Kegagalan ini menjadi penampilan yang mengecewakan setelah mereka kembali tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 2006.
Curacao Menjadi Tim Terbaru yang Tersingkir
Curacao menjadi negara kedelapan yang resmi mengakhiri perjalanan di Piala Dunia 2026. Kekalahan 0-2 dari Pantai Gading membuat mereka finis di dasar klasemen Grup E dengan koleksi satu poin.
Walaupun gagal lolos, penampilan Curacao mendapat banyak apresiasi. Sebagai negara dengan jumlah penduduk paling sedikit yang pernah tampil di putaran final Piala Dunia, mereka mampu memberikan perlawanan sengit kepada sejumlah lawan.
Salah satu penampilan terbaik mereka terjadi ketika berhasil menahan imbang Ekuador tanpa gol. Selain itu, aksi gemilang kiper Eloy Room beberapa kali menjadi penyelamat tim sepanjang turnamen.
Pertandingan melawan Pantai Gading juga di perkirakan menjadi laga terakhir Dick Advocaat sebagai pelatih Curacao. Pelatih senior asal Belanda berusia 78 tahun itu berhasil mencatat sejarah dengan membawa Curacao tampil untuk pertama kalinya di putaran final Piala Dunia.
Meski langkah delapan negara tersebut telah terhenti, pengalaman yang mereka peroleh di Piala Dunia 2026 di harapkan menjadi modal penting untuk membangun prestasi yang lebih baik pada turnamen internasional berikutnya. Sementara itu, persaingan memperebutkan tiket menuju babak 32 besar di pastikan semakin sengit bagi negara-negara yang masih memiliki peluang lolos.