Luka Modric – kembali menjadi pusat perhatian setelah perjalanan Timnas Kroasia di Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat. Kekalahan 1-2 dari Portugal pada babak 32 besar tidak hanya mengakhiri langkah Kroasia di turnamen, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai kelanjutan karier internasional sang kapten.

Meski telah menginjak usia 40 tahun, Modric masih mampu memperlihatkan kualitas sebagai salah satu gelandang terbaik dunia. Pengalaman, visi bermain, dan kepemimpinannya tetap menjadi kekuatan utama Kroasia sepanjang turnamen. Penampilannya membuktikan bahwa ia masih mampu bersaing di level tertinggi meskipun usianya tidak lagi muda.

Seiring tersingkirnya Kroasia, berbagai spekulasi mengenai kemungkinan pensiun Modric dari tim nasional kembali mengemuka. Hingga kini, mantan peraih Ballon d’Or tersebut belum memberikan keputusan resmi mengenai masa depannya bersama Vatreni.

Di sisi lain, penghormatan datang dari Cristiano Ronaldo yang baru saja membawa Portugal menyingkirkan Kroasia. Bagi Ronaldo, apa pun keputusan yang akan di ambil Modric, statusnya sebagai legenda sepak bola tidak akan pernah berubah.

Luka Modric Masih Menjadi Andalan Kroasia

Pertandingan melawan Portugal di perkirakan menjadi penampilan terakhir Luka Modric di ajang Piala Dunia. Jika benar demikian, ia menutup perjalanan luar biasanya setelah tampil dalam lima edisi Piala Dunia bersama Timnas Kroasia.

Sepanjang Piala Dunia 2026, Modric tetap di percaya mengisi lini tengah sejak menit pertama. Kepercayaan tersebut di bayar dengan performa yang konsisten, baik dalam mengatur tempo permainan maupun membantu pertahanan.

Saat menghadapi Portugal, Modric kembali menunjukkan kelasnya. Ia aktif mengalirkan bola, memenangi duel di lini tengah, dan beberapa kali menciptakan peluang melalui umpan-umpan akurat. Meski gagal membawa Kroasia melaju ke babak berikutnya, kontribusinya tetap menjadi salah satu yang paling menonjol di lapangan.

Pengalaman panjang yang di miliki Modric membuatnya tetap menjadi pemain yang sulit tergantikan. Kemampuannya membaca permainan serta menjaga ritme pertandingan menjadi nilai lebih yang masih sangat di butuhkan Kroasia.

Masa Depan Luka Modric Belum Dipastikan

Pelatih Kroasia, Zlatko Dalić, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada pembicaraan mengenai keputusan Luka Modric setelah Piala Dunia 2026 berakhir. Menurutnya, sang kapten membutuhkan waktu sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Dalić menegaskan bahwa semua pihak menghormati keputusan yang nantinya akan di ambil Modric. Ia juga menyampaikan bahwa pembahasan mengenai masa depan gelandang veteran tersebut kemungkinan baru dilakukan setelah seluruh agenda tim nasional selesai.

Terlepas dari belum adanya kepastian, Dalić tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi Modric selama membela Kroasia. Baginya, sang kapten telah memberikan kontribusi luar biasa selama bertahun-tahun dan selalu menjadi teladan bagi para pemain muda.

Luka Modric saat membela Timnas Kroasia menghadapi Portugal pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Luka Modric mendapat apresiasi dari pemain Kroasia usai memainkan laga ke-200 untuk negaranya

Kepemimpinan Luka Modric Jadi Inspirasi

Selain kemampuan teknisnya, Luka Modric di kenal sebagai sosok pemimpin yang mampu memberikan ketenangan kepada rekan-rekannya di lapangan. Karakter tersebut kembali terlihat ketika Kroasia menghadapi Portugal.

Walaupun timnya tertinggal dan akhirnya tersingkir, Modric tetap berusaha membangun serangan serta menjaga semangat para pemain hingga peluit panjang di bunyikan. Sikap tersebut mendapat apresiasi dari Zlatko Dalić yang menilai Modric telah memberikan seluruh kemampuannya untuk negaranya.

Selama membela Timnas Kroasia, Modric berhasil mengukir berbagai prestasi bersejarah. Ia menjadi aktor utama saat Kroasia finis sebagai runner-up Piala Dunia 2018 dan kembali membawa negaranya meraih peringkat ketiga pada edisi 2022.

Catatan tersebut menjadikan Modric sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Kroasia sekaligus sosok yang di hormati di kancah internasional.

Cristiano Ronaldo dan Roberto Martinez Berikan Penghormatan

Usai pertandingan, Cristiano Ronaldo menjadi salah satu pemain pertama yang menghampiri Luka Modric. Momen pelukan kedua mantan rekan setim di Real Madrid itu menjadi salah satu adegan paling emosional setelah laga berakhir.

Ronaldo menegaskan bahwa usia maupun keputusan pensiun tidak akan mengurangi kebesaran nama Modric. Menurutnya, gelandang Kroasia tersebut telah membangun warisan yang luar biasa selama berkarier di dunia sepak bola.

Pujian juga datang dari pelatih Portugal, Roberto Martinez. Ia menilai Modric memiliki kecerdasan bermain yang luar biasa sehingga tetap mampu tampil kompetitif meski telah memasuki usia 40 tahun.

Martinez menilai kemampuan Modric dalam membaca situasi pertandingan, mengatur aliran bola, dan mengambil keputusan menjadi kualitas yang tidak di miliki banyak pemain. Hal itu membuatnya tetap mampu tampil di level tertinggi hingga saat ini.

Apa pun keputusan Luka Modric setelah Piala Dunia 2026, namanya telah tercatat sebagai salah satu legenda terbesar dalam sejarah sepak bola. Perjalanan panjangnya bersama Timnas Kroasia di penuhi prestasi, dedikasi, dan kepemimpinan yang menjadi inspirasi bagi banyak generasi pesepak bola. Jika laga melawan Portugal benar menjadi penampilan terakhirnya di Piala Dunia, Modric meninggalkan panggung dengan warisan yang akan selalu di kenang oleh para pencinta sepak bola di seluruh dunia.