Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) – menunjukkan komitmennya dalam melindungi kesejahteraan pemain dengan membantu memulangkan dua pesepak bola asal Kenya. Brian Andaje dan Sunday Adam Majimbo, yang terlantar di Indonesia akibat dugaan penipuan oleh agen sepak bola tidak resmi. Kasus ini menjadi perhatian karena memperlihatkan risiko besar yang masih di hadapi pemain profesional ketika menerima tawaran berkarier di luar negeri tanpa melalui jalur yang terverifikasi.
Melalui kerja sama dengan Kenya Footballers Welfare Association (KEFWA) dan Kedutaan Besar Kenya di Jakarta. Kedua pemain akhirnya dapat kembali ke negara asal mereka setelah berbulan-bulan hidup dalam ketidakpastian. Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat penting bagi para pesepak bola. Agar lebih berhati-hati sebelum menerima tawaran dari pihak yang mengatasnamakan agen pemain.
Kronologi Brian Andaje dan Sunday Adam Majimbo Terlantar di Indonesia
Berdasarkan informasi yang di publikasikan FIFPRO, Brian Andaje dan Sunday Adam Majimbo tiba di Indonesia pada Desember 2025. Setelah menerima janji dari seseorang yang mengaku dapat menghubungkan mereka dengan klub profesional yang berlaga di kompetisi sepak bola Indonesia.
Keduanya datang dengan harapan memperoleh kesempatan berkarier dan menandatangani kontrak bersama klub profesional. Namun, kenyataan yang mereka hadapi justru berbeda. Setelah tiba di Indonesia, mereka tidak pernah di perkenalkan kepada klub mana pun sebagaimana di janjikan.
Seiring berjalannya waktu, komunikasi dengan pihak yang menawarkan kesempatan tersebut semakin berkurang hingga akhirnya terputus sepenuhnya. Tanpa kontrak kerja maupun sumber penghasilan, kedua pemain mengalami kesulitan ekonomi yang cukup berat.
Dalam kondisi tersebut, mereka harus mengandalkan bantuan dari keluarga, teman, serta masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bahkan, pada masa tersulitnya, mereka sempat tidak memiliki tempat tinggal tetap dan harus berpindah-pindah sebelum akhirnya mencari bantuan kepada pihak yang dapat di percaya.
APPI Bergerak Memberikan Bantuan Darurat
Melihat kondisi darurat yang di alami kedua pemain, Kenya Footballers Welfare Association segera menghubungi APPI untuk meminta bantuan.
Tidak lama setelah menerima informasi tersebut, APPI langsung melakukan komunikasi dengan Brian Andaje dan Sunday Adam Majimbo serta menemui mereka secara langsung. Organisasi tersebut kemudian memberikan berbagai bentuk bantuan, mulai dari kebutuhan pokok, tempat tinggal sementara. Hingga pendampingan selama proses penyelesaian administrasi.
Menjelang kepulangan kedua pemain, Kedutaan Besar Kenya di Jakarta turut menyediakan tempat tinggal selama beberapa pekan terakhir. Di sisi lain, KEFWA terus berkoordinasi dengan keluarga pemain di Kenya serta berbagai instansi terkait agar proses pemulangan dapat berjalan dengan lancar.
Kolaborasi lintas organisasi tersebut menjadi faktor penting yang memungkinkan seluruh proses berlangsung secara efektif. Hingga kedua pemain akhirnya dapat kembali ke negara asal mereka.
Dukungan Moral yang Memberikan Harapan
Brian Andaje mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut merupakan salah satu masa paling sulit dalam hidupnya. Ia menyampaikan apresiasi kepada APPI yang tidak hanya memberikan bantuan secara materi. Tetapi juga menghadirkan harapan ketika dirinya hampir kehilangan semangat.
Sementara itu, Sunday Adam Majimbo menilai pengalaman pahit tersebut justru memperlihatkan bahwa masih banyak organisasi yang benar-benar peduli terhadap kesejahteraan para pesepak bola profesional. Menurutnya, dukungan dari APPI, KEFWA, dan Kedutaan Besar Kenya menjadi bukti bahwa solidaritas antarlembaga mampu membantu pemain keluar dari situasi yang sangat sulit.

APPI Pulangkan 2 Pemain Asal Kenya
Penyelesaian Administrasi Hingga Pemulangan
Selain memenuhi kebutuhan dasar kedua pemain, APPI bersama KEFWA dan Kedutaan Besar Kenya juga bekerja sama menyelesaikan berbagai persoalan administrasi. Termasuk dokumen perjalanan dan proses keimigrasian.
Melalui koordinasi dengan otoritas imigrasi Indonesia, seluruh dokumen yang di butuhkan akhirnya berhasil di selesaikan. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, Brian Andaje dan Sunday Adam Majimbo dapat kembali ke Kenya dengan selamat. Setelah berbulan-bulan menjalani kehidupan yang penuh ketidakpastian.
Sekretaris Jenderal APPI, Gotcha Michael, menegaskan bahwa tidak seharusnya ada pesepak bola yang menghadapi situasi sulit seorang diri ketika berada di negara lain. Menurutnya, sebagai organisasi yang mewakili pemain profesional, APPI memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlindungan dan pendampingan dalam kondisi darurat seperti ini.
Kolaborasi Internasional Dinilai Sangat Penting
Presiden KEFWA, James Situma, menilai keberhasilan pemulangan kedua pemain menunjukkan pentingnya kerja sama antarasosiasi pemain di berbagai negara.
Menurutnya, koordinasi yang cepat antara KEFWA, APPI, dan Kedutaan Besar Kenya menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan yang di hadapi Brian Andaje dan Sunday Adam Majimbo. Sinergi tersebut membuktikan bahwa jaringan perlindungan pemain profesional memiliki peran yang sangat penting ketika pesepak bola menghadapi masalah di luar negeri.
Kasus Ini Menjadi Peringatan bagi Pesepak Bola
Peristiwa yang di alami kedua pemain Kenya tersebut menjadi peringatan serius bagi pesepak bola yang ingin membangun karier internasional. Tawaran dari agen yang belum memiliki kredibilitas atau lisensi resmi berpotensi menimbulkan kerugian besar. Baik secara finansial maupun psikologis.
Sebelumnya, FIFPRO Africa bersama Didier Drogba Foundation dan International Labour Organization (ILO) juga telah menjalankan kampanye edukasi. Mengenai maraknya praktik penipuan terhadap pemain Afrika oleh oknum yang mengaku sebagai agen sepak bola.
Hasil survei terhadap 263 pesepak bola profesional dari tujuh negara Afrika menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen pemain pernah menerima tawaran dari pihak yang mengklaim mampu mencarikan klub baru. Namun, lebih dari separuh responden tidak pernah memperoleh kesempatan trial seperti yang di janjikan. Sedangkan sebagian lainnya gagal mendapatkan kontrak profesional.
Karena itu, FIFPRO mengimbau seluruh pemain agar selalu memastikan agen yang di gunakan telah memiliki lisensi resmi FIFA. Menghindari pembayaran biaya kepada agen sebelum kontrak dengan klub di tandatangani. Serta berkonsultasi dengan asosiasi pemain sebelum menerima tawaran bermain di luar negeri.
Kesimpulan
Kasus yang menimpa Brian Andaje dan Sunday Adam Majimbo menunjukkan bahwa risiko penipuan oleh agen tidak resmi masih menjadi ancaman nyata dalam dunia sepak bola profesional. Berkat kerja sama antara APPI, KEFWA, Kedutaan Besar Kenya, dan otoritas terkait, kedua pemain akhirnya dapat kembali ke tanah air dengan selamat.
Di sisi lain, peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pesepak bola agar lebih teliti dalam memverifikasi setiap tawaran karier dari luar negeri. Memastikan legalitas agen, mencari informasi dari serikat pemain. Serta tidak mudah tergiur janji tanpa bukti merupakan langkah penting untuk menghindari kasus serupa di masa mendatang.