Gianni Infantino Balas Kritik Piala Dunia 2026 dengan menegaskan bahwa FIFA tidak akan mengalihkan perhatian dari misi utamanya, yakni menyelenggarakan kompetisi sepak bola terbaik di dunia. Di tengah beragam kontroversi yang mengiringi turnamen, Presiden FIFA memilih menyampaikan pandangannya secara langsung melalui media sosial. Ia menilai sebagian kritik masih dapat diterima, tetapi sejumlah tudingan telah berkembang menjadi rumor yang tidak di dukung fakta.
Piala Dunia 2026 memang menghadirkan lebih banyak perhatian di banding edisi-edisi sebelumnya. Selain menggunakan format baru dengan 48 peserta, turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko juga memunculkan berbagai pembahasan di luar lapangan. Isu mengenai aturan disiplin, kebijakan penyelenggaraan, proses visa, hingga hubungan Infantino dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ikut menjadi bahan perdebatan selama kompetisi berlangsung.
Infantino Pilih Menjawab Kritik Secara Terbuka
Alih-alih membiarkan berbagai tudingan berkembang, Gianni Infantino memutuskan menyampaikan klarifikasinya melalui unggahan Instagram yang terdiri dari 15 slide. Dalam pernyataan tersebut, ia menjelaskan bahwa FIFA tetap menghormati kritik yang bertujuan membangun organisasi. Namun, menurutnya, sebagian komentar justru mengarah pada penyebaran informasi yang tidak benar dan menciptakan citra negatif terhadap penyelenggaraan Piala Dunia.
Infantino menilai jutaan suporter dari berbagai negara mampu menikmati pertandingan dengan aman. Ia juga menegaskan bahwa atmosfer kompetisi berlangsung meriah tanpa gangguan besar yang dapat mengurangi kualitas turnamen. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih mengapresiasi pertandingan yang tersaji daripada terus memperbesar polemik di luar lapangan.
Presiden FIFA tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Menurutnya, ketiga negara tuan rumah memberikan dukungan penting sehingga penyelenggaraan Piala Dunia dapat berjalan sesuai rencana.

Presiden FIFA, Gianni Infantino berbicara dalam konferensi pers jelang pembukaan Piala Dunia 2026 di Mexico City, 10 Juni 2026.
Berbagai Isu Tetap Menjadi Sorotan
Meskipun FIFA memberikan penjelasan, sejumlah isu tetap menarik perhatian publik. Salah satunya berkaitan dengan proses pengurusan visa bagi sebagian suporter dan pihak yang memiliki kepentingan selama turnamen berlangsung. Persoalan itu memunculkan kritik karena tidak semua pemohon berhasil memperoleh izin masuk.
Infantino menjelaskan bahwa sebagian besar pengajuan visa berhasil di proses. Ia menilai kasus penolakan hanya terjadi dalam jumlah kecil jika di bandingkan dengan total pemohon yang datang dari berbagai belahan dunia. Oleh sebab itu, ia menganggap tidak tepat apabila persoalan tersebut di jadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa penyelenggaraan Piala Dunia mengalami kegagalan.
Selain persoalan visa, beberapa keputusan disiplin di lapangan juga memancing perdebatan. Sejumlah pengamat mempertanyakan konsistensi penerapan regulasi setelah muncul beberapa insiden yang melibatkan pemain. Namun, Infantino menilai keputusan kontroversial merupakan bagian yang tidak bisa di pisahkan dari sepak bola profesional. Ia menegaskan bahwa situasi serupa juga sering terjadi di berbagai kompetisi elite dunia.
FIFA Tetap Menatap Masa Depan
Terlepas dari kritik yang bermunculan, FIFA memastikan tidak akan mengubah fokus organisasi. Infantino menegaskan bahwa badan sepak bola dunia itu akan terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan turnamen, memperluas jangkauan sepak bola, serta memberikan pengalaman terbaik bagi pemain maupun suporter.
Menurutnya, keberhasilan Piala Dunia tidak hanya di ukur dari kritik yang muncul di media sosial, tetapi juga dari antusiasme jutaan penonton yang hadir langsung di stadion maupun menyaksikan pertandingan melalui berbagai platform siaran. Ia percaya bahwa semangat olahraga tetap menjadi alasan utama masyarakat mengikuti ajang empat tahunan tersebut.