Como 1907 Siap Hadapi Denda UEFA menjadi pernyataan Mirwan Suwarso yang ramai mendapat perhatian publik Indonesia. Presiden Como 1907 itu membahas kondisi finansial klub setelah manajemen menggelontorkan investasi besar dalam beberapa musim terakhir. Menurut Mirwan, Como tidak mengharapkan perlakuan khusus meski klub sedang berada dalam fase pertumbuhan.

Perjalanan Como memang menarik perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Klub milik Grup Djarum tersebut mampu menanjak dari Serie D hingga mencapai kasta tertinggi sepak bola Italia. Bahkan, Como kemudian meraih tiket Liga Champions 2026-2027 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub.

Keberhasilan tersebut tidak datang tanpa investasi besar. Manajemen terus memperkuat skuad sekaligus membangun fondasi klub agar mampu bersaing pada level yang lebih tinggi.

Como Mengeluarkan Investasi Besar untuk Memperkuat Klub

La Gazzetta dello Sport melaporkan bahwa Como telah menghabiskan sekitar 342 juta euro atau sekitar Rp7,03 triliun untuk mendatangkan pemain sejak kembali ke Serie A. Angka itu menggambarkan besarnya ambisi klub dalam membangun tim kompetitif.

Namun, pengeluaran Como tidak berhenti pada aktivitas transfer. Klub juga mengalokasikan dana untuk membayar gaji pemain dan meningkatkan fasilitas latihan di Mozzate.

Selain itu, manajemen melakukan modernisasi Stadion Giuseppe Sinigaglia. Proyek senilai 64 juta euro tersebut bertujuan memenuhi standar UEFA sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur klub.

Pada musim pertama setelah kembali ke Serie A 2024-2025, Como mengeluarkan sekitar 110 juta euro. Selanjutnya, klub kembali aktif pada bursa transfer musim panas dengan pengeluaran sekitar 127 juta euro.

Salah satu transfer yang menyita perhatian melibatkan Trevoh Chalobah. Como mengeluarkan sekitar 30 juta euro untuk merekrut pemain tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat skuad.

Investasi besar itu akhirnya ikut memunculkan pertanyaan mengenai kepatuhan klub terhadap regulasi finansial UEFA.

Mirwan Suwarso Bicara soal Financial Fair Play

Mirwan Suwarso membahas persoalan tersebut dalam siniar Business of Sport yang tayang pada 14 Juli. Dalam perbincangan itu, kedua pembawa acara menanyakan besarnya dukungan dana dari pemilik Como.

Mirwan mengaku memahami jumlah uang yang telah klub keluarkan. Bahkan, menurutnya, para pemilik selalu mengingatkannya mengenai besarnya investasi tersebut.

Ia juga menyebut bahwa manajemen sempat bercanda mengenai regulasi Financial Fair Play. Bagi Mirwan, pemilik klub sudah memberikan pengawasan ketat terhadap pengeluaran sehingga ia tidak membutuhkan UEFA untuk mengingatkannya mengenai disiplin finansial.

Meski mengakui besarnya belanja Como, Mirwan tetap optimistis terhadap masa depan keuangan klub. Ia menargetkan Como mencapai titik impas dan tidak lagi bergantung pada suntikan modal pemilik mulai musim 2027-2028.

Target tersebut menjadi bagian penting dalam strategi jangka panjang Como. Klub ingin membangun struktur bisnis yang mampu menopang aktivitas sepak bola secara mandiri.

Como 1907 Siap Hadapi Denda UEFA

Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso, saat melakukan wawancara dengan podcast Business of Sport yang tayang pada 14 Juli 2026.

Como Siap Menerima Konsekuensi dari UEFA

Partisipasi di Liga Champions membawa Como ke lingkungan regulasi finansial UEFA yang lebih ketat. Karena itu, organisasi sepak bola Eropa tersebut dapat melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap kondisi keuangan klub.

Mirwan mengakui bahwa kondisi Como saat ini belum memenuhi seluruh ketentuan finansial UEFA. Namun, ia mengatakan manajemen telah berkomunikasi langsung dengan UEFA untuk membahas situasi tersebut.

Menurut Mirwan, UEFA menyampaikan bahwa mereka belum menemukan kasus yang benar-benar sama dengan kondisi Como. Ia kemudian menggambarkan klubnya sebagai perusahaan yang masih berada dalam tahap awal investasi dan pertumbuhan.

Mirwan menilai kondisi Como berbeda dengan klub mapan seperti Juventus atau Aston Villa. Menurutnya, klub-klub tersebut sudah berada pada fase perkembangan bisnis yang berbeda.

Sementara itu, Como masih membangun fondasi melalui investasi besar. Manajemen mengeluarkan dana untuk pemain, fasilitas latihan, stadion, dan berbagai kebutuhan lain demi meningkatkan level klub.

Mirwan Tak Ingin Como Mendapat Perlakuan Berbeda

Meski menghadapi potensi persoalan finansial, Mirwan tidak ingin UEFA memberikan pengecualian kepada Como. Ia justru menegaskan kesiapan klub menerima konsekuensi apabila regulator menjatuhkan sanksi.

Mirwan juga tidak ingin manajemen mengambil jalan dengan melobi UEFA demi memperoleh perlakuan khusus. Menurutnya, Como harus mengikuti aturan yang berlaku bagi seluruh klub peserta kompetisi Eropa.

Ia menegaskan bahwa Como ingin menjadi anggota yang baik dalam ekosistem sepak bola Eropa. Karena itu, klub siap mengikuti standar dan kewajiban yang UEFA tetapkan untuk seluruh peserta.

Mirwan bahkan secara terbuka menyatakan kesiapan menerima denda. Baginya, sanksi tersebut dapat menjadi salah satu tantangan yang harus Como lewati dalam proses pertumbuhan.

Manajemen sebenarnya memiliki opsi untuk melakukan negosiasi atau restrukturisasi finansial. Namun, Mirwan menekankan bahwa Como tidak ingin regulator memperlakukan klub secara berbeda.

Sikap tersebut memperlihatkan arah yang ingin manajemen tempuh. Como tetap berambisi membangun tim yang kompetitif, tetapi klub juga harus menghadapi konsekuensi dari investasi agresifnya.

Kini, keberhasilan menembus Liga Champions 2026-2027 membuka babak baru bagi Como. Selain menghadapi lawan dengan level lebih tinggi, klub juga harus memenuhi tuntutan finansial yang lebih ketat. Karena itu, kemampuan Como menyeimbangkan ambisi olahraga dan keberlanjutan bisnis akan menjadi tantangan penting dalam perjalanan mereka berikutnya.