Arsenal Juara Premier League untuk kedua kalinya secara beruntun menjadi prediksi Gary Neville setelah melihat perkembangan The Gunners pada awal musim 2026-2027. Keyakinan itu menguat setelah klub London Utara mempertahankan hasil sempurna dalam tiga pertandingan pertama liga.
Laga terbaru Arsenal menghasilkan kemenangan 2-1 atas Chelsea. Kedua klub bertemu di Stadion Emirates, London, Minggu (6/9/2026). Pertandingan tersebut sekaligus menghadirkan ujian berbeda bagi skuad Arsenal karena mereka harus mengejar skor sejak menit awal.
Chelsea hanya memerlukan dua menit untuk membuka keunggulan. Morgan Rogers mencetak gol pertama pertandingan dan membuat tuan rumah berada dalam tekanan lebih cepat dari perkiraan. Rogers sendiri termasuk pemain yang sempat Arsenal incar pada periode transfer musim panas 2026.
Arsenal kemudian mencari respons dan berhasil mendapatkannya sebelum setengah jam pertandingan berjalan. Kai Havertz mencetak gol pada menit ke-25 sehingga kedua tim kembali berada dalam posisi sama kuat.
Setelah memasuki babak kedua, Martin Odegaard membawa Arsenal berbalik unggul. Sang gelandang mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-50. Arsenal mempertahankan skor tersebut sampai laga berakhir dan mengamankan kemenangan 2-1.
Tiga Laga Awal Berakhir dengan Poin Maksimal
Tambahan tiga poin dari pertandingan kontra Chelsea menjaga perjalanan Arsenal tanpa kehilangan angka pada awal Premier League 2026-2027. The Gunners telah memenangkan seluruh tiga pertandingan liga yang mereka jalani.
Chelsea datang ke Emirates dengan catatan yang sama-sama sempurna. Namun, kekalahan 1-2 membuat rangkaian kemenangan awal tim asuhan Xabi Alonso terhenti.
Hasil tersebut juga menambah panjang catatan positif Arsenal dalam duel liga melawan Chelsea. Dalam 10 pertemuan Premier League terakhir antara kedua klub, Arsenal belum mengalami kekalahan.
Meski demikian, Gary Neville memberikan perhatian lebih besar pada proses Arsenal memperoleh kemenangan daripada sekadar catatan tersebut.
Permainan Terbuka Menjadi Ujian Berbeda
Neville melihat pertandingan di Emirates menghadirkan situasi yang tidak selalu menjadi ciri permainan Arsenal.
Selama ini, The Gunners mampu membangun keunggulan melalui kontrol permainan dan pertahanan yang kuat. Mereka dapat menekan lawan secara bertahap, memanfaatkan kesempatan untuk mencetak gol, kemudian menjaga situasi pertandingan setelah memimpin.
Chelsea menawarkan tantangan berbeda. Permainan berlangsung lebih terbuka, khususnya pada sekitar 25 sampai 30 menit pertama. Kedua kesebelasan saling menyerang dan pertandingan bergerak dengan tempo tinggi.
Arsenal ternyata mampu mengikuti kondisi tersebut.
Menurut penilaian Neville, kemampuan menghadapi pertandingan seperti itu memberikan tanda positif. Arsenal tidak harus selalu bergantung pada satu bentuk permainan untuk memperoleh hasil.
Tim dapat mengontrol pertandingan ketika situasi mengharuskannya. Sebaliknya, mereka juga mampu merespons ketika lawan membawa pertandingan menuju duel dengan tempo lebih cepat.

Gelandang Arsenal Declan Rice (kanan) dan Martin Odegaard (kiri) merayakan kemenangan usai pertandingan Liga Inggris antara Arsenal dan Chelsea di Stadion Emirates, London, pada 6 September 2026.
Neville Melihat Ciri Tim Juara
Cara Arsenal bereaksi setelah kebobolan pada menit kedua menjadi bagian penting dari penilaian Neville.
Gol cepat Chelsea menciptakan kondisi yang berpotensi menyulitkan tuan rumah. Namun, Arsenal tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk memperbaiki keadaan. Mereka menyamakan skor melalui Havertz sebelum akhirnya Odegaard menentukan keunggulan pada awal babak kedua.
Neville melihat respons ketika tertinggal sebagai gambaran mentalitas yang Arsenal miliki.
Atas dasar itu, mantan pemain Manchester United tersebut menempatkan The Gunners sebagai kandidat kuat untuk kembali menjadi kampiun Premier League pada musim 2026-2027.
Prediksi tersebut muncul hanya semusim setelah Arsenal mengakhiri penantian panjang mereka. The Gunners meraih gelar Premier League musim lalu setelah 22 tahun tidak menjadi juara kompetisi tersebut.
Trio Penting Arsenal Kembali Tersedia
Selain kemampuan beradaptasi dalam pertandingan, Arsenal mendapatkan keuntungan dari kondisi beberapa pemain penting.
Martin Odegaard, Kai Havertz, dan Bukayo Saka telah menjadi starter bersama dalam tiga pertandingan Premier League musim ini. Kondisi serupa terakhir terjadi pada Desember 2024, ketika ketiganya juga tampil sejak awal dalam tiga laga liga secara berurutan.
Kebersamaan mereka memiliki arti penting jika melihat perjalanan Arsenal beberapa musim sebelumnya.
Ketiga pemain tersebut berkontribusi ketika Arsenal menjalani musim 2023-2024 dengan kondisi mereka yang relatif tersedia untuk dimainkan. Pada periode itu, The Gunners menghasilkan total 91 gol di Premier League dan menciptakan rekor klub untuk produktivitas dalam satu musim liga.
Kini, Odegaard, Havertz, dan Saka kembali menjadi bagian dari susunan utama pada awal musim yang menghasilkan sembilan poin dari tiga laga.
Skuad Lama Tetap Memberikan Kekuatan
Arsenal sebelumnya menghadapi sejumlah kegagalan dalam upaya memperkuat tim pada bursa transfer musim panas 2026. Klub sempat membidik beberapa pemain, tetapi tidak berhasil mendapatkan seluruh targetnya.
Morgan Rogers termasuk di antara nama tersebut. Arsenal juga tidak berhasil mendapatkan Vinicius Junior dan Julian Alvarez.
Walaupun beberapa rencana transfer tidak terwujud, kondisi pemain yang tersedia memberi Arsenal modal untuk memulai kompetisi secara positif. Kembalinya sejumlah figur utama dalam keadaan fit membantu tim mempertahankan kekuatan yang sudah mereka miliki.
Pertandingan menghadapi Chelsea kemudian memperlihatkan manfaat dari kondisi tersebut.
Havertz memberikan gol penyama kedudukan, sedangkan Odegaard menghasilkan gol yang menentukan kemenangan. Bersama Saka, keduanya kembali memperoleh kesempatan membangun kesinambungan melalui penampilan sebagai starter.
Setelah tiga pekan pertama, Arsenal belum kehilangan satu poin pun. Kemenangan terbaru juga datang melalui skenario yang tidak mudah karena Chelsea lebih dahulu memimpin.
Bagi Neville, justru kemampuan keluar dari kondisi seperti itulah yang memperbesar peluang Arsenal. The Gunners telah membuktikan bahwa mereka dapat memperoleh kemenangan melalui karakter pertandingan yang berbeda.
Perjalanan Premier League 2026-2027 masih berada pada tahap awal. Namun, sembilan poin dari tiga pertandingan serta keberhasilan membalikkan keadaan melawan Chelsea sudah cukup membuat Neville percaya bahwa masa tunggu Arsenal untuk meraih gelar berikutnya tidak akan selama sebelumnya.