Pengganti Gianni Infantino di FIFA mulai menjadi perhatian setelah sejumlah kebijakan kontroversial Presiden FIFA tersebut mendapat kritik dari berbagai pihak. Salah satu keputusan yang paling banyak menuai sorotan adalah rencana menjual saham komersial kompetisi FIFA kepada investor swasta. Kebijakan itu memicu perdebatan dan membuat beberapa anggota FIFA mulai mempertanyakan arah kepemimpinan Infantino.

Gianni Infantino sendiri berencana kembali maju dalam pemilihan Presiden FIFA yang berlangsung pada Maret 2027. Jika berhasil terpilih, pria asal Swiss tersebut berpeluang memperpanjang masa kepemimpinannya hingga periode keempat.

Untuk mempertahankan posisinya, Infantino harus mendapatkan dukungan minimal 106 suara dari total 211 anggota FIFA. Namun, langkah tersebut mulai menghadapi tantangan setelah beberapa asosiasi yang sebelumnya memberikan dukungan mulai menarik sikap mereka.

Inggris dan Wales menjadi dua federasi yang disebut telah mengurangi dukungan terhadap pencalonan Infantino. Situasi tersebut membuat posisi Presiden FIFA semakin mendapat tekanan menjelang kongres pemilihan berikutnya.

Selain tekanan dari sejumlah anggota, laporan BBC juga menyebutkan bahwa Dewan FIFA memiliki kemungkinan menggelar rapat khusus untuk membahas masa depan kepemimpinan Infantino. Jika tekanan internal semakin kuat, tidak menutup kemungkinan muncul dorongan agar Infantino meninggalkan jabatannya sebelum masa kepemimpinannya berakhir.

Apabila skenario tersebut terjadi, beberapa nama mulai muncul sebagai kandidat yang dianggap mampu mengambil alih posisi penting dalam organisasi sepak bola dunia tersebut.

Victor Montagliani Jadi Kandidat Terdepan Pengganti Gianni Infantino

Salah satu nama yang paling sering di sebut sebagai calon pengganti Gianni Infantino adalah Presiden CONCACAF, Victor Montagliani. Tokoh asal Kanada itu memiliki pengalaman panjang dalam dunia sepak bola internasional dan di anggap memiliki kemampuan manajerial yang kuat.

Montagliani menjabat sebagai Presiden CONCACAF sejak 2016 setelah membawa misi memperbaiki tata kelola organisasi sepak bola kawasan Amerika Utara, Tengah, dan Karibia. Sebelum memimpin CONCACAF, ia pernah menjabat sebagai Presiden Canada Soccer.

Dalam beberapa tahun terakhir, Montagliani memainkan peran penting dalam persiapan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ia juga memimpin CONCACAF saat kawasan tersebut menjadi bagian dari penyelenggaraan Copa America 2024.

Berbeda dengan beberapa kebijakan FIFA saat ini, Montagliani pernah menyatakan penolakan terhadap ide menggelar Piala Dunia setiap dua tahun serta rencana memperbesar peserta Piala Dunia menjadi 64 tim.

Ia juga menegaskan bahwa sepak bola memiliki kekuatan yang lebih besar di bandingkan kepentingan individu maupun politik. Menurutnya, olahraga tersebut akan terus berkembang meskipun menghadapi perubahan kepemimpinan dunia.

Pengganti Gianni Infantino di FIFA

Presiden FIFA Gianni Infantino memberi salam dari tribun penonton menjelang pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara timnas Perancis dan timnas Spanyol di Stadion Dallas di Arlington pada 14 Juli 2026.

Syekh Salman Al Khalifa Memiliki Pengalaman Memimpin Sepak Bola Asia

Nama lain yang masuk dalam daftar calon pengganti Gianni Infantino adalah Presiden AFC, Syekh Salman bin Ibrahim Al Khalifa. Ia menjadi salah satu tokoh berpengaruh dalam sepak bola Asia setelah memimpin konfederasi tersebut sejak 2013.

Di bawah kepemimpinannya, AFC melakukan sejumlah perubahan besar, terutama dalam pengembangan kompetisi klub Asia. Organisasi tersebut meluncurkan beberapa ajang baru seperti Liga Champions Elite, Liga Champions Two, Liga Challenge, serta kompetisi Liga Champions Wanita.

Selain itu, Syekh Salman juga memimpin perubahan format Piala Asia. Turnamen tersebut kini mempertemukan 24 tim setelah sebelumnya hanya melibatkan 16 negara peserta.

Sikapnya terhadap tata kelola FIFA juga menjadi perhatian. Ia termasuk salah satu figur yang memahami kritik terhadap sistem kepemimpinan Infantino dan mengetahui keresahan beberapa anggota FIFA terkait arah organisasi tersebut.

Nasser Al-Khelaifi Disebut Punya Pengaruh Besar di Sepak Bola Eropa

Selain tokoh dari konfederasi internasional, Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi, juga muncul sebagai salah satu kandidat potensial. Pengusaha asal Qatar tersebut memiliki pengaruh besar dalam sepak bola Eropa melalui perannya sebagai pemimpin Asosiasi Klub Eropa sejak 2021.

Di bawah kepemimpinannya, organisasi tersebut mengalami perubahan besar dan memperluas jumlah anggota hingga lebih dari 800 klub. Perubahan itu membuat Al-Khelaifi memiliki hubungan luas dengan berbagai klub di dunia.

Secara kemampuan dan jaringan, Al-Khelaifi di anggap memiliki modal untuk menjadi pesaing serius dalam perebutan kursi Presiden FIFA. Namun, sejumlah laporan menyebutkan bahwa ia tidak tertarik mengambil posisi tersebut.

Seseorang yang dekat dengannya bahkan menyatakan bahwa Al-Khelaifi sama sekali tidak memiliki keinginan untuk memimpin FIFA.

Mattias Grafstrom Menjadi Kandidat Dari Lingkungan Internal FIFA

Nama terakhir yang di sebut memiliki peluang menggantikan Infantino adalah Mattias Grafstrom. Ia merupakan sosok internal FIFA yang saat ini menjabat sebagai sekretaris jenderal FIFA sejak Mei 2024.

Grafstrom memiliki hubungan dekat dengan Infantino karena sebelumnya menjabat sebagai kepala staf Presiden FIFA sejak 2016. Kedekatan tersebut membuatnya memahami berbagai kebijakan dan mekanisme kerja organisasi sepak bola dunia itu.

Namun, hubungan dekat dengan Infantino juga menjadi tantangan tersendiri. Sebagian pihak menilai Grafstrom terlalu identik dengan kepemimpinan Infantino sehingga dapat mengurangi peluangnya jika FIFA menginginkan perubahan besar.

Selain itu, muncul pandangan bahwa Presiden FIFA berikutnya sebaiknya berasal dari luar Eropa. Faktor tersebut juga dapat memengaruhi peluang Grafstrom dalam persaingan menuju kursi tertinggi FIFA.

Pemilihan Presiden FIFA Akan Menentukan Arah Baru Sepak Bola Dunia

Pemilihan Presiden FIFA akan berlangsung dalam Kongres FIFA ke-77 yang di gelar di Maroko pada Maret 2027. Para kandidat harus menyelesaikan seluruh persyaratan pencalonan sebelum batas waktu yang di tentukan, yakni 18 November.

Persaingan menuju kursi Presiden FIFA di prediksi akan berlangsung ketat. Jika dukungan terhadap Gianni Infantino terus melemah, nama-nama seperti Victor Montagliani, Syekh Salman Al Khalifa, Nasser Al-Khelaifi, dan Mattias Grafstrom berpotensi menjadi bagian penting dalam perubahan kepemimpinan FIFA.

Perkembangan politik sepak bola dunia dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi penentu apakah Infantino mampu mempertahankan kekuasaannya atau FIFA memasuki era baru dengan pemimpin berbeda.