Legenda Manchester United – Paul Scholes, melontarkan kritik keras terhadap mantan klubnya setelah Setan Merah kalah dari Newcastle United pada pekan ke-29 Liga Inggris, Kamis (5/3/2026) dini hari. Newcastle tampil menawan dan mengalahkan MU 2-1 di St James’ Park. Scholes mengekspresikan kekecewaannya melalui media sosial, menyoroti inkonsistensi performa tim dalam empat pertandingan terakhir.

“Michael jelas punya sesuatu yang spesial, karena United tampil buruk dalam empat pertandingan terakhir,” tulis Scholes di Instagram Story-nya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa legenda MU merasa performa tim jauh dari standar yang diharapkan.

Laga Sengit di St James’ Park

Pertandingan melawan Newcastle berlangsung sengit sejak menit pertama. Manchester United sempat menguasai bola, tetapi gagal menembus pertahanan tuan rumah. Pada menit-menit akhir babak pertama, Newcastle harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Jacob Ramsey menerima kartu kuning kedua karena diving.

Meskipun unggul jumlah pemain, MU tetap kebobolan gol terlebih dahulu melalui penalti pada menit ke-45+6. Bruno Fernandes melakukan pelanggaran terhadap Anthony Gordon di kotak terlarang. Gordon mengeksekusi penalti dengan tenang, membawa Newcastle unggul 1-0.

Manchester United merespons dengan cepat. Menjelang akhir babak pertama, Casemiro menyundul bola ke gawang dan menyamakan skor menjadi 1-1. Gol ini memberi harapan bagi MU untuk mengambil alih permainan.

Namun, Newcastle kembali memimpin pada menit ke-90. Will Osula berhasil mencetak gol kemenangan, memastikan tiga poin untuk The Magpies. Kekalahan ini sekaligus mengakhiri catatan tujuh pertandingan tak terkalahkan Manchester United di bawah Michael Carrick.

Paul Scholes

Duel antara gelandang Newcastle United, Sandro Tonali, dan penyerang Man United, Matheus Cunha, pada laga Newcastle vs Man United bergulir di St James’ Park pada Kamis (5/3/2026) pukul 03.15 WIB.

Kritik Scholes terhadap MU

Paul Scholes menyoroti beberapa kelemahan MU dalam pertandingan ini. Ia menilai tim gagal memanfaatkan peluang ketika unggul jumlah pemain. Lini pertahanan kerap terlambat menutup ruang lawan, sedangkan lini tengah kurang mampu mengendalikan tempo permainan. Scholes menekankan bahwa MU harus segera memperbaiki koordinasi antar lini untuk menjaga konsistensi performa.

Legenda MU ini menegaskan bahwa performa empat laga terakhir menunjukkan tanda-tanda penurunan. Scholes menilai tim membutuhkan strategi baru dan fokus lebih tinggi untuk kembali tampil dominan.

Pujian untuk Sandro Tonali

Meski mengkritik MU, Scholes memuji gelandang Newcastle, Sandro Tonali, yang tampil impresif sepanjang laga. Tonali mengatur tempo permainan, membaca pergerakan lawan, dan menunjukkan kualitas teknis tinggi.

“Saya sangat menyukai Sandro Tonali. Dia luar biasa. Saya mungkin akan memilih Tonali saat ini,” ujar Scholes. Pernyataan ini menegaskan bahwa Tonali menjadi salah satu gelandang terbaik di Premier League saat ini.

Penampilan Tonali membantu Newcastle tetap kompetitif meski bermain dengan sepuluh pemain. Kemampuan pemain asal Italia ini dalam mengatur tempo dan distribusi bola menjadi kunci kemenangan Newcastle.

Faktor Kekalahan Manchester United

Kekalahan MU menyoroti kurangnya efektivitas tim. Mereka gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, dan eksekusi peluang tidak optimal. Pertahanan sering terlambat menutup ruang, sehingga lawan mendapat peluang mencetak gol.

Selain itu, koordinasi lini tengah kurang solid. MU kehilangan beberapa bola penting yang berujung ancaman ke gawang. Scholes menekankan bahwa tim harus belajar dari kesalahan ini agar tidak mengalami kekalahan serupa di laga berikutnya.

Kesimpulan

Pertandingan Newcastle vs Manchester United menunjukkan perbedaan antara performa individu dan konsistensi tim. Scholes mengkritik performa MU yang menurun, tetapi memberikan pujian kepada Tonali yang tampil impresif.

Kekalahan ini menjadi pengingat bahwa Manchester United harus meningkatkan koordinasi, memaksimalkan peluang, dan menjaga konsistensi performa. Tim juga perlu belajar dari Newcastle yang disiplin dan mampu memanfaatkan situasi kritis.

Bagi penggemar dan analis, laga ini menegaskan pentingnya pemain kunci yang dapat mengubah jalannya pertandingan. MU harus segera memperbaiki performa untuk tetap bersaing di papan atas Liga Inggris. Dengan latihan intens, strategi baru, dan fokus tinggi, Setan Merah memiliki peluang untuk kembali tampil dominan.