Persija Jakarta – Kembali menutup musim tanpa gelar juara setelah kalah dari Persib Bandung pada lanjutan Super League 2025-2026. Hasil tersebut memang mengecewakan banyak pendukung Macan Kemayoran. Namun, situasi itu belum sepenuhnya menghilangkan dukungan The Jakmania terhadap pelatih Mauricio Souza.
Sebagian besar suporter masih menilai Mauricio Souza layak memimpin Persija pada musim depan. Mereka melihat pelatih asal Brasil itu sudah membawa perubahan positif dalam pola permainan tim, meskipun belum berhasil menghadirkan trofi juara.
Kekalahan dari Persib memang menjadi pukulan besar bagi Persija. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Macan Kemayoran harus menyerah dengan skor 1-2. Hasil itu sekaligus menutup peluang Persija untuk mengangkat trofi Super League musim ini.
Persija Kehilangan Momentum di Laga Krusial
Persija sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup baik. Tim ibu kota berhasil unggul lebih dulu melalui gol Alaeddine Ajaraie pada menit ke-20. Gol tersebut sempat membangkitkan optimisme para pendukung yang berharap Persija mampu menjaga asa juara hingga akhir musim.
Namun, Persib Bandung menunjukkan mental kuat sebagai tim papan atas. Adam Alis berhasil mencetak dua gol balasan pada menit ke-28 dan 37. Dua gol itu langsung mengubah jalannya pertandingan sekaligus membuat Persija kehilangan kontrol permainan.
Persija terus mencoba mengejar ketertinggalan pada babak kedua. Sayangnya, sejumlah peluang gagal berbuah gol. Persib mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Kekalahan tersebut membuat Persija tertahan di posisi ketiga klasemen sementara dengan koleksi 65 poin. Sementara itu, Persib semakin nyaman di puncak klasemen dengan raihan 75 poin. Dengan hanya dua pertandingan tersisa, Persija tidak lagi memiliki kesempatan mengejar rival utamanya tersebut.
The Jakmania Tetap Beri Dukungan untuk Mauricio Souza
Hasil buruk itu memunculkan berbagai reaksi dari suporter Persija. Beberapa pendukung mulai menyuarakan kekecewaan dan meminta perubahan dalam tubuh tim. Bahkan, teriakan “Souza Out” sempat terdengar setelah pertandingan berakhir.
Meski begitu, tidak sedikit pula The Jakmania yang masih memberikan dukungan penuh kepada Mauricio Souza. Mereka menilai pelatih berusia 52 tahun itu sudah bekerja cukup baik selama menangani Persija musim ini.
Mantan Kepala Bidang Litbang PP The Jakmania periode 2020-2023, Afrizal Kasriyanto, menjadi salah satu sosok yang masih percaya dengan kemampuan Mauricio Souza. Menurutnya, manajemen tidak perlu terburu-buru mengambil keputusan soal pergantian pelatih.
Afrizal menilai Mauricio Souza masih pantas mendapat kesempatan karena berhasil membangun identitas permainan Persija yang lebih menarik dibanding musim-musim sebelumnya. Ia juga menegaskan bahwa pergantian pelatih hanya perlu dilakukan jika Persija benar-benar menemukan sosok yang lebih berkualitas.

Pelatih kepala Persija Jakarta Mauricio Souza memberikan instruksi di pinggir lapangan pada laga melawan Persib Bandung di pekan ke-17 Super League 2025-2026, Minggu (11/1/2026) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Permainan Persija Dinilai Lebih Menarik
Sepanjang musim ini, Persija tampil dengan gaya bermain yang lebih modern dan agresif. Mauricio Souza menerapkan pola permainan dari kaki ke kaki yang membuat Persija terlihat lebih nyaman saat menguasai bola.
Banyak pertandingan menunjukkan Persija mampu mendominasi permainan dan menciptakan banyak peluang. Cara bermain seperti itu mendapat apresiasi dari suporter karena membuat tim tampil lebih atraktif.
Namun, Persija masih memiliki masalah besar dalam penyelesaian akhir. Tim sering gagal memanfaatkan peluang emas menjadi gol. Kondisi tersebut membuat Persija kehilangan banyak poin penting sepanjang musim.
Afrizal juga mengakui bahwa permainan bagus saja belum cukup untuk membawa tim menjadi juara. Dalam sepak bola profesional, kemenangan tetap menjadi ukuran utama keberhasilan sebuah tim.
Persija memang berhasil menembus papan atas klasemen. Akan tetapi, kegagalan meraih trofi membuat banyak pendukung merasa tim masih belum mencapai level terbaiknya.
Persija Perlu Evaluasi Menyeluruh
Manajemen Persija kini menghadapi tugas penting untuk membenahi tim menjelang musim depan. Evaluasi tidak hanya menyangkut posisi pelatih, tetapi juga kualitas pemain, strategi pertandingan, hingga mental bertanding.
Persija membutuhkan pemain yang lebih tajam di lini depan agar peluang yang tercipta bisa berubah menjadi gol. Selain itu, konsistensi permainan juga harus menjadi fokus utama tim.
Musim ini, Persija beberapa kali kehilangan poin dalam pertandingan penting. Situasi tersebut membuat peluang juara perlahan menghilang. Jika ingin kembali bersaing di jalur perebutan gelar, Persija harus memperbaiki kelemahan tersebut.
Kedalaman skuad juga perlu mendapat perhatian serius. Persaingan kompetisi yang ketat menuntut tim memiliki pemain pelapis berkualitas agar performa tetap stabil sepanjang musim.
Harapan Besar The Jakmania untuk Musim Depan
Sebagai salah satu klub terbesar di Indonesia, Persija selalu membawa ekspektasi tinggi dari para pendukungnya. The Jakmania tentu ingin melihat Macan Kemayoran kembali mengangkat trofi juara setelah beberapa musim gagal memenuhi target.
Walaupun kecewa dengan hasil musim ini, banyak suporter tetap optimistis Persija bisa bangkit. Mereka berharap manajemen mengambil langkah tepat demi memperkuat tim tanpa kehilangan identitas permainan yang sudah mulai terbentuk.
Mauricio Souza kini berada dalam sorotan besar. Namun, dukungan dari sebagian The Jakmania menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap dirinya belum sepenuhnya hilang.
Jika mampu melakukan evaluasi dengan tepat dan memperbaiki kelemahan tim, Persija memiliki peluang besar untuk kembali menjadi kandidat kuat juara Super League pada musim mendatang.