Dua petenis putri Indonesia – Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi, kembali menjalani agenda kompetisi internasional dengan mengikuti turnamen berbeda di Eropa pada pekan ini. Setelah sempat berduet dalam nomor ganda di Nottingham Open 2026. Kini keduanya kembali fokus pada target masing-masing demi menjaga performa dan meningkatkan prestasi di level profesional.
Janice Tjen akan berlaga di sektor tunggal dalam turnamen WTA 250 Eastbourne Open yang berlangsung di Inggris. Sementara itu, Aldila Sutjiadi melanjutkan perjuangannya di nomor ganda pada ajang WTA 500 Bad Homburg di Jerman. Kedua turnamen tersebut menjadi bagian penting dari persiapan menuju rangkaian kompetisi lapangan rumput sebelum memasuki turnamen Grand Slam Wimbledon.
Janice Tjen Siap Tantang Catherine McNally di Eastbourne Open
Janice Tjen di jadwalkan mengawali langkahnya di Eastbourne Open dengan menghadapi petenis asal Amerika Serikat, Catherine McNally, pada babak pertama. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi petenis berusia 24 tahun itu untuk menunjukkan perkembangan permainannya. Sekaligus memperbaiki catatan hasil yang belum stabil selama musim lapangan rumput tahun ini.
Keikutsertaan di Eastbourne memiliki arti penting karena turnamen ini menjadi salah satu ajang pemanasan bergengsi sebelum Wimbledon. Persaingan yang ketat di level WTA di prediksi akan menjadi tantangan tersendiri bagi Janice. Namun pengalaman yang telah diperoleh sepanjang musim di harapkan mampu meningkatkan rasa percaya dirinya saat menghadapi lawan dengan peringkat lebih tinggi.
Pertemuan melawan Catherine McNally juga menjadi ujian kemampuan Janice dalam beradaptasi dengan karakter permainan cepat di lapangan rumput yang menuntut akurasi servis, kecepatan bergerak, dan konsistensi dalam setiap reli.
Evaluasi Penampilan Janice Selama Musim Lapangan Rumput
Perjalanan Janice Tjen pada musim lapangan rumput 2026 memperlihatkan performa yang cukup beragam. Setelah mengakhiri kiprahnya di Roland Garros pada babak pertama, ia berhasil mencatat peningkatan dengan melaju hingga putaran kedua Birmingham Classic.
Meski demikian, hasil positif tersebut belum mampu di pertahankan ketika tampil di Libema Open. Janice kembali harus mengakhiri perjuangannya lebih awal setelah tersingkir pada pertandingan pembuka.
Rangkaian hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk meningkatkan konsistensi permainan, terutama saat menghadapi lawan-lawan yang memiliki pengalaman lebih banyak di lapangan rumput. Eastbourne Open pun menjadi momentum penting untuk membangun kembali kepercayaan diri sekaligus memperbaiki catatan pertandingan sebelum memasuki kompetisi berikutnya.

Pasangan petenis ganda putri, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen, membawa pulang medali emas SEA Games 2025
Aldila Sutjiadi Fokus Berburu Prestasi di Nomor Ganda
Di waktu yang hampir bersamaan, Aldila Sutjiadi akan tampil di WTA 500 Bad Homburg yang digelar di Jerman. Berbeda dengan Janice yang turun di nomor tunggal, Aldila tetap berfokus pada sektor ganda yang selama ini menjadi spesialisasinya.
Dalam turnamen tersebut, Aldila akan berpasangan dengan petenis senior Vera Zvonareva. Kolaborasi keduanya di harapkan mampu memberikan hasil positif ketika menghadapi pasangan Anastasia Panova dan Magali Kempen pada babak pertama.
Pengalaman Aldila di berbagai turnamen internasional menjadi modal berharga dalam membangun komunikasi dan strategi bersama pasangan barunya. Selain itu, turnamen level WTA 500 menawarkan poin peringkat yang cukup besar sehingga menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki posisi di ranking dunia nomor ganda.
Nottingham Open Menjadi Pelajaran Berharga
Sebelum menjalani turnamen masing-masing, Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi sempat bekerja sama sebagai pasangan ganda di Nottingham Open 2026. Penampilan keduanya berhasil membawa mereka hingga babak semifinal sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan pasangan tuan rumah, Harriet Dart dan Maia Lumsden.
Pertandingan berlangsung sengit dan harus di tentukan melalui super tie-break. Janice dan Aldila sebenarnya membuka laga dengan sangat baik. Mereka mampu mendominasi jalannya set pertama bahkan sempat unggul empat gim tanpa balas sebelum menutup set tersebut dengan kemenangan 6-4.
Namun, lawan berhasil bangkit pada set kedua sehingga pertandingan berlanjut ke super tie-break. Pada fase penentuan tersebut, pasangan Indonesia belum mampu mempertahankan momentum sehingga harus mengakhiri pertandingan dengan skor akhir 6-4, 4-6, dan 6-10.
Walaupun gagal melangkah ke partai final, pencapaian hingga semifinal tetap menjadi modal positif bagi keduanya dalam menghadapi turnamen berikutnya.
Gelar Birmingham Menjadi Bukti Potensi Janice
Di balik hasil yang belum sepenuhnya konsisten pada musim ini, Janice Tjen tetap menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Sebelumnya, ia sukses meraih gelar juara nomor ganda WTA 125 Birmingham Classic bersama petenis Australia, Talia Gibson.
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam karier profesional Janice sekaligus membuktikan kemampuannya bersaing di level internasional. Prestasi itu diharapkan mampu menjadi motivasi tambahan saat kembali bertanding di sektor tunggal.
Dengan jadwal kompetisi yang semakin padat menjelang Wimbledon, baik Janice Tjen maupun Aldila Sutjiadi memiliki peluang untuk kembali mengharumkan nama Indonesia. Konsistensi permainan, kesiapan fisik, serta kemampuan beradaptasi dengan kondisi lapangan akan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil yang mereka raih di turnamen pekan ini.