Juventus – jalani rekonstruksi menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026-2027. Pemilik klub, John Elkann, menegaskan bahwa Bianconeri sedang membangun fondasi baru agar mampu kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Italia maupun Eropa.
Perubahan tersebut dilakukan setelah klub asal Turin itu melewati musim 2025-2026 dengan hasil yang belum memenuhi harapan. Mereka mengakhiri Serie A pada urutan keenam sehingga gagal memperoleh tiket menuju Liga Champions musim berikutnya.
Menjelang kompetisi baru, Si Nyonya Tua menutup rangkaian pramusim dengan hasil positif. Mereka mengalahkan Juventus NextGen 2-0 di Juventus Stadium pada Senin (17/8/2026) waktu setempat.
Francesco Conceicao dan Weston McKennie mencatatkan nama di papan skor. Sementara itu, Kenan Yildiz serta Randal Kolo Muani turut mendapatkan kesempatan bermain di sektor penyerangan.
Pertandingan tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan skuad sebelum menghadapi laga kompetitif. Tim pelatih dapat mengevaluasi kondisi pemain sekaligus menyempurnakan strategi untuk musim baru.
Elkann Nikmati Kesempatan Mendampingi Spalletti
John Elkann mendapatkan pengalaman berbeda ketika menyaksikan duel antara tim utama dan NextGen. Ia berada di area bangku cadangan bersama Luciano Spalletti sepanjang pertandingan.
Menurut laporan Football Italia, Elkann menikmati kesempatan melihat langsung cara sang pelatih mengendalikan tim. Posisi tersebut membuatnya dapat mendengarkan instruksi serta pemikiran Spalletti selama laga berlangsung.
Elkann juga mengungkapkan bahwa dirinya memiliki hubungan dekat dengan pelatih tersebut. Karena alasan itu, kesempatan mendampingi Spalletti dari pinggir lapangan menjadi pengalaman menarik baginya.
Dari posisi tersebut, Elkann memperoleh gambaran lebih jelas mengenai pendekatan yang di terapkan kepada para pemain. Ia juga dapat merasakan atmosfer pertandingan dari sudut yang berbeda di bandingkan ketika menyaksikan laga dari tribune.
Kehadiran Elkann di bangku cadangan sekaligus menunjukkan perhatian manajemen terhadap perkembangan skuad. Pihak klub berharap kerja sama antara jajaran pengelola dan tim pelatih dapat membantu mempercepat proses pembenahan.
Perubahan Manajemen Setelah Musim 2025-2026
Hasil musim lalu mendorong klub melakukan evaluasi terhadap sejumlah aspek. Salah satu perubahan penting terjadi pada struktur manajemen setelah kegagalan mendapatkan tiket Liga Champions.
Manajemen kemudian menunjuk Giovanni Carnevali sebagai CEO baru. Mantan petinggi Sassuolo tersebut menggantikan Damien Comolli yang tidak lagi menjalankan tugasnya bersama klub.
Kehadiran Carnevali di harapkan memberikan pendekatan baru dalam proses pembangunan tim. Pengalamannya di sepak bola Italia menjadi salah satu pertimbangan penting di balik keputusan tersebut.
Elkann memandang Carnevali sebagai profesional berpengalaman yang memahami karakter kompetisi domestik. Pengetahuan itu di harapkan membantu klub menjalankan strategi jangka panjang secara lebih efektif.
Selain memperbaiki struktur organisasi, manajemen juga memberikan perhatian terhadap komposisi pemain. Salah satu arah yang ingin di kembangkan adalah memperkuat unsur pemain lokal tanpa meninggalkan karakter utama Bianconeri.

Weston Mckennie dari Juventus merayakan golnya pada pertandingan leg kedua babak play-off Liga Champions antara Juventus dan Galatasaray di Turin, Italia, pada 25 Februari 2026.
Rekonstruksi Jadi Fokus Utama Bianconeri
Menurut Elkann, klub saat ini berada dalam periode pembangunan kembali. Tahapan tersebut di perlukan untuk menciptakan fondasi yang lebih kuat sebelum mengejar target besar pada masa mendatang.
Meski membutuhkan proses, ambisi untuk mendapatkan kemenangan tetap menjadi bagian penting dari identitas tim asal Turin. Elkann ingin semangat tersebut terus di pertahankan selama masa perubahan berlangsung.
Ia menilai kemenangan dapat menjadi dasar untuk mencapai pencapaian lebih besar. Konsistensi hasil positif juga di perlukan apabila Bianconeri ingin kembali menjadi penantang utama di Serie A.
Target serupa berlaku ketika klub nantinya kembali tampil di kompetisi Eropa. Oleh sebab itu, pembenahan tidak hanya di arahkan untuk mengejar hasil jangka pendek.
Elkann memahami perjalanan sebuah klub memiliki siklus berbeda. Ada periode ketika sebuah tim berada di puncak, tetapi terdapat pula masa yang membutuhkan pembangunan ulang.
Saat ini, Bianconeri sedang berada pada tahap tersebut. Namun, seluruh unsur klub disebut mempunyai tujuan serupa, yaitu mengembalikan tim menuju jajaran teratas.
Pada musim baru, konsistensi di berbagai kompetisi menjadi salah satu perhatian utama. Tim di harapkan mampu melangkah sejauh mungkin sekaligus menunjukkan perkembangan sepanjang musim.
Pengalaman Carnevali Menjadi Modal Penting
Giovanni Carnevali datang dengan pengalaman panjang dari Sassuolo. Rekam jejak tersebut menjadi modal penting ketika ia memulai tantangan baru bersama salah satu klub terbesar di Italia.
Pada Serie A musim 2025-2026, Sassuolo mampu menyelesaikan kompetisi di urutan ke-11. Pencapaian itu cukup menjanjikan karena mereka berstatus sebagai tim promosi.
Sassuolo ketika itu juga di perkuat bek Timnas Indonesia, Jay Idzes. Keberhasilan bertahan di papan tengah memperlihatkan kemampuan klub dalam menjalani persaingan setelah kembali ke kasta tertinggi.
Namun, tanggung jawab Carnevali di Turin tentu memiliki skala berbeda. Ekspektasi terhadap Bianconeri jauh lebih besar karena sejarah panjang serta tradisi prestasi yang melekat pada klub tersebut.
Kini, pembenahan struktur manajemen berjalan beriringan dengan pengembangan skuad dan strategi tim pelatih. Semua aspek tersebut menjadi bagian dari proyek untuk mengembalikan daya saing klub.
Dalam jangka pendek, target pentingnya adalah memperbaiki posisi di Serie A sekaligus memperoleh tiket menuju Liga Champions. Setelah itu, manajemen ingin membangun tim yang mampu bersaing memperebutkan gelar.
Kemenangan atas NextGen memang hanya menjadi bagian dari persiapan pramusim. Namun, hasil tersebut memberikan awal positif sebelum kompetisi resmi di mulai.
Musim 2026-2027 akan menjadi ujian penting bagi proyek baru yang sedang di bangun. Dengan perubahan manajemen serta dukungan terhadap Spalletti, Bianconeri berharap dapat membuka jalan menuju kebangkitan dan kembali bersaing di papan atas.