Pertandingan – Antara Persib Bandung dan Dewa United pada pekan ke-28 Super League Indonesia menghadirkan laga yang penuh dinamika dan tensi tinggi. Duel yang berlangsung di Banten International Stadium pada Selasa (21/4/2026) ini berakhir dengan skor imbang 2-2. Hasil tersebut memunculkan berbagai evaluasi, baik dari sisi performa tim, kesalahan individu, hingga keputusan perangkat pertandingan.

Jalannya Pertandingan dan Kesalahan Krusial

Pelatih Persib, Bojan Hodak, menyoroti sejumlah kesalahan yang di lakukan anak asuhnya, terutama di lini pertahanan. Ia menilai timnya tidak menunjukkan fokus penuh dalam beberapa momen penting yang berujung pada kebobolan dua gol di awal pertandingan.

Gol pertama Dewa United terjadi pada menit ke-24 melalui sundulan Alex Martins setelah menerima umpan dari Alexis Messidoro. Dalam proses tersebut, para pemain Persib terlihat berhenti bermain karena mengira bola telah keluar lapangan. Situasi ini di manfaatkan dengan baik oleh lawan dan menjadi bukti kurangnya konsentrasi di lapangan.

Kesalahan kembali terulang pada babak kedua. Serangan Persib terhenti akibat miskomunikasi, yang kemudian di manfaatkan Dewa United untuk melancarkan serangan balik cepat. Ricky Kambuaya berhasil mencetak gol pada menit ke-61 dan membawa timnya unggul 2-0.

Respons Persib dan Kebangkitan di Babak Kedua

Tertinggal dua gol tidak membuat Persib kehilangan semangat. Tim berjuluk Maung Bandung ini mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah Alex Martins menerima kartu kuning kedua dan harus keluar lapangan. Kondisi ini memberikan ruang bagi Persib untuk meningkatkan intensitas serangan.

Upaya tersebut membuahkan hasil melalui gol penalti Thom Haye pada menit ke-77. Momentum kebangkitan semakin terasa ketika Andrew Jung mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-85 lewat sundulan setelah menerima umpan dari Eliano Reijnders.

Bojan Hodak menilai bahwa secara ofensif timnya tampil cukup baik, terutama dalam upaya mengejar ketertinggalan. Namun, ia juga menegaskan bahwa tim seharusnya mampu menciptakan lebih banyak peluang dan mengamankan kemenangan.

Persib Bandung

Duel Udara antara pemain Persib Bandung Berguinho dengan bek Dewa United Alta Ballah pada laga pekan ke-28 Super League 2025-2026 yang berakhir dengan skor 2-2, Senin (20/4/2026) di Banten International Stadium.

Kontroversi Keputusan Wasit dan VAR

Selain evaluasi teknis, pertandingan ini juga di warnai kontroversi terkait keputusan wasit. Kepemimpinan Yoko Suprianto bersama wasit VAR Sance Lawita menuai kritik dari pihak Persib.

Gol pertama Dewa United memunculkan perdebatan terkait apakah bola sudah keluar lapangan sebelum proses gol terjadi. Selain itu, terdapat dugaan handball dalam proses gol kedua yang tidak mendapatkan keputusan sesuai harapan tim Persib.

Bojan Hodak menyatakan kekecewaannya terhadap sejumlah keputusan tersebut. Ia menegaskan bahwa klub akan menempuh jalur resmi dengan mengajukan protes guna mendapatkan kejelasan atas situasi yang di anggap merugikan timnya.

Dampak Hasil Imbang terhadap Persaingan Klasemen

Hasil imbang ini memberikan dampak signifikan terhadap persaingan papan atas liga. Persib Bandung yang sebelumnya unggul cukup nyaman di puncak klasemen kini menghadapi tekanan dari tim pesaing.

Borneo FC Samarinda berhasil memangkas selisih poin dan kini berada di posisi kedua dengan jarak yang semakin tipis. Kondisi ini membuat persaingan menuju gelar juara semakin terbuka dan kompetitif.

Evaluasi dan Implikasi bagi Tim

Pertandingan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Persib Bandung. Tim perlu meningkatkan konsentrasi, terutama dalam situasi krusial yang dapat menentukan hasil akhir pertandingan. Kesalahan sederhana seperti berhenti bermain sebelum peluit wasit dapat memberikan keuntungan besar bagi lawan.

Selain itu, komunikasi antar pemain dan pengambilan keputusan di lapangan juga perlu diperbaiki. Di sisi lain, kemampuan tim untuk bangkit dari ketertinggalan menunjukkan mentalitas yang patut diapresiasi.

Secara keseluruhan, laga ini tidak hanya menghadirkan hiburan bagi penonton, tetapi juga memberikan pelajaran penting tentang pentingnya disiplin, fokus, dan konsistensi dalam kompetisi sepak bola profesional.