Cristiano Ronaldo – kembali menambahkan pencapaian istimewa dalam perjalanan panjangnya sebagai pesepak bola profesional. Penyerang asal Portugal tersebut kini tercatat mampu mencetak gol dalam 25 musim secara beruntun, sebuah pencapaian yang menunjukkan konsistensinya selama lebih dari dua dekade.

Catatan terbaru itu lahir pada pertandingan Liga Pro Saudi 2026/2027, Jumat (21/8/2026). Ronaldo mencetak satu gol ketika Al Nassr meraih kemenangan 4-0 atas Al Riyadh.

Menariknya, Ronaldo tidak memulai pertandingan sebagai starter. Pemain berusia 41 tahun tersebut mengawali laga dari bangku cadangan sebelum mendapat kesempatan tampil pada menit ke-62. Meski waktu bermainnya lebih singkat, Ronaldo tetap berhasil memberikan kontribusi.

Sekitar 20 menit setelah memasuki lapangan, mantan kapten timnas Portugal itu berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Gol tersebut kemudian menjadi lebih istimewa karena menghadirkan rekor baru dalam perjalanan karier profesionalnya.

Cristiano Ronaldo Cetak Gol dalam 25 Musim Beruntun

Gol ke gawang Al Riyadh membuat Ronaldo selalu mencetak gol setidaknya sekali dalam 25 musim profesional secara berturut-turut. Catatan tersebut membentang sejak awal kariernya pada musim 2002/2003 hingga kompetisi 2026/2027.

L’Equipe menyoroti pencapaian tersebut. Sementara itu, ESPN menyebut musim 2026/2027 sebagai musim profesional ke-25 Ronaldo sejak dirinya menembus tim utama Sporting CP.

Perjalanan panjang tersebut memperlihatkan kemampuan Ronaldo menjaga produktivitas. Selama lebih dari dua dekade, ia menghadapi perubahan besar dalam permainan, termasuk pergantian kompetisi dan bertambahnya usia.

Namun, satu hal tetap bertahan, yakni kemampuannya menghasilkan gol.

Ronaldo mencetak gol profesional pertamanya pada 7 Oktober 2002 ketika masih membela Sporting CP. Saat itu, ia merupakan pemain muda yang sedang memulai perjalanan di level senior.

Kini, lebih dari dua dekade setelah momen tersebut, Ronaldo masih mampu menjebol gawang lawan pada kompetisi profesional.

Lampaui Catatan Zlatan Ibrahimovic

Keberhasilan mencetak gol pada musim 2026/2027 sekaligus membawa Ronaldo melewati pencapaian Zlatan Ibrahimovic.

Ibrahimovic sebelumnya mempunyai catatan mencetak gol dalam 24 musim berturut-turut. Mantan penyerang asal Swedia itu mempertahankan produktivitas gol sejak musim 1999/2000 sampai 2022/2023.

Ronaldo kemudian melampaui angka tersebut setelah mencetak gol pada musim profesionalnya yang ke-25.

Pencapaian ini semakin menarik karena perjalanan Ronaldo berlangsung di berbagai kompetisi. Setelah mengawali karier profesional di Portugal, ia melanjutkan perjalanan ke Inggris, Spanyol, Italia, hingga Arab Saudi.

Perubahan lingkungan dan karakter kompetisi ternyata tidak menghentikan kemampuannya dalam mencetak gol.

Ronaldo juga terus menyesuaikan gaya bermain seiring bertambahnya usia. Pada periode awal karier, ia lebih sering mengandalkan kecepatan dan kemampuan menggiring bola. Seiring waktu, perannya berkembang menjadi pemain yang semakin efektif dalam memanfaatkan peluang di area pertahanan lawan.

Cristiano Ronaldo mencetak gol dan mencatat rekor 25 musim beruntun

Cristiano Ronaldo merayakan gol keempat Al Nassr sekaligus gol pertamanya musim ini pada laga melawan Al Riyadh di Prince Faisal Bin Fahd Stadium, Riyadh, Jumat malam WIB. Al Nassr menang 4-0.

Konsistensi Jadi Kunci Perjalanan Panjang Ronaldo

Mencetak gol dalam satu musim mungkin menjadi sesuatu yang biasa bagi seorang penyerang. Namun, mempertahankan catatan tersebut selama 25 musim berturut-turut merupakan pencapaian berbeda.

Seorang pemain harus mampu menjaga kondisi fisik, mendapatkan kesempatan bermain, serta tetap kompetitif dalam periode yang sangat panjang.

Ronaldo mampu memenuhi berbagai tuntutan tersebut sejak memasuki sepak bola profesional pada 2002.

Produktivitasnya juga tidak hanya muncul dalam satu periode tertentu. Gol terus mengiringi perjalanannya meski ia mengalami pergantian pelatih, kompetisi, rekan setim, hingga perubahan peran di lapangan.

Usia pun belum sepenuhnya menghentikan ketajamannya. Pada umur 41 tahun, Ronaldo masih sanggup memberikan kontribusi melalui gol.

Kondisi tersebut membuat rekor 25 musim beruntun terasa semakin istimewa. Catatan itu bukan hanya menggambarkan kemampuan menyelesaikan peluang, tetapi juga memperlihatkan panjangnya perjalanan Ronaldo di level profesional.

Cristiano Ronaldo Semakin Dekat dengan 1.000 Gol

Selain menciptakan rekor 25 musim berturut-turut, gol terbaru Ronaldo turut mendekatkannya pada pencapaian individual lainnya.

Tambahan satu gol membuat koleksi sepanjang kariernya mencapai 977 gol. Dengan jumlah tersebut, Ronaldo membutuhkan 23 gol tambahan untuk mencapai tonggak 1.000 gol.

Angka empat digit itu menjadi salah satu target yang menarik untuk dinantikan sepanjang musim 2026/2027.

Ronaldo telah membuktikan kemampuan mencetak gol melalui berbagai cara sepanjang kariernya. Ia mampu memaksimalkan kaki kanan maupun kiri, melakukan sundulan, mengeksekusi tendangan bebas, hingga menjalankan tugas sebagai algojo penalti.

Kemampuan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat jumlah golnya terus bertambah.

Kesempatan Mengukir Sejarah Baru

Perburuan menuju 1.000 gol menjadi semakin menarik karena Ronaldo sebelumnya memberikan indikasi bahwa musim 2026/2027 mungkin menjadi periode terakhir dalam perjalanan profesionalnya.

Jika rencana tersebut tidak berubah, Ronaldo memiliki waktu terbatas untuk mengejar 23 gol yang masih dibutuhkan.

Meski demikian, catatan 977 gol menunjukkan bahwa kesempatan tersebut tetap terbuka selama dirinya mampu mempertahankan produktivitas.

Terlepas dari apakah angka 1.000 akhirnya tercapai atau tidak, perjalanan Ronaldo sudah menghasilkan sederet catatan penting. Rekor mencetak gol dalam 25 musim berturut-turut menjadi bukti terbaru mengenai konsistensinya.

Dari gol profesional pertamanya pada 2002 hingga kembali mencatatkan nama di papan skor pada 2026, Ronaldo telah melewati perjalanan selama lebih dari dua dekade.

Kini, pada usia 41 tahun, Cristiano Ronaldo masih mengejar gol berikutnya. Setiap tambahan gol bukan hanya meningkatkan statistik pribadinya, tetapi juga membuka peluang bagi sang penyerang untuk kembali menuliskan namanya dalam sejarah sepak bola.