Liverpool – langsung tampil menekan sejak awal laga saat menjamu Crystal Palace di Anfield. Dukungan penuh dari suporter membuat tim tuan rumah bermain dengan tempo tinggi dan agresivitas yang konsisten.
Sejak peluit awal dibunyikan, Liverpool berusaha mengontrol jalannya pertandingan melalui penguasaan bola dan serangan dari kedua sisi sayap. Florian Wirtz menjadi salah satu motor serangan yang aktif. Pada menit ketujuh, ia melakukan penetrasi dari sisi kanan dan melepaskan tembakan kaki kiri, namun masih dapat diblok oleh pemain bertahan lawan.
Crystal Palace mencoba merespons tekanan tersebut dengan memanfaatkan celah melalui serangan balik cepat. Brennan Johnson sempat mendapatkan peluang di dalam kotak penalti, namun penyelesaian akhirnya kurang maksimal sehingga bola melambung dan gagal mengancam gawang.
Kontroversi VAR Warnai Jalannya Laga
Memasuki pertengahan babak pertama, pertandingan sempat di warnai keputusan kontroversial. Mohamed Salah terjatuh di dalam kotak penalti setelah berduel dengan Brennan Johnson pada menit ke-23. Wasit awalnya menunjuk titik putih sebagai tanda penalti.
Namun, setelah melakukan pengecekan melalui VAR, keputusan tersebut di batalkan karena di anggap tidak terjadi pelanggaran yang cukup signifikan. Momen ini sempat memicu reaksi dari pemain dan suporter, namun pertandingan tetap berlanjut.
Liverpool tetap menjaga intensitas serangan meskipun gagal mendapatkan penalti. Salah kembali memperoleh peluang dari dalam kotak penalti, tetapi tembakannya masih belum tepat sasaran dan melambung di atas mistar gawang.
Alexander Isak Buka Keunggulan Liverpool
Tekanan yang terus dilakukan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-36. Serangan dari sisi kanan yang di pimpin Salah menjadi awal terciptanya gol pertama Liverpool.
Bola yang gagal di antisipasi dengan sempurna oleh lini belakang Crystal Palace jatuh ke area berbahaya. Alexis Mac Allister sempat mencoba menyambar bola, namun tidak mengenai dengan sempurna. Situasi ini justru menguntungkan Alexander Isak yang berada di posisi ideal.
Isak dengan tenang mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan ke pojok kanan gawang. Gol tersebut tidak mampu di hentikan oleh kiper dan membawa Liverpool unggul 1-0. Keunggulan ini semakin meningkatkan kepercayaan diri tim tuan rumah dalam menguasai pertandingan.

Sepak Bola – Liga Primer – Liverpool vs Crystal Palace – Anfield, Liverpool, Inggris – 25 April 2026 Alexander Isak dari Liverpool mencetak gol pertama mereka.
Robertson Gandakan Keunggulan Lewat Serangan Balik Cepat
Crystal Palace sempat mencoba bangkit dengan menciptakan peluang melalui sundulan Jean-Philippe Mateta yang memanfaatkan umpan dari Daichi Kamada. Namun, kiper Liverpool mampu melakukan penyelamatan penting untuk menjaga keunggulan tetap aman.
Alih-alih menyamakan kedudukan, Crystal Palace justru kembali kebobolan pada menit ke-40. Liverpool memanfaatkan situasi transisi dengan sangat baik melalui serangan balik cepat.
Curtis Jones membawa bola dari lini pertahanan dan melihat pergerakan Andy Robertson yang naik membantu serangan. Umpan yang di berikan mampu di manfaatkan dengan baik oleh Robertson, yang kemudian melepaskan tembakan mendatar ke sisi kanan gawang.
Gol tersebut membuat Liverpool unggul 2-0 dan semakin berada di atas angin hingga akhir babak pertama.
Babak Pertama Di tutup dengan Keunggulan Meyakinkan
Menjelang akhir babak pertama, Crystal Palace masih berusaha memperkecil ketertinggalan. Maxence Lacroix hampir mencetak gol melalui sundulan setelah menerima umpan dari situasi bola mati, namun kembali di gagalkan oleh penyelamatan gemilang kiper Liverpool.
Hingga peluit akhir babak pertama di bunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Liverpool menutup paruh pertama pertandingan dengan keunggulan 2-0 berkat efektivitas dalam memanfaatkan peluang.
Kesimpulan
Penampilan Liverpool di babak pertama menunjukkan kombinasi antara dominasi permainan dan efisiensi penyelesaian akhir. Dengan keunggulan dua gol atas Crystal Palace, Liverpool berada dalam posisi yang sangat menguntungkan.
Jika mampu mempertahankan konsistensi dan fokus di babak kedua, peluang Liverpool untuk mengamankan kemenangan dalam laga ini terbuka lebar. Sementara itu, Crystal Palace perlu melakukan evaluasi cepat untuk memperbaiki lini pertahanan dan meningkatkan efektivitas serangan agar dapat mengejar ketertinggalan.