Cesc Fabregas Usai Como Vs RB Leipzig menempatkan kemampuan membaca perubahan pertandingan sebagai salah satu hal penting dari kemenangan timnya pada laga pembuka Liga Champions 2026-2027. Como mengakhiri malam di Stadion Giuseppe Sinigaglia dengan skor 4-1 sekaligus memperoleh tiga poin pada penampilan pertama klub di kompetisi tersebut.
Momen itu tentu mempunyai arti besar bagi Como. Mereka memasuki Liga Champions sebagai pengalaman baru, sementara pertandingan pertama langsung mempertemukan mereka dengan Leipzig. Fabregas pun tidak ingin para pemain sekadar terbawa suasana.
Sebelum turun ke lapangan, Como sudah membekali diri dengan pemahaman mengenai kebiasaan lawan. Fabregas bersama stafnya mengamati bagaimana Leipzig menempatkan pemain ketika mengejar penguasaan bola. Informasi tersebut kemudian menjadi salah satu dasar untuk menentukan cara Como menghadapi laga.
Pendekatan itu membuahkan hasil. Namun, Fabregas tidak menilai kemenangan hanya berdasarkan empat gol yang masuk ke gawang lawan. Ia justru memberikan perhatian pada respons pemain ketika keadaan mulai berubah.
Como Tidak Selalu Berada dalam Situasi Nyaman
Keunggulan besar tidak berarti Como melewati 90 menit tanpa kesulitan. Fabregas melihat tantangan meningkat pada paruh kedua ketika Leipzig mulai memainkan pertandingan dengan kecepatan berbeda.
Como harus memberikan jawaban tanpa meninggalkan rencana yang sudah mereka bangun. Sekitar menit ke-60, Fabregas melihat perlunya perubahan untuk menghadapi kondisi baru tersebut.
Para pemain mampu menjalankan penyesuaian itu. Setelah melewati periode yang menyulitkan, Como kembali mendapatkan kesempatan untuk membawa bola menuju pertahanan lawan. Kemampuan mengatasi fase tersebut membuat Fabregas puas terhadap respons timnya.
Skor akhir kemudian memperlihatkan efektivitas Como dalam memanfaatkan kesempatan. Empat pemain menyumbangkan gol pada malam itu.
Martin Baturina mencatatkan namanya pada menit ke-15. Anastasios Douvikas menyusul pada menit ke-38, kemudian Assane Diao menambah gol pada menit ke-54. Leipzig mendapatkan satu gol melalui Andrija Maksimovic pada menit ke-58. Menjelang laga berakhir, Maximo Perrone mencetak gol keempat Como pada menit ke-90.
Dengan demikian, tuan rumah menyelesaikan pertandingan dengan keunggulan tiga gol.
Fabregas Pilih Redam Euforia
Kemenangan dalam penampilan pertama di Liga Champions bisa menjadi alasan besar untuk merayakan. Meski begitu, Fabregas memilih menyampaikan pesan lain kepada skuadnya.
Pelatih berusia 39 tahun tersebut menganggap tiga poin sebagai hasil penting dari pekerjaan tim. Pencapaian itu juga mempunyai hubungan dengan usaha yang sudah Como bangun sejak sebelumnya hingga akhirnya memperoleh kesempatan bermain di level Eropa.
Akan tetapi, keberhasilan tersebut tidak boleh mengubah karakter tim.
Fabregas ingin para pemain memahami bahwa satu malam yang menyenangkan belum menentukan perjalanan mereka secara keseluruhan. Karena itulah, ia menekankan kerendahan hati setelah tim meraih hasil besar.
Sikap tersebut menjadi perhatian Fabregas karena Como masih mempunyai pertandingan lain yang harus mereka jalani. Alih-alih terlalu lama menikmati skor 4-1, tim perlu mengalihkan perhatian menuju tantangan berikutnya.

Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, saat menangani kubu milik Grup Djarum asal Indonesia tersebut di ajang Liga Italia 2025-2026.
Baturina Warnai Malam Pertama Como
Di antara sejumlah pemain Como yang tampil, Martin Baturina memberikan kontribusi menonjol. Selain menghasilkan satu gol, gelandang Kroasia tersebut turut menciptakan peluang yang berujung pada gol Douvikas.
Penampilan tersebut membawanya memperoleh penghargaan Man of the Match.
Baturina tidak menjadikan penghargaan itu sebagai alasan untuk menempatkan dirinya sebagai pusat keberhasilan. Ia melihat performa Como sebagai pekerjaan kolektif. Para pemain mampu menjaga keseriusan sejak persiapan hingga pertandingan berlangsung.
Ada pula tantangan psikologis yang perlu mereka hadapi. Label Liga Champions membawa atmosfer berbeda dibanding pertandingan biasa. Namun, Como berusaha tidak memberikan perhatian berlebihan terhadap besarnya panggung tersebut.
Mereka memilih berkonsentrasi pada pekerjaan yang sudah dipersiapkan.
Bagi Baturina, malam itu tetap memiliki nilai personal. Gol ke gawang Leipzig menjadi gol pertamanya bersama Como di Liga Champions. Pada saat bersamaan, klub juga mencatat kemenangan pertamanya dalam sejarah kompetisi tersebut.
Ia turut melihat hasil itu sebagai kebahagiaan yang dapat dirasakan masyarakat Como, bukan hanya pemain yang berada di lapangan.
Fokus Beralih ke Pertandingan Kedua
Tambahan tiga poin menempatkan Como pada urutan kelima klasemen sementara Liga Champions 2026-2027. Leipzig, yang belum memperoleh poin dari pertandingan pembuka, berada di posisi ke-32.
Namun, klasemen tersebut baru menggambarkan kondisi setelah pertandingan pertama.
Como selanjutnya akan berhadapan dengan Feyenoord. Sementara itu, Leipzig memiliki kesempatan mencari hasil berbeda ketika menghadapi PSV Eindhoven.
Bagi Fabregas, kemenangan pada debut memberikan bekal berharga sekaligus bahan untuk mengevaluasi tim. Como sudah menunjukkan bahwa mereka mampu menghasilkan gol dan menemukan jalan keluar ketika pertandingan memasuki fase sulit. Setelah perayaan malam pertama berakhir, tugas berikutnya adalah membawa kesiapan yang sama ke pertandingan selanjutnya.