AS Roma – bersiap menghadapi tantangan besar setelah memastikan diri kembali berkompetisi di Liga Champions. Setelah tujuh musim tidak tampil di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa tersebut, I Lupi kini harus berhadapan dengan sejumlah tim elite pada musim 2026/2027.
Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, menyadari perjalanan timnya tidak akan mudah. Ia bahkan menilai peluang untuk langsung menembus delapan besar klasemen fase liga Liga Champions merupakan target yang sangat berat.
Alih-alih memberikan tekanan berlebihan kepada para pemain, Gasperini memilih pendekatan yang lebih realistis. Ia ingin Roma mampu bersaing selama mungkin dan setidaknya memperoleh kesempatan melanjutkan perjalanan melalui babak playoff menuju fase gugur.
AS Roma Hadapi Lawan Berat di Liga Champions
Hasil undian Liga Champions 2026/2027 memberikan tantangan menarik bagi Roma. Klub asal ibu kota Italia tersebut bakal bertemu sejumlah kekuatan besar sepak bola Eropa sepanjang fase liga.
Salah satu pertandingan berat akan berlangsung ketika Roma bertandang menghadapi juara bertahan Paris Saint-Germain. Bermain di kandang PSG tentu menjadi ujian penting untuk mengetahui sejauh mana kemampuan skuad Gasperini bersaing di level tertinggi.
Selain perjalanan ke Paris, Roma dijadwalkan menyambangi markas Manchester United. Pertandingan tersebut juga diperkirakan memberikan pengalaman berharga bagi para pemain karena mereka harus menghadapi salah satu klub dengan tradisi panjang di kompetisi Eropa.
Tantangan menarik lainnya datang ketika Roma bermain di hadapan pendukung sendiri. I Lupi akan menerima kunjungan Real Madrid dalam pertandingan yang berpotensi menjadi salah satu laga paling di nantikan.
Pertemuan tersebut juga menghadirkan cerita tersendiri karena Roma bakal kembali berjumpa dengan Jose Mourinho. Situasi itu menambah daya tarik pertandingan mengingat Mourinho pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan klub asal Italia tersebut.
Gasperini Tak Mau Bebani Roma dengan Target Delapan Besar
Menghadapi sederet pertandingan besar, Gasperini tidak ingin menetapkan target yang terlalu tinggi. Menurutnya, persaingan memperebutkan posisi delapan besar akan sangat ketat karena banyak klub berkualitas memiliki ambisi serupa.
Karena itu, fokus utama Roma adalah menjaga peluang mereka tetap terbuka hingga akhir fase liga. Jika delapan besar sulit di capai, tiket menuju babak playoff menjadi sasaran yang lebih realistis untuk di perjuangkan.
Gasperini menilai Roma perlu tetap berada dalam persaingan agar memiliki kesempatan melangkah menuju fase gugur. Target tersebut di nilai sesuai dengan kondisi tim yang baru kembali merasakan atmosfer Liga Champions setelah cukup lama absen.
Namun, hasil pertandingan bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian pelatih asal Italia tersebut. Gasperini juga ingin para pemain memperoleh pengalaman sebanyak mungkin dari pertandingan melawan klub-klub terbaik Eropa.

Donyell Malen dari A.S. Roma melakukan selebrasi setelah mencetak gol yang mengubah kedudukan menjadi 1-0 dalam pertandingan pekan pertama Serie A antara A.S. Roma dan A.C.F. Fiorentina di Stadion Olimpiade di Roma, Italia, pada 24 Agustus 2026.
Atmosfer Liga Champions Jadi Pengalaman Penting
Kembalinya Roma ke Liga Champions memberikan kesempatan kepada skuad untuk kembali merasakan atmosfer pertandingan kelas atas. Bermain di stadion besar menghadapi PSG maupun Manchester United serta menjamu Real Madrid dapat menjadi pengalaman penting bagi perkembangan tim.
Menurut Gasperini, pertandingan seperti itu mampu memberikan dimensi berbeda kepada pemain. Mereka dapat mengukur kemampuan secara langsung ketika berhadapan dengan klub-klub yang berada di jajaran elite Eropa.
Pengalaman tersebut di harapkan tidak hanya memberikan manfaat selama berlaga di Liga Champions. Gasperini ingin mentalitas dan standar permainan yang diperoleh dari kompetisi Eropa juga di terapkan ketika Roma menjalani pertandingan domestik.
Dengan demikian, keikutsertaan di Liga Champions dapat menjadi bagian dari proses perkembangan skuad secara keseluruhan. Intensitas pertandingan yang tinggi membuat para pemain di tuntut meningkatkan kualitas, baik dari sisi teknis maupun mental.
Roma Ingin Kompetitif di Eropa
Setelah tujuh musim menunggu kesempatan kembali, Roma tentu ingin memanfaatkan perjalanan di Liga Champions dengan maksimal. Meski tidak memasang delapan besar sebagai target mutlak, klub tetap berambisi menunjukkan bahwa mereka mampu memberikan perlawanan kepada tim-tim terbaik.
Gasperini berharap skuadnya menikmati setiap pertandingan tanpa kehilangan semangat kompetitif. Pertemuan menghadapi lawan-lawan besar justru dapat di gunakan sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas permainan sekaligus membangun kepercayaan diri.
Bagi Roma, musim Liga Champions 2026/2027 bukan hanya mengenai seberapa jauh mereka mampu melangkah. Kompetisi tersebut juga menjadi kesempatan untuk membangun fondasi tim agar semakin siap menghadapi persaingan di level tertinggi.
Target terdekat adalah mempertahankan peluang hingga mendapatkan tiket playoff menuju fase gugur. Setelah itu, Roma dapat melihat sejauh mana mereka mampu melanjutkan perjalanan di tengah persaingan ketat Liga Champions.
Kehadiran PSG, Manchester United, Real Madrid, serta klub-klub kuat lainnya membuat perjalanan Roma tidak akan sederhana. Namun, tantangan tersebut sekaligus memberikan kesempatan besar kepada I Lupi untuk kembali membuktikan kualitas mereka di panggung sepak bola Eropa.