Penalti kontroversial Al Hilal menjadi salah satu kejadian paling menarik ketika tim tersebut menghadapi Al Khaleej dalam lanjutan Saudi Pro League. Keputusan wasit menunjuk titik putih setelah Kalidou Koulibaly memegang bola di area terlarang memunculkan perdebatan karena sang pemain tampaknya mengira tendangan gawang belum berjalan.
Al Khaleej menjamu Al Hilal di Prince Mohamed bin Fahd Stadium pada Sabtu (29/8/2026) dini hari WIB. Sejak pertandingan dimulai, tim tamu langsung mengambil kendali permainan dan memperlihatkan efektivitas tinggi dalam memanfaatkan peluang.
Dominasi tersebut membawa Al Hilal menutup babak pertama dengan keunggulan telak 5-1. Mohamed Meite, Sergej Milinkovic-Savic, Theo Hernandez, Crysencio Summerville, dan Sultan Mandsah masing-masing menyumbangkan satu gol untuk tim tamu. Sementara itu, Saleh Al Amri mencetak satu-satunya gol Al Khaleej.
Keunggulan empat gol membuat Al Hilal memasuki babak kedua dengan posisi nyaman. Namun, sebuah kejadian tidak biasa pada menit ke-64 kemudian mengubah fokus pertandingan dan memunculkan perdebatan mengenai keputusan wasit.
Kesalahpahaman Koulibaly Berujung Penalti
Insiden penalti kontroversial Al Hilal bermula ketika kiper Yassine Bounou bersiap memulai kembali pertandingan melalui tendangan gawang. Bounou memainkan bola menuju Kalidou Koulibaly yang berada di dalam kotak penalti.
Koulibaly kemudian mengambil bola menggunakan tangannya. Bek Al Hilal tersebut tampaknya menganggap Bounou belum benar-benar menjalankan tendangan gawang. Karena pemahaman itu, ia berniat mengatur kembali posisi bola sebelum sang kiper melakukan tendangan.
Wasit memiliki penilaian berbeda terhadap situasi tersebut. Sang pengadil menganggap Bounou sudah memainkan bola secara sah sehingga pertandingan telah kembali berjalan.
Akibatnya, tindakan Koulibaly memegang bola dengan tangan masuk dalam kategori handball di area penalti. Wasit segera meniup peluit dan memberikan tendangan penalti kepada Al Khaleej.
Keputusan itu langsung memancing reaksi para pemain Al Hilal. Mereka mendatangi wasit dan mempertanyakan mengapa sang pengadil menganggap sentuhan tangan Koulibaly sebagai sebuah pelanggaran.

Kiper Al Hilal Yassine Bounou.
VAR Mendukung Keputusan Wasit
Perdebatan tidak membuat keputusan di lapangan berubah. Asisten wasit mendukung penilaian sang pengadil mengenai kejadian tersebut.
Tim Video Assistant Referee (VAR) kemudian memeriksa insiden itu. Setelah melakukan peninjauan, VAR juga menilai bahwa Koulibaly melakukan handball karena bola sudah aktif ketika sang bek menyentuhnya menggunakan tangan.
Situasi tersebut membuat Al Khaleej memperoleh kesempatan emas untuk memangkas ketertinggalan. Moussa Barrow mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor tendangan penalti.
Barrow melepaskan tendangan dari titik putih untuk mencoba menambah gol tuan rumah. Namun, Bounou membaca arah bola dengan tepat dan melakukan penyelamatan penting.
Kiper Al Hilal itu berhasil menepis tendangan Barrow sehingga Al Khaleej gagal mengubah skor. Penyelamatan tersebut sekaligus memastikan tim tamu tetap menjaga keunggulan empat gol.
Al Hilal Pertahankan Keunggulan hingga Laga Berakhir
Setelah kegagalan penalti tersebut, Al Khaleej terus mencoba mencari peluang untuk memperkecil selisih. Meski demikian, pertahanan Al Hilal mampu meredam upaya tuan rumah sepanjang sisa pertandingan.
Al Hilal juga tidak menambah gol setelah mencetak lima gol pada babak pertama. Hingga wasit meniup peluit panjang, papan skor tetap menunjukkan angka 5-1 untuk kemenangan tim tamu.
Hasil tersebut menegaskan dominasi Al Hilal dalam pertandingan ini. Lima pemain berbeda mampu mencatatkan nama di papan skor, sementara Bounou memberikan kontribusi penting melalui penyelamatan penalti pada babak kedua.
Meski Al Hilal meraih kemenangan besar, perhatian selepas pertandingan tidak hanya tertuju pada hasil akhir. Insiden yang melibatkan Bounou dan Koulibaly justru menjadi salah satu pembahasan utama karena memperlihatkan kesalahpahaman dalam proses memulai kembali permainan.
Mengapa Penalti Al Hilal Memicu Kontroversi?
Kontroversi muncul karena Koulibaly dan perangkat pertandingan tampaknya memiliki pemahaman berbeda mengenai status bola. Bek tersebut bertindak seolah-olah tendangan gawang belum berlangsung, sedangkan wasit menganggap Bounou sudah membuat bola aktif ketika memberikan umpan.
Perbedaan interpretasi itulah yang membuat kejadian tersebut terlihat tidak biasa. Koulibaly tidak mencoba menghentikan serangan lawan atau secara sengaja menggunakan tangannya untuk mendapatkan keuntungan dalam situasi permainan terbuka. Ia mengambil bola karena bermaksud mengembalikannya ke posisi sebelum Bounou melakukan tendangan.
Namun, perangkat pertandingan tetap menilai tindakan itu sebagai handball. Dukungan asisten wasit dan hasil pemeriksaan VAR semakin menguatkan keputusan sang pengadil untuk mempertahankan penalti bagi Al Khaleej.
Pada akhirnya, penalti kontroversial Al Hilal tidak memengaruhi hasil pertandingan. Bounou menggagalkan eksekusi Barrow, sedangkan Al Khaleej gagal mencetak gol tambahan hingga laga selesai.
Al Hilal pun meninggalkan Prince Mohamed bin Fahd Stadium dengan kemenangan meyakinkan 5-1. Walaupun pesta lima gol menunjukkan ketajaman tim tamu, kejadian unik antara Bounou dan Koulibaly tetap menjadi salah satu momen yang paling mencuri perhatian dari pertandingan Saudi Pro League tersebut.