Hasil Liverpool Vs Fulham memperlihatkan masalah utama The Reds dalam memaksimalkan peluang ketika kedua kesebelasan berbagi angka pada pekan keempat Liga Inggris 2026-2027. Liverpool memiliki lebih banyak kesempatan menyerang di Anfield, Sabtu (12/9/2026), tetapi tidak satu pun menghasilkan gol.
Bernd Leno menjadi salah satu penghalang bagi tuan rumah. Penjaga gawang Fulham itu mampu menjaga wilayahnya ketika Liverpool mencoba meningkatkan tekanan, terutama pada paruh kedua.
Liverpool sebenarnya menghasilkan 14 percobaan sepanjang laga. Hanya tiga yang menemui sasaran. Fulham mencatat jumlah percobaan lebih sedikit, yakni 10 tembakan, tetapi empat di antaranya mengarah ke gawang Alisson Becker.
Perbandingan tersebut menggambarkan bahwa dominasi belum menjamin efektivitas. Liverpool menguasai 56 persen aliran bola, sedangkan tim tamu mendapatkan porsi 44 persen.
Tidak adanya gol akhirnya memaksa masing-masing kubu membawa pulang satu angka.
Isak Dapat Kesempatan Awal
Andoni Iraola mengarahkan Liverpool untuk memainkan sepak bola menyerang di hadapan pendukung sendiri. The Reds berusaha menggerakkan bola dengan cepat sekaligus membuka ruang menuju kotak penalti Fulham.
Alexander Isak mendapatkan salah satu kesempatan pertama tuan rumah ketika pertandingan memasuki menit kesembilan.
Bradley Barcola membaca pergerakan rekannya lalu mengirim bola ke jalur lari Isak. Penyerang Liverpool tersebut berhasil masuk ke posisi yang memungkinkan dirinya melakukan penyelesaian.
Sudut tembak yang sempit membuat tugas Isak tidak mudah. Ia tetap mencoba mengarahkan bola ke gawang, tetapi sepakannya melebar tipis.
Fulham segera menunjukkan bahwa mereka tidak datang hanya untuk bertahan.
Sekitar dua menit kemudian, Gonzalo Garcia menemukan kesempatan untuk mengancam Liverpool. Garcia mencoba memanfaatkan ruang yang terbuka di lini belakang tuan rumah.
Jeremy Jacquet kemudian melakukan intervensi penting. Bek Liverpool tersebut menghentikan ancaman Garcia dan membantu timnya menghindari situasi berbahaya.
Tiang Gawang Menghalangi Upaya The Reds
Liverpool terus mencari cara untuk merusak struktur pertahanan Fulham. Selain mengembangkan serangan terbuka, tuan rumah mencoba menggunakan situasi bola mati sebagai jalan menuju gol pertama.
Dominik Szoboszlai mengambil bagian penting dalam salah satu skema tersebut.
Bola kemudian mengarah kepada Victor Munoz. Kesempatan itu nyaris mengubah keadaan, tetapi mistar gawang menggagalkan usaha Munoz.
Momen tersebut membuat Liverpool kehilangan salah satu peluang terbaiknya sebelum jeda.
Fulham mampu menjaga konsentrasi setelah kejadian itu. Mereka menutup ruang yang bisa dimanfaatkan pemain Liverpool dan mempertahankan kedudukan tetap seimbang sampai babak pertama selesai.
Kedua kesebelasan akhirnya memasuki jeda tanpa mencetak gol.

Alexander Isak (kiri) berebut bola dengan Antonee Robinson dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Liverpool vs Fulham di Anfield di Liverpool, barat laut Inggris pada 12 September 2026.
Iraola Ubah Komposisi Liverpool
Liverpool membutuhkan pendekatan berbeda setelah gagal menemukan gol sepanjang paruh pertama.
Iraola langsung melakukan perubahan dengan memainkan Milos Kerkez untuk menggantikan Kostas Tsimikas pada awal babak kedua.
Perubahan berikutnya muncul ketika pertandingan berjalan satu jam. Alexis Mac Allister mengambil tempat Ryan Gravenberch, sementara Cody Gakpo menggantikan Victor Munoz.
Masuknya pemain baru membantu Liverpool menjaga tekanan. Szoboszlai kemudian memperoleh kesempatan bagus pada menit ke-67.
Ia membangun kombinasi bersama Mac Allister sebelum mencoba menaklukkan Leno melalui tembakan keras.
Leno mampu menghentikannya.
Penyelamatan tersebut menjaga Fulham tetap berada dalam pertandingan sekaligus memperpanjang kebuntuan Liverpool.
Iraola belum berhenti mengubah komposisi tim. Jeremie Frimpong dan Rio Ngumoha mendapat kesempatan bermain pada menit ke-72 untuk menggantikan Araujo serta Barcola.
Namun, tambahan tenaga segar belum menghasilkan gol yang dicari tuan rumah.
Fulham Hampir Menghukum Liverpool
Keinginan Liverpool untuk menyerang juga memberikan peluang kepada Fulham untuk mengeksploitasi ruang.
Tim tamu bahkan sempat memaksa Alisson bekerja keras pada fase akhir pertandingan.
Josua King melepaskan tendangan keras yang berpotensi memberikan kemenangan kepada Fulham. Alisson merespons ancaman tersebut dengan penyelamatan penting.
Aksi Alisson memastikan Liverpool tidak mengalami kerugian lebih besar di kandang sendiri.
Selepas peluang tersebut, waktu terus berkurang. Liverpool masih berusaha membangun serangan, sedangkan Fulham mempertahankan organisasi permainan sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik.
Tidak ada pemain yang akhirnya mampu mengubah angka di papan skor. Kedudukan tanpa gol bertahan sampai pertandingan selesai.
Efektivitas Jadi Pekerjaan Rumah Liverpool
Catatan statistik memberikan gambaran menarik mengenai hasil pertandingan ini.
Liverpool menghasilkan empat tembakan lebih banyak dibandingkan Fulham. Akan tetapi, jumlah percobaan tepat sasaran The Reds justru lebih sedikit daripada lawannya.
Dari 14 tembakan Liverpool, hanya tiga yang mengarah tepat ke gawang. Fulham mampu menciptakan empat percobaan tepat sasaran dari 10 tembakan.
Situasi tersebut menunjukkan area yang perlu Liverpool benahi sebelum memasuki pertandingan berikutnya. Penguasaan bola dan kemampuan menciptakan peluang belum cukup apabila mereka tidak mengakhirinya dengan penyelesaian efektif.
Tambahan satu angka membawa Liverpool mengoleksi enam poin. Catatan tersebut menempatkan mereka pada urutan keenam klasemen sementara Premier League 2026-2027.
Fulham masih berada di kawasan bawah. Satu poin yang mereka raih dari Anfield membuat tim arahan Alvaro Arbeloa menempati posisi ke-17 dengan koleksi satu angka.
Bournemouth Jadi Tantangan Berikutnya
Liverpool selanjutnya harus meninggalkan Anfield untuk menghadapi Bournemouth.
Pertandingan tersebut memberikan kesempatan kepada skuad Iraola untuk memperbaiki ketajaman lini serang setelah mereka gagal mencetak gol ke gawang Fulham.
Sementara itu, Fulham akan mendapatkan giliran bermain sebagai tuan rumah. Manchester United menjadi lawan mereka pada pertandingan liga berikutnya.
Satu angka dari Anfield setidaknya memberikan modal bagi Fulham sebelum menghadapi laga tersebut. Sebaliknya, Liverpool perlu menemukan solusi agar dominasi permainan dapat menghasilkan gol dan kemenangan.
Daftar Pemain Liverpool dan Fulham
Liverpool memulai pertandingan dengan formasi 4-2-3-1. Andoni Iraola memainkan Alisson Becker sebagai penjaga gawang. Araujo, Jeremy Jacquet, Virgil van Dijk, dan Kostas Tsimikas mengisi barisan pertahanan.
Dominik Szoboszlai dan Ryan Gravenberch menjalankan tugas di sektor tengah. Victor Munoz, Bradley Barcola, serta Florian Wirtz mendukung Alexander Isak sebagai ujung tombak.
Iraola kemudian memberikan kesempatan kepada Milos Kerkez, Alexis Mac Allister, Cody Gakpo, Jeremie Frimpong, dan Rio Ngumoha dari bangku cadangan.
Fulham juga menggunakan pola dasar 4-2-3-1. Alvaro Arbeloa menurunkan Bernd Leno di bawah mistar dengan Timothy Castagne, Affengruber, Calvin Bassey, dan Antonee Robinson di lini belakang.
Sander Berge serta Charles mengisi area tengah. Oscar Bobb, Alex Iwobi, dan Josua King bergerak di belakang Gonzalo Garcia.
Fulham selanjutnya memainkan Tete, Kevin, Larsson, Smith Rowe, serta Muniz sebagai bagian dari perubahan sepanjang pertandingan.