ITF World Tennis Tour M15 – Perjalanan Rafalentino Ali Da Costa bersama Ethan David Zapp di seri keempat ITF World Tennis Tour M15 Amman Mineral Men’s World Tennis Championship 2026 berakhir di posisi kedua. Wakil Indonesia tersebut mampu menembus pertandingan penentuan gelar pada nomor ganda putra sebelum langkah mereka dihentikan Alexander Chang/Pablo Perez Ramos.

Pertandingan terakhir sektor ganda berlangsung di Bali Beach Country Club, Nusa Dua, Bali, Sabtu (5/9/2026). Alexander/Pablo tampil lebih efektif dalam memanfaatkan kesempatan sehingga mampu menyelesaikan laga tanpa harus memainkan set ketiga.

Mereka membuka keunggulan melalui kemenangan 6-3 pada set pertama. Rafalentino/Ethan kemudian berusaha membalikkan keadaan dan memberikan tekanan lebih besar pada set berikutnya. Persaingan berlangsung lebih ketat, tetapi Alexander/Pablo kembali unggul dengan skor 7-5.

Setelah bertanding selama 1 jam 11 menit, Rafalentino/Ethan akhirnya menempati posisi runner up. Meski belum mampu membawa pulang gelar, keberhasilan mencapai final menjadi catatan positif bagi kedua pemain Indonesia tersebut.

Penampilan Pemain Muda Indonesia Jadi Sorotan

Performa Rafalentino/Ethan sepanjang kompetisi mendapatkan perhatian dari Rildo Ananda Anwar, yang pernah memimpin PP Pelti pada periode 2018-2022. Ia melihat munculnya pemain muda sebagai sinyal positif bagi masa depan tenis Indonesia.

Rildo menilai pembinaan atlet membutuhkan kesinambungan agar generasi baru memiliki kesempatan berkembang. Kompetisi menjadi salah satu sarana penting karena pemain dapat memperoleh pengalaman sekaligus mengukur kemampuan ketika menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.

Selain Rafalentino dan Ethan, Rildo turut menyinggung Janice Tjen sebagai bagian dari generasi pemain Indonesia yang menunjukkan perkembangan.

Menurutnya, keberadaan sejumlah talenta muda membawa peluang besar bagi tenis nasional. Namun, kondisi tersebut sekaligus menghadirkan tantangan bagi pihak yang menjalankan program pembinaan.

Karena itu, ia berharap para pemain terus meningkatkan kemampuan melalui kompetisi. Kesempatan bertanding secara rutin dapat membantu mereka membangun pengalaman dan menjaga proses pergantian generasi atlet Indonesia.

Keberhasilan Rafalentino/Ethan mencapai final M15 Bali juga memperlihatkan bahwa pemain Indonesia mempunyai kesempatan bersaing dalam turnamen internasional. Hasil tersebut dapat menjadi modal untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

Karan Singh Kuasai Nomor Tunggal Putra

Selain pertandingan ganda, seri keempat juga menghadirkan persaingan pada sektor tunggal putra. Petenis India Karan Singh berhasil mengakhiri turnamen sebagai juara.

Karan harus menghadapi Isaac Becroft pada pertandingan penentuan. Isaac datang dengan modal kuat setelah sebelumnya memenangi seri kedua M15 Bali pada Agustus 2026.

Pertandingan berjalan jauh lebih panjang dibandingkan final ganda. Karan membutuhkan waktu 2 jam 5 menit untuk mengatasi perlawanan Isaac.

Petenis yang berada di peringkat 595 ATP tersebut memenangi set pertama dengan skor 7-5. Persaingan semakin ketat pada set kedua karena kedua pemain terus menjaga peluang untuk memenangi pertandingan.

Set kedua akhirnya harus ditentukan melalui tiebreak. Karan mampu mempertahankan momentum dan mengamankan tiebreak dengan skor 7-3. Hasil itu memberinya kemenangan set 7-6 sekaligus memastikan gelar tunggal putra.

Keberhasilan tersebut juga memberikan tambahan motivasi bagi Karan menjelang seri kelima. Ia berencana melanjutkan persaingan dengan fokus pada nomor tunggal.

Rafalentino Ali Da Costa dan Ethan David Zapp runner up ganda putra M15 Bali 2026

Pasangan Indonesia, Rafalentino Ali Da Costa/Ethan David Zapp, menjadi runner up seri keempat ITF World Tennis Tour M15, Amman Mineral Men’s World Tennis Championship 2026

Hadiah untuk Para Finalis dan Juara

Prestasi Karan Singh menghasilkan tambahan 15 poin ATP. Selain itu, ia menerima hadiah sebesar 2.160 dolar AS setelah keluar sebagai pemain terbaik pada sektor tunggal.

Isaac Becroft yang menempati posisi kedua memperoleh 1.272 dolar AS.

Sementara pada sektor ganda, Rafalentino/Ethan menerima trofi runner up beserta hadiah sebesar 540 dolar AS atau sekitar Rp9,5 juta.

Alexander Chang/Pablo Perez Ramos sebagai pemenang membawa pulang 930 dolar AS atau sekitar Rp16,3 juta. Pasangan tersebut juga memperoleh tambahan 15 poin ATP.

Heru Gunawan selaku Area Business Team Leader BNI Kanwil Denpasar menyerahkan hadiah dengan didampingi Rildo Ananda Anwar.

Seri Kelima Langsung Memulai Babak Kualifikasi

Rangkaian turnamen M15 di Bali tidak berhenti setelah seri keempat selesai. Penyelenggara langsung melanjutkan kompetisi menuju seri kelima dengan menggelar tahap kualifikasi.

Sebanyak 32 petenis masuk dalam persaingan pada fase awal tersebut. Mereka harus memperebutkan delapan tempat yang tersedia untuk melanjutkan langkah menuju babak utama.

Ketatnya jumlah tiket membuat setiap pertandingan kualifikasi memiliki arti penting. Para peserta harus meraih hasil terbaik jika ingin melanjutkan perjalanan dalam turnamen.

Keberadaan beberapa seri dalam satu rangkaian juga memberikan kesempatan lebih besar bagi pemain untuk mendapatkan jam terbang. Petenis yang belum memperoleh hasil maksimal pada satu seri dapat kembali mencoba pada kompetisi berikutnya.

Bagi pemain muda Indonesia seperti Rafalentino dan Ethan, pengalaman menembus pertandingan final menjadi bekal penting untuk perjalanan selanjutnya. Meski gelar seri keempat belum berada di tangan mereka, pencapaian sebagai finalis menunjukkan kemampuan keduanya untuk bersaing dalam kompetisi internasional yang berlangsung di Bali.