Kylian Mbappe Ballon D’Or 2026 mendapat dukungan kuat dari Thierry Henry setelah penyerang Real Madrid tersebut mencatat pencapaian individu menonjol sepanjang musim 2025/2026. Henry menilai produktivitas Mbappe layak menjadi pertimbangan besar dalam menentukan pemenang penghargaan individu bergengsi tersebut.

Mbappe memang menghadapi satu persoalan dalam persaingan kali ini. Ia belum mengangkat trofi bersama Real Madrid maupun tim nasional Prancis sepanjang 2025 hingga saat ini. Namun, Henry tidak menganggap kondisi tersebut otomatis menghapus peluang kompatriotnya untuk meraih Ballon d’Or.

Legenda sepak bola Prancis itu justru menyoroti catatan gol Mbappe. Sang penyerang mampu memimpin daftar pencetak gol pada beberapa kompetisi besar sekaligus. Menurut Henry, prestasi individu seperti itu membuat Mbappe tetap pantas berada dalam pembicaraan mengenai kandidat terkuat.

Produktivitas Mbappe Menjadi Sorotan Henry

Musim 2025/2026 memperlihatkan ketajaman Mbappe di level klub. Ia mengakhiri Liga Champions sebagai pencetak gol terbanyak. Selain itu, pemain Real Madrid tersebut juga menempati posisi teratas dalam daftar pencetak gol La Liga.

Ketajaman itu kemudian berlanjut bersama Prancis. Mbappe kembali menunjukkan produktivitasnya pada Piala Dunia 2026 dan menutup turnamen sebagai top skor.

Dengan demikian, Mbappe berhasil mencatat tiga pencapaian individu penting dalam periode yang sama. Ia menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Champions, La Liga, serta Piala Dunia 2026.

Henry menjadikan rangkaian pencapaian tersebut sebagai dasar dukungannya. Menurutnya, publik perlu melihat performa individu Mbappe secara menyeluruh ketika membicarakan persaingan Ballon d’Or.

Selain Mbappe, Henry turut menyinggung Michael Olise. Ia menyoroti pencapaian Olise dalam aspek assist. Namun, perhatian utama Henry tetap mengarah kepada Mbappe dan produktivitas gol yang sang pemain tunjukkan di berbagai kompetisi.

Kylian Mbappe Ballon d'Or 2026

Kylian Mbappe.

Tanpa Trofi Bukan Berarti Peluang Tertutup

Ketiadaan gelar bersama klub maupun tim nasional menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pembicaraan mengenai peluang Mbappe. Meski demikian, Henry mengingatkan bahwa sejarah Ballon d’Or pernah mencatat pemenang yang tidak mengangkat trofi bersama tim pada periode penilaian.

Sejumlah nama besar pernah mengalami situasi tersebut. Cristiano Ronaldo meraih Ballon d’Or pada 2013 meskipun tidak membawa timnya meraih trofi pada tahun itu. Luis Figo juga memenangkan penghargaan tersebut pada 2000 dalam kondisi serupa.

Jauh sebelumnya, Kevin Keegan meraih Ballon d’Or pada 1978, sedangkan Gerd Muller mendapatkannya pada 1970. Denis Law pada 1964 dan Stanley Matthews pada 1956 juga masuk dalam catatan sejarah tersebut.

Karena itu, Henry menilai ketiadaan trofi tidak seharusnya langsung menggugurkan Mbappe dari persaingan. Ia meminta orang melihat kembali sejarah penghargaan tersebut sebelum menjadikan gelar tim sebagai satu-satunya dasar penilaian.

Bagi Henry, performa individu Mbappe tetap memiliki bobot besar. Terlebih lagi, penyerang tersebut mampu mendominasi daftar pencetak gol pada kompetisi klub dan turnamen internasional.

Henry Tetap Menempatkan Mbappe dalam Persaingan

Dukungan Henry memperkuat pembicaraan mengenai peluang Mbappe merebut Ballon d’Or 2026. Produktivitas sang striker menjadi alasan utama di balik pandangan tersebut.

Walaupun Real Madrid dan Prancis belum memberinya trofi sepanjang periode yang disebutkan, Mbappe tetap mampu menjaga performa individunya. Ia konsisten mencetak gol hingga menguasai daftar top skor di tiga kompetisi besar.

Namun, Mbappe sendiri tidak menempatkan Ballon d’Or sebagai target yang lebih penting daripada kesuksesan bersama Real Madrid. Ia sebelumnya menegaskan bahwa menjuarai Liga Champions bersama klubnya memiliki arti lebih besar daripada memenangkan penghargaan individu tersebut.

Sikap itu tidak mengubah pandangan Henry. Mantan penyerang Arsenal dan Barcelona tersebut tetap melihat Mbappe sebagai pemain yang memiliki pencapaian individu cukup kuat untuk bersaing memperebutkan Ballon d’Or 2026.

Pada akhirnya, persaingan penghargaan tersebut tidak hanya memunculkan pembicaraan mengenai jumlah trofi. Performa individu juga menjadi bagian penting dalam perdebatan. Dalam kasus Mbappe, catatan sebagai top skor Liga Champions, La Liga, dan Piala Dunia 2026 menjadi modal utama yang membuat Henry berdiri di belakangnya.